BAHAR POS – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) terus konsisten mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kelapa sawit. Hal ini ditunjukkan dengan pemberian beasiswa sawit sebesar total Rp705,6 miliar di tahun 2025.
Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman menjelaskan, dana ratusan miliar tersebut akan dikucurkan pada 4.000 penerima di seluruh Indonesia. Mereka adalah peserta didik di 41 lembaga pendidikan yang telah menjadi mitra resmi penyaluran beasiswa sawit.
“Dukungan pendanaan ini diberikan untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari D1, D2, D3, D4 hingga S1, dengan total tujuh puluh satu program studi,” jelas Eddy dalam acara penandangan kerja sama di Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Dari Jambi, nama Politeknik Jambi (Poljam) tercantum sebagai lembaga yang menjadi mitra resmi penyaluran beasiswa sawit BPDPKS. Total disediakan 120 kuota bagi pelamar yang ingin mendaftar di lembaga pendidikan ini.
Rinciannya adalah 60 orang pada program studi Teknik Mesin (D3). Lalu masing-masing 30 orang pada program studi Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Alat Berat (D4) dan Teknik Elektronika (D3).
Lalu ada pula Program Studi D3 Analis Kimia Universitas Jambi. BPDPKS telah berkomitmen menanggung biaya studi 30 mahasiswa prodi ini, dimulai sejak semester ganjil tahun ajaran 2025-2026.
Eddy menambahkan, pengembangan SDM perkebunan sawit adalah tonggak utama dalam mewujudkan industri sawit berkelanjutan. Karena itu BPDPKS berkomitmen penuh mendukung program yang juga melibatkan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian tersebut.
Dari total 4.000 penerima beasiswa sawit, sekitar seperempatnya adalah mahasiswa jenjang D3. Jumlahnya sebanyak 1.440 orang yang tersebar di berbagai lembaga pendidikan dan program studi.
Lalu terbanyak kedua adalah peserta didik jenjang sarjana yang berjumlah 1.050 orang. Diikuti 870 orang peserta jenjang pendidikan D4, dan 490 orang peserta didik jenjang D1.
Jumlah paling kecil adalah penerima yang menempuh jenjang D2, yakni 150 orang.
8 Jalur Penerimaan
Ditjen Perkebunan Kementan membuka Seleksi Nasional Beasiswa Pendidikan Tinggi Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2025 melalui laman www.beasiswasdmsawit.id. Program yang dapat dipilih oleh pelamar adalah pendidikan vokasi (DI, DII, DIII dan DIV) atau pendidikan akademik (Strata 1) .
Terdapat 8 jalur pendaftaran yang dapat dipilih oleh calon peserta seleksi, yaitu:
- Pekebun kelapa sawit;
- Keluarga pekebun kelapa sawit;
- Karyawan/pekerja pada usaha perkebunan kelapa sawit;
- Keluarga dari karyawan/pekerja pada usaha perkebunan kelapa sawit;
- Pengurus kelembagaan Pekebun pada usaha perkebunan kelapa sawit;
- Pengurus asosiasi pekebun kelapa sawit;
- Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di bidang perkelapa-sawitan.
- Penyuluh yang bekerja di wilayah perkebunan kelapa sawit
Adapun syarat umum yang harus dipenuhi calon peserta seleksi adalah berusia maksimal 23 tahun pada tanggal yang ditetapkan panitia. Pelamar harus melampirkan surat keterangan lahir, surat keterangan sehat, dan surat keterangan tidak buta warna.
Lalu bagi siswa sekolah menengah (SMA/SMK sederajat), nilai rata-rata rapor dari Semester I hingga Semester VII harus sama atau lebih besar dari 7 (tujuh). Adapun bagi peserta pendidikan tinggi, syarat minimal indeks prestasi kumulatif (IPK) adalah 2,75.
Calon peserta seleksi juga diminta melampirkan surat keterangan tidak mampu yang ditanda-tangani oleh kepala desa setempat memang tidak mampu secara ekonomi. Kemudian ada syarat-syarat lain yang bervariasi sesuai jalur pendaftaran yang dipilih.
Untuk tahun ini, pendaftaran telah ditutup. Nama-nama penerima beasiswa telah diumumkan pada 15 Agustus lalu, dengan kuliah perdana dijadwalkan berlangsung September mendatang.