Oknum Kepsek di Kerinci Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Pensiunan Guru

BAHAR POS – SW (40), seorang pelaksana tugas (Plt.) Kepala Sekolah di Desa Siulak Gedang, Kecamatan Siulak, Kerinci, dilaporkan ke polisi oleh pensiunan guru. Ia diduga melakukan penganiayaan terhadap R (60) yang membuat korban luka-luka.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (3/9/2025) lalu, ketika korban R mendatangi sekolah tempat terlapor berdinas. R diantar anaknya hendak mengurus dokumen bagi suaminya yang segera pensiun.

“Jadi, Ibu datang dalam rangka mengurus pensiun Bapak, karena tinggal 5 bulan lagi,” jelas Aldiwan Haira Putra (30), anak kandung R, pada Jumat (5/9/2025).

Namun, turut cerita Aldiwan, SW tidak menanggapi kedatangan ibunya dengan baik. R bahkan sampai harus mencari-cari sendiri berkas yang diperlukan.

Bermaksud mengingatkan, R lantas mengeluarkan ucapan yang diduga menyinggung SW. Inilah yang kemudian menjadi pemicu dugaan tindak penganiayaan terhadap korban.

“Ibu ngomong, ‘baru jadi Plt. aja sudah kayak gini’,” cerita Aldiwan. “Mungkin tersinggung. Pas Ibu jalan ke mobil, dia (SW, Red.) lari, dia pukul, makanya sampai berdarah. Cakaran sampai darah.”

Akibat tindakan tersebut, korban mengalami luka-luka di hidung, serta memar di tangan dan mata.

Tak terima atas perlakuan tersebut, R melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Gunung Kerinci pada Kamis (4/9/2025) lalu. Ia didampingi anaknya serta pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Alam Sakti.

Untuk menguatkan laporan, R telah melakukan visum et repertum di Puskesmas. Berkas hasil pemeriksaan ini menjadi bukti perbuatan SW, bersama rekaman video yang sempat beredar di media sosial.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan, mengonfirmasi peristiwa ini. Kasus tersebut saat ini sedang dalam penanganan Polsek Gunung Kerinci.

“Iya sudah dilaporkan ke Polsek Gunung Kerinci. Sekarang sedang proses,” jelasnya.

Sementara Adilwan sebenarnya tak ingin permasalahan ini menjadi besar. Namun terduga pelaku maupun keluarganya sama sekali tidak menunjukkan itikad baik.

Alih-alih meminta maaf, masih menurut Adilwan, SW justru menceritakan kejadian menurut versinya sendiri yang menyudutkan korban di hadapan salah satu kepala bidang Dinas Pendidikan setempat. Hal ini membuat kubu R pada akhirnya menempuh langkah hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *