UGM Nonaktifkan Status Mahasiswa Dwi Hartono buntut Kasus Pembunuhan Kepala Cabang BRI

BAHAR POS – Satu lagi fakta baru terkait Dwi Hartono terkuak. Ia ternyata tengah menempuh pendidikan pascasarjana di Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada kampus Jakarta.

Fakta ini bukan hal baru bagi follower akun media sosial Dwi. Dalam salah satu unggahan di Instagram @klanhartono sekitar awal tahun ini, ia membeberkan sendiri jika tengah kuliah S2 dengan mengambil jurusan MBA di UGM.

“Banyak yang menanyakan, kenapa saya mengambil MBA di UGM. Setelah saya searching, ternyata MBA UGM adalah program MBA pertama yang terakreditasi secara internasional dan di tingkat Asia rangking 25,” jelas Dwi Hartono kala itu.

Dalam unggahan tersebut, Dwi mengenakan t-shirt bertuliskan “MBA UGM” berwarna merah.

Menyusul penangkapan Dwi sebagai terduga otak penculikan yang berujung kematian Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37), UGM merespons dengan menonaktifkan pria kelahiran Lahat, Sumatera Selatan, tersebut.

“Yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari seluruh kegiatan akademik Semester Gasal 2025/2026 sebagai bentuk dukungan UGM terhadap proses hukum dan penyelidikan yang tengah berlangsung,” kata Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana dalam keterangan resminya di Yogyakarta, Rabu (27/8/2025), sebagaimana dikutip Antara.

Andi Arsana menjelaskan Dwi Hartono tercatat sebagai mahasiswa baru Semester 1 Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM kampus Jakarta. Menurutnya, keputusan penonaktifan ini ditetapkan melalui surat resmi yang diteken oleh Dekan FEB UGM Prof. Dr. Didi Achjari.

“UGM menghormati sepenuhnya proses hukum yang berjalan, menjunjung asas praduga tak bersalah, dan berkomitmen menjaga integritas serta profesionalisme,” lanjut Andi Arsana.

Lebih lanjut, Andi Arsana menyampaikan ucapan belasungkawa mendalam atas kematian Mohammad Ilham Pradipta. UGM selaku institusi pendidikan juga mengecam keras segala bentuk kekerasan.

“Kami berharap keadilan dapat terwujud bagi semua pihak,” tutup Andi Arsana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *