Camat Sungai Bahar Terancam Sanksi Terkait Video Viral Drumband MTs Negeri 7 Muaro Jambi

BAHAR POS – Camat Sungai Bahar, Agus Riyadi, terancam sanksi kode etik buntut viralnya video isak tangis siswa MTs Negeri 7 Muaro Jambi. Hal ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, kepada awak media di Sengeti, Selasa (19/8/2025).

“Buntut kejadian tersebut, hari ini Agus Riyadi saya panggil guna [memberi] klarifikasi,” jelas Budhi Hartono, seperti dilansir Antara. “Bersama majelis kode etik, kita pelajari sanksi yang akan diberikan.”

Budhi menambahkan, pemanggilan Agus merupakan instruksi langsung dari Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno. Adapun sanksi akan diberikan dalam dua-tiga hari mendatang.

“Dalam waktu dua atau tiga hari ini, langsung dari keputusan Bupati,” tegas Budhi.

Sebelumnya sempat beredar luas video anggota drumband dari MTs Negeri 7 Muaro Jambi menangis, disambut komentar pedas warganet. Para siswa itu sedih karena pertunjukan mereka dalam rangkaian peringatan HUT RI ke-80 di halaman Kantor Kecamatan Sungai Bahar, terpaksa berhenti di tengah jalan.

Kala itu, ketika drumband tengah beraksi di lapangan, dari sound system di panggung utama justru terdengar lagu Selamat Ulang Tahun milik grup Jamrud. Ada pula sejumlah orang berjoget-joget mengikuti irama lagu tersebut.

Hal ini lantas dikaitkan dengan Agus Riyadi yang berulang tahun pada 16 Agustus. Namun Agus mengelak pemutaran lagu tersebut untuk merayakan ulang tahunnya, melainkan inisiatif tim voli Sungai Bahar untuk merayakan keberhasilan menjuarai Kapolres Cup.

Keterangan berbeda diberikan Syafwan Al Magfuri, Kepala MTs Negeri 7 Muaro Jambi. Ia sempat mencak-mencak kepada panitia saat laguĀ Selamat Ulang TahunĀ membuat pertunjukan anak didiknya terhenti.

Namun ketika mencoba mencari tahu siapa yang bertanggung jawab memutar lagu tersebut, Syafwan tak mendapat jawaban memuaskan.

“Saya tanya ke pegawai dan panitianya, mereka bilang MC yang suruh. Saya tanya lagi ke MC-nya, dijawab Ibu Camat yang suruh,ā€ kata Syafwan, sebagaimana diberitakan Jambi Independent (18/8/2025).

Telah Meminta Maaf

Agus sendiri telah meminta maaf secara langsung kepada pihak MTs Negeri 7 Muaro Jambi. Sesuai janji yang ia ucapkan sebelumnya, Agus mengunjungi sekolah tersebut pada Selasa (19/8/2025).

Sebagaimana didokumentasikan oleh akun Facebook Semua Tentang Bahar, Agus beserta istrinya menyalami seluruh guru MTs Negeri 7 Muaro Jambi sebagai bentuk permintaan maaf. Sang camat bahkan sampai menundukkan badan saat bersalaman.

Akan tetapi Bupati Muaro Jambi tetap meminta Budhi Hartono selaku Sekda untuk memanggil Agus menghadap ke Sengeti guna melakukan klarifikasi. Budhi menjelaskan, Agus terancam sanksi etik karena dinilai lalai atau membiarkan kejadian tersebut.

“Harusnya dia merespon, musik ultah berbunyi harusnya dia hentikan, tapi dia lalai untuk menghentikan jadi mengecewakan adik-adik yang tampil,” terang Budhi, sebagaimana diberitakan metrotvnews.com, Rabu (20/8/2025).

Bupati sendiri berjanji akan memboyong tim drumband MTs Negeri 7 Muaro Jambi ke Sengeti. Mereka akan diberi kesempatan tampil pada karnaval HUT RI ke-80 yang diselenggarakan oleh Pemkab Muaro Jambi pada Rabu, 20 Agustus, ini.

“Seluruh akomodasi akan ditanggung oleh Pemda,” ujar Bambang Bayu Suseno ketika itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *