Author Archives: Admin

Kerap Dicatut untuk Minta Sumbangan, Wali Kota Jambi Terbitkan Surat Edaran Pencegahan Penipuan

BAHAR POS – Wali Kota Jambi, dr. Maulana, M.K.M, secara resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2025 sebagai langkah tegas menghadapi maraknya aksi penipuan yang menggunakan namanya secara tidak sah.

“Surat ini diterbitkan, sehubungan dengan maraknya praktek tindak pidana berupa penipuan yang mengatasnamakan Wali Kota Jambi dengan maksud untuk mencari keuntungan secara melawan hukum.” Demikian penggalan isi surat edaran tersebut.

Dokumen tersebut secara resmi bernama Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2025 tentang Upaya Pencegahan Penipuan Mengatasnamakan Wali Kota Jambi. Ditandatangani pada Selasa, 26 Agustus 2025, dan ditujukan kepada semua pihak, mulai dari perangkat pemerintah dalam lingkup Kota Jambi hingga masyarakat umum.

Surat edaran telah dilayangkan kepada Kepala OPD Pemkot, camat, lurah, BUMN/BUMD, pelaku usaha, serta segenap masyarakat Kota Jambi. Tujuannya adalah agar seluruh lapisan masyarakat tidak menjadi korban penipuan yang mencatut nama Wali Kota Jambi.

Dokumen resmi tersebut mencantumkan empat poin penting:

  1. Wali Kota Jambi tidak pernah, baik secara langsung ataupun melalui perantara, meminta fasilitas atau pemberian apa pun dari pihak ketiga.
  2. Apabila ada pihak yang mengaku atas nama Wali Kota Jambi untuk meminta sesuatu, dapat dipastikan bahwa hal tersebut merupakan tindakan penipuan.
  3. Masyarakat yang merasa menjadi korban dihimbau segera melaporkan ke pihak berwajib.
  4. Semua pihak diingatkan untuk tetap waspada dan bijaksana dalam menerima informasi, khususnya yang tersebar melalui telepon atau media sosial.

Dalam pernyataannya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi sekaligus Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi, Abu Bakar, menegaskan bahwa edaran ini merupakan langkah serius Pemkot untuk melindungi masyarakat dari praktik penipuan.

“Wali Kota Jambi tidak pernah sekalipun meminta sesuatu, baik fasilitas maupun uang, kepada pihak mana pun. Jika ada yang mengaku atas nama Wali Kota dengan modus meminta bantuan atau menawarkan proyek, bisa dipastikan itu penipuan,” ujar Abu Bakar, seperti dikutip Jambi Ekspres, Kamis (28/8/2025).

Abu Bakar mengimbau agar siapa pun yang menerima informasi mencurigakan segera melakukan klarifikasi atau melaporkan ke instansi terkait, seperti Dinas Kominfo atau melalui Call Center 112.

“Jika ada pihak yang ragu atau mencurigakan, jangan langsung percaya. Silakan klarifikasi ke instansi terkait atau segera laporkan ke aparat berwenang. Jangan sampai ada korban lagi,” tambahnya.

Sebagai tambahan, salinan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2025 juga tersedia dalam bentuk PDF di situs App Hub Pemkot Jambi, yang mempertegas bahwa edaran ini adalah dokumen formal dan sah untuk dijadikan pedoman.

Edaran ini diharapkan menjadi acuan tegas bagi seluruh elemen masyarakat Kota Jambi agar lebih waspada terhadap modus-modus penipuan yang mencatut nama pejabat. Jika menemukan hal yang mencurigakan, laporkan segera agar menangkal potensi korban lebih lanjut.

Melongok Rumah Megah Dwi Hartono, Crazy Rich Rimbo Bujang Terduga Dalang Penculikan-Pembunuhan Kepala Cabang BRI

BAHAR POS – Dua rumah mewah berdampingan di kawasan elit Kota Wisata, Gunung Putri, Bogor, dipastikan bakal langsung mencuri perhatian siapapun yang melihat. Terlebih jika tahu sosok pemiliknya yang kini tengah terjerat kasus berat.

Dua rumah tersebut milik Dwi Hartono, sosok yang disebut-sebut sebagai pengusaha berbagai bidang. Kepemilikan sepasang properti tersebut seakan menjadi bukti kesuksesan pria tersebut di dunia bisnis.

Kedua unit milik Dwi terletak di jalan utama dalam Kluster San Francisco. Masing-masing berdiri di atas lahan seluas 495 meter persegi, sehingga total hampir 1.000 meter persegi.

Menilik informasi dari laman resmi pertanahan (bhumi.atrbpn.go.id), kedua tanah berstatus hak milik. Sedangkan estimasi harga tanah di kawasan tersebut berada di rentang Rp 5 juta–10 juta per meter persegi.

Sedikit bermatematika, nilai tanahnya saja bisa mencapai setidak-tidaknya Rp5 miliar. Belum lagi jika ditambah dengan bangunan megah di atasnya.

Dalam sebuah video di kanal YouTube-nya, Klan Hartono, Dwi menceritakan jika dirinya sempat jatuh bangkrut dan terlilis utang miliaran. Namun ia mampu bangkit, sampai akhirnya bisa membeli rumah seharga Rp5 miliar.

Tidak dijelaskan rumah mana yang dibeli Dwi kala itu. Apakah dua hunian mewah di Kluster San Fransisco, Kompleks Kota Wisata ini?

Rumah Sekaligus Kantor

Dari luar, hunian ini benar-benar menghadirkan kesan megah dan mapan. Kedua rumah dicat putih-hitam berpadu dengan genteng kecokelatan, ditambah pagar emas yang berkilau di bawah sinar matahari. Taman depan dihiasi tanaman hias, lengkap dengan pohon palem merah yang menjulang.

Detail rumah juga memperlihatkan jejak aktivitas pemiliknya. Unit bernomor Q1/8 menampilkan logo “GURUKU” di balkon, yang mengingatkan pada aplikasi bimbingan belajar online di bawah naungan PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia milik Dwi.

Di garasi, terdapat tulisan “WD Fashion”, menunjukkan kiprah usahanya di bidang lain. WD besar kemungkinan diambil dari nama belakang istri Dwi, yakni Wulandari.

Sementara rumah bernomor Q1/9 memiliki carport berkanopi dan lima pilar besar yang menjulang dari lantai dasar ke lantai dua—sebuah gaya arsitektur yang menambah wibawa bangunan. Tak seperti rumah di sebelahnya, tak ada logo maupun penanda apapun di sini.

Namun, keindahan hunian mewah tersebut kini terasa ironis. Di balik megahnya fasad, pemilik rumah justru tengah menghadapi sorotan publik.

Dwi Hartono diduga menjadi otak kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Mohamad Ilham Pradipta (37). Namanya kian ramai dibicarakan, tak hanya karena kasus, tapi juga karena gaya hidup dan jejak sosialnya.

Polda Metro Jaya telah menangkap pria kelahiran Lahat, Sumatera Selatan, tersebut pada 23 Agustus lalu. Ketika itu Dwi berada dalam satu mobil bersama dua rekannya, YJ dan AA, yang tengah melaju di Jl. Solo-Jogja.

Crazy Rich Rimbo Bujang

Di kampung halamannya, Desa Mekar Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, Dwi sebelumnya dikenal sebagai motivator dan pengusaha muda yang dermawan. Berbagai aksinya membuat pria ini dijuluki Crazy Rich Rimbo Bujang.

Warga setempat masih ingat bagaimana Dwi pernah membantu menyediakan ambulans untuk desa. Juga momen ketika ia pulang kampung dengan helikopter yang tentu saja membuat heboh.

Dwi juga pernah mendatangkan penyanyi dangdut top Via Vallen sebagai hiburan di acara khitanan puteranya pada 2018 lalu. Itu adalah masa-masa di mana Via tengah naik daun, sehingga bisa dipastikan honornya juga tengah tinggi-tingginya.

Terbaru, ia sempat mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Pemalang ke DPC Partai Kebangkitan Bangsa setempat. Namun namanya tak lolos saringan internal partai yang lebih memilih mengusung pesohor Vicky Prasetyo.

Kini, citra itu berbalik. Selain berurusan dengan proses hukum, Dwi yang juga mahasiswa S2 Universitas Gadjah Mada harus menerima sanksi akademik berupa penonaktifan sementara.

Rumah megahnya di Bogor lebih sering terlihat sepi dan tertutup rapat. Hunian yang dulu tampak sebagai simbol keberhasilan, kini menjadi penanda kontras: kemegahan yang berdiri tegak, tapi pemiliknya tengah tersandung kasus berat.

Update Kasus Pembunuhan Kepala Cabang BRI, Polisi Tangkap 9 Tersangka Baru

BAHAR POS – Kepolisian terus mengusut kasus pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Mohamad Ilham Pradipta (37). Perkembangan terbaru, Polda Metro Jaya kembali menangkap 9 tersangka lain sehingga total pelaku menjadi 15 orang.

“Ada 15 orang yang diamankan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangannya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (26/8/2025).

Ade Ary menambahkan, ada tambahan 9 pelaku baru yang dibekuk Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Dengan 6 tersangka lain yang telah lebih dulu diciduk Subdit Reserse Mobile Ditreskrimum Polda Metro Jaya, total tersangka dalam kasus ini berjumlah 15 orang.

Ia menegaskan, pihak kepolisian menjalankan pengusutan dengan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian. Semua tersangka ditangkap karena namanya keluar dari keterangan pelaku yang terlebih dahulu diamankan.

“Pemeriksaan itu dilakukan secara hati-hati, mendalam, menunjukkan barang bukti, mencocokkan setelah orang yang diamankan. Si A, misalkan, dicocokkan dengan keterangannya B, dicocokkan dengan keterangan C, dan lain sebagainya,” jelas Ade Ary.

Hingga kini Polda Metro Jaya terus mendalami peran ke-15 orang tersebut dalam kasus pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta.`Ade Ary meminta publik bersabar karena proses penyidikan membutuhkan waktu.

“Peran masing-masing masih didalami, dipastikan secara pasti, sehingga nanti bisa disimpulkan dari 15 ini perannya masing-masing apa? Berapa orang yang ditetapkan sebagai tersangka? Atau kemungkinan lainnya bagaimana? Ini masih dikembangkan,” lanjut Ade Ary.

“Proses pemeriksaan membutuhkan waktu. Kami mohon bersabar,” imbuhnya, seraya menegaskan bahwa pihaknya bergerak hati-hati dan proporsional. Karena itu, identitas, peran, serta motif masing-masing pelaku belum bisa diungkap.

Libatkan Crazy Rich Rimbo Bujang

Mohamad Ilham Pradipta diculik sekelompok pria seusai mengikuti meeting di bilangan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025) sore WIB. Keesokan paginya, sekitar pukul 05.30 WIB, ia ditemukan tewas di area persawahan dekat Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pihak kepolisian bergerak cepat dan langsung menangkap tiga tersangka penculikan pada hari sama, yakni berinisial AT, RS dan RAH yang ditangkap di Johar Baru, Jakarta Pusat. Lalu menyusul pelaku berinisial RW yang dibekuk aparat Satreskim Polres Manggarai Barat di bandara Nusa Tenggara Timur (NTT).

Setelah itu tiga pelaku lain diringkus di Jl. Solo-Jogja, Surakarta, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8/2025) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Ketiganya adalah DH, YJ dan AA.

Satu orang lagi, yakni berinisial C, ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada Ahad (24/8/2025), pukul 15.30 WIB. Bersama AA, DH, dan YJ, ia disebut-sebut sebagai aktor intelektual penculikan yang berujung kematian ini.

Belakangan diketahui jika tersangka berisinial DH adalah Dwi Hartono, seorang pengusaha muda yang berasal dari Desa Mekar Kencana (Unit VI), Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi.

Dwi Hartono selama ini dikenal sebagai crazy rich Rimbo Bujang karena gaya hidupnya yang glamor, serta deretan aksi flexing di akun media sosial pribadinya. Ia, misalnya, pernah memamerkan setumpuk gepokan uang pecahan Rp100.000 di akun Instagram @klanhartono.

Pada 2018, Dwi pernah mengundang penyanyi dangdut yang tengah naik daun, Via Vallen, dalam acara khitanan puteranya. Lalu ia juga mendatangkan Wika Salim dan Ustadz Zaky Mirza di acara reuni akbar sebuah SMP di Tebo.

Pelaku Percobaan Perampokan BRI-Link di Tebo Tengah Berhasil Ditangkap

BAHAR POS — Dalam waktu singkat, Polres Tebo berhasil menangkap FE (23), pelaku percobaan perampokan Agen BRI-Link milik Khairunisah di Jalan Lintas Tebo–Bungo Kilometer 4, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Senin (25/8)..

Sebelumnya, FE yang merupakan warga Kabupaten Bungo mendatangai Agen BRI-Link milik Khairunnisah yang tengah dijaga oleh RA (23). Pemuda ini memakai modus mengisi bahan bakar sepeda motor.

Setelah membuat kesan sedang melakukan transaksi biasa, pelaku mendadak menodongkan parang dan memiting korban ketika berada di dalam toko. Korban spontan berteriak meminta tolong, sehingga warga datang membantu.

Merasa aksinya terbongkar, pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor miliknya, sebuah Honda Beat Street warna silver.

Beruntung, seorang anggota Polres Tebo tengah berada tak jauh dari lokasi kejadian. Begitu mendapat laporan, petugas tersebut langsung mengontak rekannya di Mapolres Tebo.

Hanya dalam hitungan menit, tepat sekitar pukul 17.00 WIB, pelaku dihentikan dan ditangkap di depan Mapolres Tebo oleh unit piket penjagaan.

Kapolres Tebo, AKBP Triyanto, melalui Plt. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat, Ipda Ardimal Hagia, memastikan pelaku telah diamankan. Barang bukti berupa parang dan kendaraan pelakujuga turut disita petugas.

“Pelaku sudah kami amankan beserta barang bukti, dan saat ini tengah diperiksa di Satreskrim Polres Tebo untuk proses hukum lebih lanjut,” terang Ardimal Hagia.

FE dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam, serta Pasal 365 KUHP juncto Pasal 53 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Ancaman hukuman yang menanti FE berkisar antara 9 hingga 22 tahun penjara, tergantung pasal atau gabungan pasal mana yang terbukti dilanggar olehnya.

Menelisik Aplikasi Bimbel Online Guruku Milik Dwi Hartono, Terduga Dalang Pembunuhan Kepala Cabang BRI

BAHAR POS – Dwi Hartono ditengarai menjadi dalang pembunuhan Kepala Cabang BRI Mohamad Ilham Pradipta di Jakarta. Menarik untuk menelisik deretan bisnis pria yang di tempat asalnya dijuluki Crazy Rich Rimbo Bujang tersebut.

Nama Dwi Hartono pertama kali dikaitkan dengan kasus ini selepas penangkapan tiga tersangka di Surakarta, Jawa Tengah, pada 23 Agustus 2025. Saat itu pihak kepolisian menyebutkan ketiganya berinisial AA, DH, dan YJ.

Warganet bergerak cepat, sehingga kemudian diketahuilah jika pelaku berinisial DH tak lain Dwi Hartono. Sosok yang punya nama harum di Kabupaten Tebo, Jambi. Khususnya di Desa Mekar Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang.

Dalam media sosial pribadinya, Dwi Hartono mencitrakan dirinya sebagai seorang pengusaha muda sukses. Dalam seminar-seminar, ia memperkenalkan diri sebagai pengusaha dan investor properti yang menjadi miliarder sebelum berusia 30 tahun.

Dalam sebuah video di kanal YouTube Klan Hartono bertanggal 3 Desember 2019, Dwi menyebutkan ia adalah CEO PT Einstein Gempita Dunia (EGD), CEO PT Hartono Mandiri Makmur (HMM), CEO Hartono Group, serta Ketua Hartono Foundation.

Ketika kasus pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta mencuat, terkuak satu perusahaan lain yang dimiliki Dwi. Namanya PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI) yang mengoperasikan aplikasi bimbingan belajar online dengan jenama Guruku.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, ketika ditanyai media.

“Benar, DH adalah seorang pengusaha bimbel online,” kata Ade Ary, seperti dikutip detikcom, Selasa (26/8/2025).

Temuan ini lantas membuat media ramai-ramai memprofilkan Dwi Hartono sebagai pengusaha bimbel online. Terlebih, di bagian depan kediamannya di kawasan perumahan elite Kota Wisata Cibubur, terdapat logo Guruku dalam ukuran besar.

Baru Diunduh 1.000 Pengguna

Saat melakukan penelurusan ke Google PlayStore, halaman informasi Guruku berisi klaim sebagai “The best learning application in Indonesia”. Lalu di bawahnya ada kalimat yang menyebutkan aplikasi belajar ini “bukan hanya memfasilitasi materi belajar untuk anak sekolah saja namun sangat komplit”.

Halaman tersebut juga merincikan materi belajar yang meliputi jenjang PAUD hingga perguruan tinggi. Bahkan ada pula materi ilmu investasi dan trading saham, materi kecerdasan keuangan atau financial revolution, materi ilmu bagaimana memulai awal berbisnis, hingga materi ilmu bagaimana prinsip umum dalam manajemen bisnis.

Menariknya, aplikasi Guruku baru diunduh oleh seribuan pengguna Android. Angka pastinya tidak diketahui, hanya tertera keterangan “1,000+ downloads” pada halaman rincian aplikasi.

Ini jumlah yang kecil untuk sebuah aplikasi Android. Tak heran jika PlayStore melabeli Guruku sebagai beta project, sebagaimana terlihat dari banner ajakan untuk menjadi pengguna awal.

Jumlah pengguna Guruku bisa jadi malah lebih rendah dari angka total pengunduhnya, sebab hanya ada 11 ulasan yang masuk. Padahal halaman sama juga mencantumkan jika aplikasi tersebut dirilis pada 9 Agustus 2023. Artinya, telah eksis selama setidaknya dua tahun.

Memang tidak ada rasio ideal yang pasti antara jumlah ulasan pengguna dengan jumlah unduhan. Namun rasio yang lebih tinggi, misalnya 1:100 atau 1 review untuk setiap 100 unduhan, menunjukkan jika sebuah aplikasi memiliki pengguna aktif dan hidup.

Sayang, saat hendak mengecek informasi mengenai perusahaan-perusahaan milik Dwi Hartono, terutama PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia yang menjadi payung Guruku, laman resmi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum terus-terusan menampilkan pesan error.

Ketua Tim Penggerak PKK Muaro Jambi Ikut Menanam Jagung di Suko Awin Jaya

BAHAR POS – Tim Penggerak PKK Kabupaten Muaro Jambi menunjukkan dukungannya terhadap Program Ketahanan Pangan. Ini ditunjukkan dengan kehadiran sang ketua, Ririn Novianty, SE, dalam kegiatan penanaman jagung di Desa Suko Awin Jaya, Kecamatan Sekernan, Senin (25/8/2025) pagi WIB.

Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung di Lahan Ketahanan Pangan Desa yang berada di Dusun Simpang Niam RT 17. Acara merupakan aksi simbolik penanaman jagung serentak se-Kecamatan Sekernan.

Turut hadir Wakapolres Muaro Jambi Kompol Deni Mulyadi, SE, beserta jajarannya, segenap Kepala OPD terkait dalam lingkup Pemkab, anggota DPRD Kabupaten dari Fraksi PAN Datuk Joniadi P. Nainggolan, Camat Sekernan M. Ikbal, dan Kepala Desa Suko Awin Jaya Idawati didampingi Ketua BPD dan perangkat desa.

Dalam kata sambutannya, Ririn Novianty menegaskan segenap unsur Tim Penggerak PKK Muaro Jambi sangat mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Pemerintah Pusat. Ia berharap kegiatan penanaman bibit jagung di Desa Suko Awin Jaya memberi manfaat positif bagi warga.

“Sebagai motor penggerak, PKK Kabupaten Muaro Jambi mendukung pelaksanaan penanaman jagung satu hektar satu desa di Desa Suko Awin Jaya. Semoga hasilnya berlimpah dan berkah,” kata Ririn Novianty, yang disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.

Kades Suko Awin Jaya, Idawati, menyatakan rasa terima kasih mendalam atas kesediaan Ririn Novianty dan unsur Muspida Kabupaten Muaro Jambi. Wanita yang biasa dipanggil Nyi Kades Idawati tersebut mengungkapkan, support yang diberikan pihak kabupaten menjadi motivasi bagi dirinya dan masyarakat Desa Suko Awin Jaya.

“Mudah-mudahan masyarakat saya juga mencintai Program Ketahanan Pangan, dan mudah-mudahan dari penanaman jagung hari ini, Desa Suko Awin Jaya dapat menghasilkan jagung yang berlimpah,” harap Idawati, seperti dikutip laman resmi Pemkab Muaro Jambi.

Sementara Kapolres Muaro Jambi Kapolres Muaro Jambi, AKBP Heri Supriawan, SIK, MH, yang diwakili oleh Wakapolres Kompol Deni Mulyadi, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan segenap warga Desa Suko Awin Jaya terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan nasional. 

“Kapolres mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Suko Awin Jaya, Camat Sekernan, dan Tim Penggerak PKK Kecamatan Sekernan dan Kabupaten Muaro Jambi, atas terlaksananya kegiatan penanaman jagung satu hektar satu desa di Desa Suko Awin Jaya,” kata Deni Mulyadi.

“Semoga kegiatan penanaman jagung yang kita laksanakan di Desa Suko Awin Jaya ini membawa manfaat, membawa berkah untuk kita semua dalam rangka ketahanan pangan, dalam menciptakan suasana ketahanan pangan yang lebih kuat,” tambahnya.

Selanjutnya, Ririn Novianty bersama Wakapolres dan Kepala OPD terkait melakukan penanaman jagung secara simbolis sebagai penanda dimulainya kegiatan.

Kredit foto: Dokumentasi Pemkab Muaro Jambi

Kasus Dwi Hartono dan ‘Tradisi’ Flexing Gaya Hidup Mewah Pebisnis Muda

PENANGKAPAN Dwi Hartono sepertinya masih sulit dipercayai masyarakat Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi. Namun menarik untuk coba mengurai hubung-kait antara citranya sebagai crazy rich dan kasus pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI yang menjeratnya.

Dwi diringkus aparat kepolisian di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8/2025) lalu. Ia ditangkap bersama dua tersangka lain dalam perkara dugaan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Penangkapan ini dikonfirmasi oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi. Bersama tiga tersangka lain, Dwi kini menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.

Kasus ini menjadi sorotan publik, bukan hanya karena korbannya adalah pejabat perbankan BUMN, tetapi juga karena sosok tersangka yang disinyalir menjadi otak. Dwi selama ini dikenal masyarakat Jambi, khususnya warga Tebo, sebagai crazy rich Rimbo Bujang nan dermawan.

Sosok Flamboyan dan Dermawan

Sejak lama, Dwi Hartono dikenal flamboyan. Media lokal seperti Tribun Jambi dan Jambi Ekspres menulis sejumlah momen mencolok yang menegaskan citranya sebagai sosok glamor.

Tak berhenti hanya di penampilannya yang perlente khas orang metropolitan, Dwi juga beberapa kali menunjukkan diri sebagai sosok dengan kemampuan finansial tak terbatas. Septermber 2021, ia terdokumentasi tengah menjajal helikopter di tengah kabar jika dirinya ingin membeli satu untuk operasionalnya.

Di kampung halamannya, Dwi kerap mendatangkan artis nasional untuk meramaikan acara-acara di Tebo. Ia pernah menampilkan Wika Salim dalam reuni akbar sekolah menengah tempatnya dulu belajar.

Nama kondang lain yang didatangkan Dwi adalah pedangdut Via Vallen dan Ustadz Zaky Mirza. Kehadiran artis dan tokoh terkenal ini tak cuma membuat setiap acara menjadi pusat perhatian media lokal maupun nasional, tetapi juga kian menaikkan citra diri Dwi.

Tidak hanya panggung hiburan, Dwi juga memanfaatkan media sosial untuk menunjukkan mobil-mobil mewah, helikopter, dan berbagai aktivitas glamor lainnya. Rumah mewahnya di kawasan Kota Wisata, Cibubur, yang menjadi saksi gaya hidupnya, sempat ramai diperbincangkan tetangga, meski belakangan terlihat sepi usai kasusnya merebak.

Selain glamor, Dwi juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Ia mendirikan Hartono Foundation, yayasan yang menyalurkan beasiswa bagi pelajar kurang mampu di Kabupaten Tebo.

“Di sini, dia dikenal dermawan. Sering membantu warga, terutama anak sekolah. Jadi kami kaget mendengar kabar dia ditangkap polisi karena kasus berat ini,” kata Joko, Kepala Desa Tirta Kencana, Rimbo Bujang, sebagaimana dikutip Tribun Jambi (25/8/2025).

Sebagai informasi, kawasan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) VI Rimbo Bujang telah dipecah menjadi dua desa, yakni Tirta Kencana dan Mekar Kencana. Adapun orangtua Dwi Hartono tinggal di wilayah yang kemudian masuk Mekar Kencana.

Kontras antara citra dermawan dan tuduhan sebagai otak pembunuhan inilah yang membuat masyarakat Rimbo Bujang terkejut. Sebagian menolak percaya, sementara sebagian lain memilih menunggu proses hukum berjalan.

Namun di sini pulalah ada satu titik yang menarik untuk dikupas lebih dalam. Apakah pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih ada kaitannya dengan gaya hidup berbiaya tinggi yang biasa ditampilkan Dwi Hartono?

Flexing: Kilau Kemewahan nan Memikat

Gaya hidup mewah Dwi Hartono menjadi contoh nyata fenomena flexing, yaitu menampilkan kekayaan secara mencolok sebagai simbol status sosial. Mengundang artis terkenal, pesta jor-joran, kendaraan pribadi mewah, hingga media sosial yang dipenuhi foto glamor, semuanya memperkuat citra flamboyan yang sulit diabaikan.

Fenomena flexing tidak hanya terjadi di kota besar; di daerah dengan ekonomi menengah, visual kemewahan bisa menjadi magnet perhatian. Flexing mempengaruhi persepsi masyarakat, memunculkan rasa kagum, dan terkadang aspirasi untuk mengikuti gaya hidup serupa.

Di sisi lain, flexing menuntut pengeluaran tinggi. Bahkan mungkin masuk kategori amat sangat tinggi.

Menjaga citra flamboyan berarti arus kas harus lancar. Aktivitas jor-joran, penyelenggaraan pesta besar, dan pemeliharaan aset mewah membutuhkan biaya besar yang konsisten. Jika tidak diimbangi manajemen finansial yang cermat, gaya hidup ini dapat menjadi tekanan tersendiri.

Di sinilah lubang besar nan dalam kerap menjerat para pelaku flexing. Jebakannya adalah ketika arus pemasukan tidak mampu lagi menopang gaya hidup yang ingin dipertahankan,dan ditampilkan.

Itulah kenapa sejumlah pengamat keuangan menekankan pentingnya menyeimbangkan antara citra dan realitas finansial. Visual glamor tidak selalu mencerminkan stabilitas usaha atau integritas. Justru terkadang terjadi sebaliknya, apa yang ditampilkan justru untuk menutup-nutupi apa yang sebenarnya terjadi.

Dalam kebanyakan kasus yang sudah terjadi, para pelaku flexing berujung pada terungkapnya kasus kriminal yang menjerat mereka. Mulai dari penipuan, penggelapan, hingga penganiayaan berat yang membuat korbannya meninggal dunia.

Tanpa mengabaikan praduga tak bersalah, Dwi Hartono bisa masuk dalam daftar panjang ini.

Risiko Tinggi

Ramainya pelaku flexing terjerat kasus hukum tentu menimbulkan pertanyaan: bagaimana bisa? Bukankah mereka sosok-sosok sukses secara finansial yang seharusnya tinggal menikmati hidup?

Jawabannya sudah disinggung tadi: visual glamor tidak selalu mencerminkan stabilitas usaha atau integritas seseorang. Justru terkadang yang terjadi sebaliknya, apa yang ditampilkan justru untuk menutup-nutupi apa yang sebenarnya terjadi.

Ekonomi perayaan seperti yang ditunjukkan Dwi Hartono dan pelaku flexing lain menuntut arus kas (cashflow) yang stabil. Bila arus kas terguncang—karena proyek seret, piutang macet, atau biaya promosi menumpuk—risiko friksi bisnis meningkat.

Dalam kasus Dwi, laporan-laporan media yang menyebut keterlibatan figur debt collector dalam klaster inisiator—meski belum final—membuat spektrum konflik finansial patut diperhatikan lebih dalam. Terlebih korbannya adalah seorang kepala cabang pembantu sebuah bank.

Di hulu, BRI sebagai institusi perbankan beroperasi dengan tekanan pengelolaan kredit: target ekspansi, pembinaan, dan penagihan. Perjumpaan antara target bank, debitur, pihak ketiga penagihan, dan jejaring bisnis informal kerap melahirkan garis abu-abu.

Karena itu, klarifikasi apa relasi Dwi dengan jaringan penagihan—jika ada—serta apakah ada sengketa bisnis/perbankan dengan korban menjadi titik krusial untuk mengungkap motif.

Oya, penting digarisbawahi bahwa status Dwi masih tersangka. Asas praduga tak bersalah berlaku sampai ada putusan berkekuatan hukum tetap dari pengadilan.

Terlepas dari itu, kasus ini memunculkan refleksi sosial: gaya hidup glamor yang dipamerkan di media sosial atau kampung halaman bukanlah tolok ukur keberhasilan maupun integritas. Kejadian yang menimpa Dwi Hartono menjadi pengingat agar masyarakat, khususnya generasi muda, jangan terlalu mudah terpesona oleh kemewahan yang ditampilkan di permukaan.

Yang lebih penting lagi, cerita Dwi juga menjadi pelajaran tentang kewaspadaan finansial dan manajemen gaya hidup. Menjadi flamboyan boleh saja, tapi tetap harus memperhatikan kapasitas ekonomi nyata. Kesuksesan yang ditampilkan melalui flexing seharusnya dibarengi dengan stabilitas finansial dan perencanaan jangka panjang, bukan semata demi mengejar simbol status.

Kasus Dwi Hartono bisa kita jadikan pengingat bahwa kehidupan glamor bisa memukau, tetapi manajemen finansial, integritas, dan perilaku bertanggung jawab tetap menjadi fondasi kesuksesan yang sejati. Jadi, bijaklah menilai kemewahan yang terlihat, jangan terlalu mudah terpesona, dan selalu utamakan keseimbangan hidup dan keuangan.

Sebagai seorang jawa, Dwi Hartono mungkin lupa pada dua kata bijak leluhur: 1) Nrima ing pandum (ikhlas menerima apa yang diberikan Gusti Kang Maha Agung), dan 2) Urip iku sawang-sinawang (setiap orang memiliki suka-dukanya sendiri.)

Dua Sisi Dwi Hartono, “Crazy Rich” Rimbo Bujang Tersangka Otak Pembunuhan Kacab BRI di Jakarta

BAHAR POS – Rasanya tak ada yang menduga jika kasus pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta (MIP) nun jauh di Jakarta memiliki kaitan dengan sebuah daerah perkebunan karet di tengah-tengah Jambi. Terlebih yang terkait adalah satu sosok yang selama ini dikenal sebagai seorang crazy rich nan dermawan.

Sebagaimana ramai diberitakan media nasional beberapa hari terakhir, MIP diculik beberapa orang di area parkir Kantor Pusat PT Lotte Mart Indonesia di Ciracas, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8/2025) siang. Keesokan harinya, Kepala Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih itu ditemukan tewas dengan kedua tangan dan kaki terikat, sedangkan mata terlilit lakban.

Kepolisian bergerak cepat dan berhasil menangkap para pelaku penculikan. Tiga pelaku dibekuk di Jakarta, sedangkan satu lagi di bandara Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Inisial AT, RS, RAH ditangkap di Jalan Johar Baru III No. 42, Jakarta Pusat, sementara inisial RW ditangkap saat tiba di bandara NTT untuk melarikan diri,” kata Kasubdit Reserse Mobile Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Resa Fiardi Marasabessy dalam keterangannya, Kamis (21/8/2025) lalu, seperti dikutip Tempo.co.

Dua hari berselang, Kepolisian kembali melakukan penangkapan terhadap empat pelaku yang diduga menjadi otak kejahatan tersebut. Tiga orang diringkus di Solo, Jawa Tengah, sedangkan yang seorang lagi ditangkap di daerah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

“Empat orang aktor intelektual pelaku penculikan dan atau pembunuhan kepala cabang BRI,” kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Abdul Rahim dalam keterangannya, Ahad (24/8/2025). 

“Pelaku berinisial DH, YJ dan AA ditangkap Sabtu, tanggal 23 Agustus 2025, pukul 20.15 WIB, di daerah Solo, Jawa Tengah,” lanjut Abdul Rahim.

Sehari berikutnya, polisi menangkap tersangka C di PIK pada sekitar pukul 15.30 WIB.

Anak Trans Panutan

Pelaku berinisial DH inilah yang kemudian mengagetkan warga Jambi. Pasalnya, kemudian diketahui jika itu adalah inisial dari Dwi Hartono, seorang crazy rich asal Desa Mekar Kencana (Unit 6), Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.

Bagi warga Rimbo Bujang, kabar penangkapan Dwi bak petir di siang bolong. Tak ada yang menyangka, sebab lelaki berusia 35 tahun itu selama ini dikenal sebagai sosok flamboyan yang menonjol di kampung halamannya.

Julukan “crazy rich Rimbo Bujang” melekat pada Dwi karena gaya hidupnya yang mewah. Ia beberapa kali terlihat bepergian dengan helikopter, sesuatu yang jarang terjadi di sebuah kecamatan perkebunan di pedalaman Jambi.

Dwi juga dikenal kerap mengundang artis ibukota untuk hadir dalam hajatan atau acara besar di Tebo. Ia pernah menanggap penyanyi dangdut Via Vallen dalam sebuah acara.

Lalu Dwi pernah pula mengundang Wika Salim dalam acara ulang tahun sekolah di mana dulu ia pernah menjadi peserta didik. Begitu juga penceramah nasional Ustad Zaky Mirza.

Keberhasilannya mengundang nama-nama tenar tadi membuat Dwi kian populer di Rimbo Bujang. Bukan saja sebagai pengusaha sukses, tetapi juga sebagai figur yang gemar menampilkan sesuatu yang berbeda.

Meski kesan flamboyan lekat padanya, tetapi Dwi tidak menjaga jarak dari masyarakat. Di mata sebagian warga, Dwi justru dikenal sebagai sosok dermawan.

Dwi tercatat sering memberi bantuan sosial, baik untuk kegiatan desa maupun anak-anak sekolah yang membutuhkan dukungan. Belum lama ia memberi beasiswa pada seorang korban pemerkosaan yang sempat viral.

Kepala Desa Tirta Kencana yang mengenal baik keluarga Dwi Hartono menyebutkan, selama ini pria itu dipandang sebagai “anak muda berhasil” yang menjadi kebanggaan dan panutan anak muda Tebo.

“Dia sering bantu warga, terutama anak-anak yang kesulitan biaya sekolah. Makanya kami sangat kaget dengar kabar penangkapan ini. Tidak pernah terbayang,” ujar Joko, Kepala Desa Tirta Kencana, seperti dikutip Tribun Jambi (25/8/2025).

Jejak Usaha dan Keluarga

Dwi lahir dari keluarga yang memang sudah akrab dengan dunia usaha. Orang tuanya memiliki swalayan dan kebun karet yang terhitung luas di Rimbo Bujang. Cakupan usaha keluarganya terhitung besar di kawasan Tebo.

Berangkat dari sana, Dwi disebut-sebut melanjutkan bisnis keluarga sekaligus merintis usaha lain. Di Jakarta, ia tercatat membangun beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan aplikasi pendidikan digital dan trading.

Salah satu perusahaan Dwi adalah PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI), yang mengoperasikan platform Guruku. Berkat strategi membership fee murah, Guruku sukses menyeruak dalam persaingan dengan jenama lain yang lebih mapan.

Gambaran kesuksesan Dwi dapat terlihat dari kepemilikan rumah di kompleks mewah Perumahan Kota Wisata Cibubur. Beredar kabar jika ia setidaknya mempunyai dua properti di sana, yakni di Jalan San Fransisco Blok Q1 No. 8 dan 9.

Ditambah dengan seringnya ia mengundang artis-artis nasional ke Rimbo Bujang, reputasi Dwi sebagai pengusaha muda sukses cepat melejit. Apalagi dengan gaya hidupnya yang kerap menjadi buah bibir warga.

Semua ini membuat Dwi kerap diminta tampil sebagai motivator dalam seminar-seminar bisnis. Ia juga punya kanal YouTube yang berisi konten-konten motivasi bisnis.

Entah kaitan apa yang kemudian menyebabkan Dwi terlibat dalam pembunuhan MIP, Kepala Cabang Pembantu BRI di Cempaka Putih, Jakarta. Publik Tebo, khususnya warga Rimbo Bujang, rasa-rasanya akan terus mengikuti perkembangan kasus ini untuk mendapatkan jawaban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, menyatakan Dwi berperan sebagai pengendali dalam aksi yang merenggut nyawa MIP. Ia kini tengah diperiksa intensif bersama tiga orang lain yang juga ditangkap.

“Penyelidikan masih berjalan. Rangkaian peristiwa dan peran masing-masing tersangka akan segera kami sampaikan,” kata Hengki.

Dua Sisi

Kasus ini sekaligus membuka diskusi soal wajah ekonomi di daerah. Rimbo Bujang, yang dulunya adalah lokasi transmigrasi, pada umumnya bertumpu pada perkebunan karet dan sawit.

Sosok seperti Dwi Hartono menjadi langka: anak muda lokal yang mampu menembus kelas menengah atas di perantauan. Ia adalah contoh anak trans yang sukses di luar daerah. Itu sebabnya, masyarakat sekitar begitu cepat mengagungkan namanya.

Kini, ketika nama Dwi tersangkut kasus hukum, kebanggaan itu mulai berubah jadi kegamangan. Mungkin ada yang merasa ikut tercoreng, sebab mau tidak mau nama Tebo dan khususnya Rimbo Bujang ikut terbawa dalam pusaran kasus ini.

Namun demikian perjalanan kasus ini masih panjang. Penyidikan polisi terhadap Dwi bahkan baru mulai berjalan.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai motif yang melatarbelakangi dugaan pembunuhan terhadap MIP, Kepala Cabang BRI Cempaka Putih.

Apa yang terjadi pada Dwi Hartono memperlihatkan betapa cepatnya citra publik bisa berubah. Dalam hitungan hari, sosok yang sebelumnya dielu-elukan sebagai “crazy rich Rimbo Bujang” kini menjadi nama yang dikaitkan dengan kejahatan serius. Dari ikon kesuksesan, ia berubah menjadi tersangka pembunuhan.

Kontras inilah yang membuat kasus ini menyedot perhatian. Bukan hanya soal korban yang merupakan pejabat bank BUMN, tetapi juga tentang siapa tersangkanya: seorang anak daerah yang sempat menjadi inspirasi, kini harus menghadapi jeratan hukum paling berat.

Masyarakat Tebo masih terbelah antara percaya dan tidak percaya. Namun, satu hal pasti: nama Dwi Hartono kini tercatat bukan lagi semata sebagai pengusaha flamboyan, melainkan juga sebagai figur kontroversial yang nasib hukumnya akan menentukan bagaimana ia dikenang di kampung halamannya.

Viral Rekaman CCTV Pria Misterius Jatuhkan Celana Dalam di Warung Ayam Geprek Jambi Timur

BAHAR POS – Sebuah warung ayam geprek di Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, digegerkan ulah seorang pria tak dikenal yang menjatuhkan celana dalam di depan warung, Sabtu (23/8/2025) sore. Aksi aneh tersebut terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.

Pemilik warung, Wita (26), mengaku tak tahu siapa pria tersebut. Yang jelas ia serta karyawannya terkejut mendapati celana dalam tersebut.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan Taruma Negara, RT 16 Kelurahan Tanjung Sari, tepat di depan Masjid Nurul Hidayah. Saat itu Wita sedang beres-beres di dapur ketika karyawannya menemukan pakaian dalam pria berwarna abu-abu tergeletak di depan pintu.

“Awalnya saya tidak tahu apa yang terjadi. Saat saya diberitahu karyawan, saya keluar dan melihat ada celana dalam di depan warung. Saya sedikit syok,” kata Wita, Ahad (24/8/2025).

Wita kemudian memeriksa rekaman CCTV. Dari video terlihat seorang pria berusia sekitar 40-an tahun, memakai helm dan masker, membeli makanan sebelum meninggalkan celana dalam tersebut.

“Dari postur tubuhnya terlihat dewasa, tapi saya tidak mengenalnya. Hanya mata yang kelihatan,” jelasnya.

Khawatir akan dampak buruk, Wita bersama keluarganya memutuskan membakar celana dalam itu.

“Saya hanya bisa berdoa dan meminta perlindungan dari Allah agar usaha saya tetap lancar dan keluarga dijauhkan dari hal-hal buruk,” ujarnya.

Hingga kini, identitas pelaku masih belum diketahui. Wita berharap kejadian serupa tidak terulang.

Media Guna-Guna?

Fenomena penggunaan benda pribadi dalam praktik sihir bukan hal baru di masyarakat Nusantara. Dalam kajian antropologi, benda-benda yang melekat pada tubuh seseorang diyakini menyimpan “jejak energi” pemiliknya, sehingga bisa dipakai dalam ritual tertentu.

Dalam tradisi masyarakat di sejumlah daerah Indonesia, benda pribadi seperti pakaian dalam, rambut, atau potongan kuku kerap diyakini dapat dijadikan sebagai “media penghubung” untuk praktik ilmu hitam. Kepercayaan ini masih bertahan hingga kini, meski tidak semua kalangan meyakininya.

Masih berdasarkan keyakinan sama, pembakaran seperti yang dilakukan Wita adalah langkah pencegahan yang memang harus dilakukan. Tujuannya untuk menangkis pengaruh negatif yang dikirimkan melalui benda tersebut.

Meski sulit dibuktikan secara ilmiah, kisah-kisah tentang guna-guna dengan media celana dalam atau pakaian masih sering terdengar. Hal inilah yang membuat reaksi cepat warga di Jambi Timur dianggap wajar, terlebih saat menemukan benda itu di lokasi yang tak seharusnya.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan pada praktik mistis masih kuat di tengah kehidupan modern.

Tebo Geger! Tersangka Otak Pembunuhan Kacab BRI di Jakarta Ternyata ‘Crazy Rich’ Rimbo Bujang

BAHAR POS – Salah satu tersangka otak pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI, Mohamad Ilham Pradipta (MIP, 37), di Jakarta ternyata crazy rich Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo. Netizen Jambi pun geger.

Seperti yang menjadi sorotan media nasional dalam beberapa hari terakhir, MIP diculik beberapa pria di sebuah area parkir di kawasan Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025) sore WIB. Keesokan harinya, korban ditemukan tewas oleh warga di Kampung Karangsambung, RT9 RW4, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Polisi mengonfirmasi jika jasad yang ditemukan adalah MIP. Keadaan korban sangat mengenaskan, dengan kedua tangan dan kaki terikat, sedangkan mata terlilit lakban.

Tak sampai 24 jam, aparat kepolisian berhasil membekuk empat tersangka penculikan. Mereka diamankan di dua tempat berbeda; tiga pelaku berinisial AT, RS, dan RAH di Jl. Johar Baru III No. 42, Jakarta Pusat, sedangkan tersangka RW di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Sehari berselang, kepolisian kembali menangkap empat tersangka pelaku lain. Masing-masing berinisial AA, C, DH, dan YJ yang ditangkap di dua lokasi berlainan.

“Pelaku berinisial DH, YJ dan AA ditangkap Sabtu, tanggal 23 Agustus 2025, pukul 20.15 WIB, di daerah Solo, Jawa Tengah,” kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, Abdul Rahim dalam keterangannya, Ahad (24/8/2025).

Sementara pelaku berinisial C ditangkap keesokan harinya pada pukul 15.30 WIB di daerah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Polisi membedakan kedelapan pelaku dalam dua klaster. Empat tersangka sebelumnya, yakni AT, RAH, dan RS, masuk klaster eksekutor penculikan. Sedangkan AA, C, DH, dan YJ masuk klaster mastermind atau otak perencana kejahatan.

Salah satu pelaku dalam klaster otak alias dalang inilah yang menggegerkan netizen Jambi, khususnya warga Kabupaten Tebo. Terutama sekali penduduk Unit 6 (Desa Tirta Kencana dan Mekar Kencana), Kecamatan Rimbo Bujang.

Crazy Rich Doyan Flexing

Pelaku berinisial DH kemudian diketahui bernama lengkap Dwi Hartono. Sosok ini sejak lama dikenal sebagai crazy rich Rimbo Bujang dan menjadi role model anak muda setempat.

Nama Dwi Hartono terkenal karena media sosialnya dipenuhi aksi flexing alias pamer kekayaan. Dalam satu unggahan di akun Instagram-nya, @klanhartono, pada Januari lalu, ia memamerkan setumpuk gepokan uang berwarna merah dan biru.

Menilik pada tingginya tumpukan gepokan uang merah saja, yang dipamerkan Dwi dalam unggahan tersebut diperkirakan berjumlah miliaran rupiah. Meski caption-nya bernada memotivasi, sulit untuk tidak melihatnya sebagai tindakan pamer alias flexing.

Pada September 2021, Dwi mengunggah video dirinya tengah melakukan test ride helikopter. Narasi yang diberikan kala itu, lelaki kelahiran 6 Oktober 1985 tersebut hendak membeli helikopter.

Dwi juga kerap mengunggah momen ketika dirinya sedang mengendarai mobil mewah. Juga berlibur ke luar negeri, misalnya ketika mengunjungi jembatan kaca di Gunung Tianmen, di Taman Nasional Zhangjiajie, Provinsi Hunan, Tiongkok.

Di kampung halamannya, Dwi beberapa kali jadi pusat pemberitaan karena mendatangkan pesohor-pesohor asal ibukota. Ia, misalnya, pernah mengundang Via Vallen untuk menghibur warga Rimbo Bujang pada 5 Juli 2018.

Kedatangan Via Vallen di Lapangan Kolim Unit VI itu membuat geger lantaran acaranya ‘hanyalah’ sunatan. Dwi selaku pemilik hajatan tengah mengkhitan puteranya yang memiliki nama mirip si penyanyi, Valens.

Lalu Dwi juga pernah mengundang Wika Salim dan Ustadz Zaky Mirza dalam acara reuni akbar sekolah tempatnya dulu belajar pada 18 September 2022. Dalam kesempatan itu pula namanya kian harum sebagai pengusaha sukses asal Rimbo Bujang, Tebo.

Pengembang Aplikasi Pendidikan

Di perantauan, Dwi tercatat tinggal di kompleks Perumahan Kota Wisata Cibubur. Ia dikabarkan setidaknya mempunyai dua properti di sana, yakni di Cluster San Fransisco Blok Q1 No. 8 dan 9.

Melongok lokapasar penjualan rumah, harga satu unit dengan luas tanah 300 m² dan memiliki 4 kamar tidur di Cluster San Francisco berada di kisaran Rp3,9 miliar. Bagi warga Rimbo Bujang, angka tersebut setara dengan 4-5 kapling sawit seluas 8-10 hektar.

Salah satu rumah mewah tersebut difungsikan sebagai kantor PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI), perusahaan pengembang aplikasi pendidikan online dengan jenama Guruku. Dari pantauan di Google PlayStore, tercatat baru ada total seribuan pengunduh dengan rating 4.2 bintang dari 11 pengulas.

Dwi juga tercatat mempunyai PT Hartono Mandiri Makmur yang berfokus pada pengembangan perangkat lunak dan aplikasi digital. Guruku sangat boleh jadi dikembangkan oleh perusahaan ini, tetapi dioperasikan di bawah bendera PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia.

Pendek kata, Dwi Hartono diprofilkan sebagai seorang pengusaha muda sukses asal Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi. Semua ini membuat Dwi kerap diminta tampil sebagai motivator dalam seminar-seminar bisnis. Ia juga punya kanal YouTube yang berisi konten-konten motivasi bisnis.

Entah kaitan apa yang kemudian menyebabkan Dwi terlibat dalam pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Pembantu BRI di Cempaka Putih, Jakarta. Publik Tebo, khususnya warga Rimbo Bujang, rasa-rasanya akan terus mengikuti perkembangan kasus ini untuk mendapatkan jawaban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, menyatakan Dwi berperan sebagai pengendali dalam aksi yang merenggut nyawa MIP. Ia kini tengah diperiksa intensif bersama tiga orang lain yang juga ditangkap.

“Penyelidikan masih berjalan. Rangkaian peristiwa dan peran masing-masing tersangka akan segera kami sampaikan,” kata Hengki.