Author Archives: Admin

Gubernur Jambi Dukung Tarif Rp 2 Juta untuk Terbangkan Drone di Gunung Kerinci

BAHAR POS – Gubernur Jambi, Al Haris, menyatakan dukungan terhadap kebijakan pengenaan tarif Rp 2 juta untuk menerbangkan drone di kawasan Gunung Kerinci. Menurutnya, ketentuan itu datang dari pusat, jadi daerah akan mematuhinya.

“Kalau sudah Pemerintah yang membuat [peraturan], tentu ada dasar,” ujar Al Haris saat memberikan keterangan di Kota Jambi, Sabtu (6/9/2025), sebagaimana dilansir Antara.

Gubernur menambahkan, kalau memang ada hal yang mendesak, pengelola Taman Nasional Kerinci Seblat pasti mau memberi dispensasi.

“Namun demikian saya kira nanti, lihat apa kebutuhan. Kalau kebutuhan penting, saya kira segitu tidak masalah dengan penerapan tersebut,” imbuh Al Haris.

Kebijakan tarif drone itu sebelumnya telah ditegaskan oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS). Kebijakan tersebut berlandaskan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2024 serta Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 12 Tahun 2025.

Menurut aturan tersebut, setiap pendaki atau pengunjung yang ingin menerbangkan drone di puncak gunung-gunung tertentu, termasuk Gunung Kerinci, diwajibkan membayar Rp 2 juta sebagai PNBP.

Aturan turut mengatur lokasi penerbangan drone yang hanya diizinkan. Yakni hanya dalam radius tiga kilometer dari puncak, yang di kalangan pendaki dikenal sebagai kawasan Puncak Indrapura.

Hal ini merujuk pada imbauan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menilai kawasan di luar radius tersebut memiliki potensi bahaya tinggi bagi keselamatan pengunjung.

Gubernur Al Haris menyatakan bahwa sebagai perwakilan pemerintah provinsi, pihaknya siap mendukung implementasi kebijakan yang didasari kebutuhan dan aturan jelas, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem serta keamanan di kawasan Gunung Kerinci.

Secara implisit, Gubernur meminta agar setiap pemangku kepentingan mengutamakan keberlanjutan dan keselamatan dalam penerapan kebijakan tersebut.

Sebelumnya, komunitas drone di Jambi menyesalkan aturan baru tersebut. Ketua Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Jambi, Lutfi, menegaskan komunitasnya sejak awal tidak pernah sepakat dengan regulasi tersebut.

Menurut Lutfi, kebijakan itu terlalu membebani komunitas, pendaki, hingga konten kreator yang ingin mempromosikan keindahan alam Kerinci.

“Sebenarnya, kami sejak awal tidak sepakat dengan kebijakan itu, dan kami juga sudah audiensi, meminta agar kebijakannya tidak diterapkan, tetapi ternyata sudah berlaku, termasuk di Gunung Kerinci,” katanya, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (3/9/2025).

“Mengapa kami kurang setuju? Karena penggunaan drone itu sebenarnya, pertama untuk membantu wisata di tempat tersebut (Gunung Kerinci) lebih dikenal orang,” tambahnya.

Viral Video Pria Diduga Lecehkan Anak di Masjid At-Taqwa Kota Jambi

BAHAR POS – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi pelecehan seksual terhadap anak di sebuah masjid di Kota Jambi viral di media sosial. Rekaman itu diunggah akun Instagram @jambihits_id dan ramai dibagikan warganet sejak Sabtu (6/9/2025).

Dalam unggahan tersebut disebutkan peristiwa terjadi pada Jumat (5/9/2025) sekitar pukul 18.00 WIB di Masjid At-Taqwa, Kelurahan Donorejo, Pasir Putih, Kota Jambi. Video memperlihatkan seorang pria dewasa mengenakan celana hitam dan bertopi memasuki halaman masjid, diikuti tiga anak perempuan.

Menurut keterangan dalam unggahan akun Instagram tadi, pria tersebut berpura-pura menanyakan lokasi WC masjid dan meminta anak-anak tersebut mengantarkan. Namun sesampainya di teras samping masjid, pelaku langsung memeluk salah seorang anak yang mengenakan kerudung putih bermotif bintik hitam.

“Pelaku bahkan menciuminya berkali-kali,” tulis akun @jambihits_id.

Dua teman korban panik dan berteriak meminta tolong, tetapi pelaku tidak menghentikan perbuatannya. Narasi akun itu juga menyebut pelaku sempat menarik korban masuk ke dalam WC masjid.

“Teman korban kemudian berusaha menolong korban dengan mengikutinya menuju WC masjid sambil tetap berteriak minta tolong,” lanjut unggahan tersebut.

Diduga khawatir aksinya diketahui warga, pelaku akhirnya melepaskan korban dan kabur. Dalam video, pria itu terlihat berlari keluar area masjid lalu mengendarai sepeda motor yang terparkir di luar pagar.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas maupun keberadaan terduga pelaku. Kasus ini memicu keresahan warga sekitar yang berharap aparat segera melakukan penyelidikan.

30 Mahasiswa Unja Terima Beasiswa Sawit, Disiapkan Jadi Tenaga Ahli Hilirisasi

BAHAR POS – Universitas Jambi (Unja) memperkuat langkahnya dalam mendukung pengembangan industri sawit nasional. Melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Hotel Movenpick Jakarta, 20 Agustus 2025 lalu, Unja resmi menjalin kolaborasi strategis yang menempatkan pendidikan sebagai kunci utama hilirisasi sawit.

Dalam kerja sama ini, BPDPKS memberikan beasiswa penuh kepada 30 mahasiswa Program Studi D3 Analis Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unja. Bantuan itu mencakup biaya pendidikan, sertifikasi, hingga biaya hidup dan transportasi selama tiga tahun masa studi.

Program ini akan mulai berjalan pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026.

Kehadiran beasiswa sawit ini tidak hanya meringankan mahasiswa, tetapi juga dinilai menjadi langkah penting dalam menjawab kebutuhan tenaga ahli di sektor hilirisasi sawit. Kompetensi lulusan analis kimia dianggap vital untuk mengolah produk sawit menjadi komoditas bernilai tambah tinggi, sejalan dengan agenda besar pemerintah.

Kaprodi D3 Analis Kimia Unja, Dhian Eka Wijaya, S.Si., M.Si., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menegaskan, program beasiswa sawit dari BPDPKS sangat berarti bagi prodi yang ia pimpin.

“Beasiswa ini sangat penting demi keberlangsungan Prodi D3 Analis Kimia. Selain itu, beasiswa ini juga sangat relevan bagi kami karena proses hilirisasi, terkait kelapa sawit yang sangat memerlukan tenaga siap kerja dari lulusan analis kimia,” ujarnya, Jumat (5/9/2025) lalu.

Menurut Dhian, keberhasilan pelaksanaan di tahun pertama akan menjadi tolok ukur keberlanjutan kerja sama di masa depan. Ia berharap dukungan universitas dalam menyediakan sarana dan prasarana yang lebih baik, terutama peralatan laboratorium untuk menunjang praktikum mahasiswa.

“Saya berharap kerja sama tetap berlanjut di tahun berikutnya. Oleh karena itu, kami dari Prodi sangat butuh support Unja, terutama untuk menyiapkan kemampuan teknis mahasiswa karena peralatan laboratorium saat ini masih minim,” tambahnya.

Bagi BPDPKS, kemitraan dengan Unja bukanlah sekadar pemberian beasiswa, tetapi juga investasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas SDM sawit. Pemilihan Unja, khususnya Program D3 Analis Kimia, disebut melalui pertimbangan matang mengingat potensi lulusannya yang bisa langsung bersentuhan dengan kebutuhan industri.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model bagi perguruan tinggi lain. Dengan keterlibatan institusi pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah, Indonesia diyakini mampu menghadirkan generasi muda yang kompeten, siap bersaing, sekaligus mendukung keberlanjutan industri strategis kelapa sawit.

Tentang Beasiswa Sawit

BPDPKS sendiri terus konsisten mendukung peningkatan kualitas SDM di sektor kelapa sawit melalui pemberian beasiswa. Untuk tahun 2025 ini, badan di bawah Kementerian Keuangan tersebut menganggarkan dana sebesar total Rp705,6 miliar untuk membiayai calon-calon tenaga ahli industri sawit.

Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman menjelaskan, dana ratusan miliar tersebut akan dikucurkan pada 4.000 penerima di seluruh Indonesia. Mereka adalah peserta didik di 41 lembaga pendidikan yang telah menjadi mitra resmi penyaluran beasiswa sawit.

“Dukungan pendanaan ini diberikan untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari D1, D2, D3, D4 hingga S1, dengan total tujuh puluh satu program studi,” jelas Eddy dalam acara penandangan kerja sama bersama mitra, salah satunya Unja, di Jakarta, 20 Agustus 2025.

Dari Jambi, selain Prodi D3 Analis Kimia Unja, ada Politeknik Jambi (Poljam) sebagai lembaga yang menjadi mitra resmi penyaluran beasiswa sawit BPDPKS. Total disediakan 120 kuota bagi pelamar yang ingin mendaftar di lembaga pendidikan ini.

Rinciannya adalah 60 orang pada program studi Teknik Mesin (D3). Lalu masing-masing 30 orang pada program studi Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Alat Berat (D4) dan Teknik Elektronika (D3).

SustainPalm Project, Jejak Inovasi Sawit yang Memberikan Harapan Baru bagi Petani

BAHAR POS – SustainPalm Project, sebuah inisiatif yang melibatkan universitas di Indonesia dan Belanda, resmi berakhir setelah tiga tahun berjalan. Meski program ini tak lagi berlanjut, warisan dan ide besarnya diharapkan tetap dapat berjalan.

Berakhirnya proyek ini ditandai dengan SustainPalm Annual Meeting yang diadakan di IPB International Convention Center, Botani Square Bulding, Kota Bogor, Senin (2/9/2025) lalu.

Sejumlah tamu kehormatan hadir dalam acara ini. Di antaranya Dida Gardera dari Kemenko Perekonomian, Joost van Uum dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Prof Jan Verhagen selaku Program Manager SustainPalm Project, serta perwakilan dari beberapa mitra perguruan tinggi dalam negeri.

Acara ini menjadi momen penting yang bukan sekadar menutup perjalanan panjang proyek kolaborasi dua negara, melainkan juga menegaskan warisan yang ingin ditinggalkan: inovasi untuk keberlanjutan perkebunan sawit di Indonesia.

Rektor IPB University, Prof. Arif Satria, dalam sambutannya menegaskan arah besar proyek ini.

“SustainPalm adalah perjalanan bersama yang membuktikan bahwa sektor sawit dapat menjadi penopang kehidupan sekaligus menjaga bumi bagi generasi mendatang. Walaupun proyeknya berakhir, semangat kolaborasi dan nilai-nilai keberlanjutan harus terus hidup, menjadi fondasi kebijakan, memperkuat komunitas, dan mengakar dalam DNA industri sawit Indonesia,” ucapnya, seperti dikutip laman resmi IPB University.

Didukung Kerajaan Belanda

Proyek SustainPalm lahir dari kolaborasi antara IPB University, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Wageningen University and Research (WUR), serta Van Hall Larenstein University of Applied Sciences (VHL) Belanda.

Didukung pula oleh pemerintah Belanda dan Kemenko Perekonomian RI, proyek ini dirancang untuk menjawab tantangan sawit yang kerap terjebak stigma negatif: deforestasi, konflik lahan, hingga isu kesejahteraan petani.

Keterlibatan Belanda tak sekadar transfer ilmu. Ada proses bersama merancang metodologi riset, menciptakan sistem Living Labs, dan membangun Communities of Practice (CoPs). Model ini memungkinkan peneliti, petani, pelaku usaha, dan pemerintah duduk bersama, lalu menguji inovasi di lapangan secara langsung.

Salah satu inovasi yang banyak disorot adalah Sistem Integrasi Sapi–Kelapa Sawit (SISKA). Melalui pendekatan ini, petani bisa memanfaatkan kebun sawit bukan hanya untuk produksi tandan buah segar, tetapi juga sebagai padang penggembalaan sapi.

Hasilnya adalah sebuah lingkaran yang menguntungkan baik bagi hewan ternak, tanaman, serta petani. Karena dengan strategi ini limbah sawit dapat dikonversi menjadi pakan ternak, sementara kotoran sapi menjadi pupuk alami.

Tak hanya itu, praktik intercropping atau tumpangsari juga dikembangkan. Petani diajak menanam tanaman pangan atau hortikultura di sela kebun sawit.

Cara ini membantu diversifikasi pendapatan, menjaga ketahanan pangan lokal, sekaligus memperkaya ekosistem kebun. Sebuah pendekatan yang tak hanya menguntungkan petani, tetapi juga ekosistem dalam kebun.

Dua pendekatan tersebut, yakni SISKA dan intercropping, dipandang memberi petani peluang meningkatkan nilai tambah lahan tanpa mengorbankan keberlanjutan. Pandangan ini sejalan dengan kontribusi mitra penelitian seperti Balit Palma dalam proyek SustainPalm.

Bagi IPB University, proyek ini juga menjadi sarana menegaskan peran riset dalam menjawab isu global.

“Salah satu fokus kami adalah memanfaatkan limbah sawit menjadi produk bernilai guna. From waste to wealth, sebagai bagian dari pendekatan circular economy,” kata Prof. Arif Satria.

Di sisi lain, komunitas petani yang terlibat dalam Living Labs mengaku mendapat pengalaman berharga. Mereka bukan lagi sekadar objek penelitian, melainkan bagian aktif dalam pengambilan keputusan.

Di sinilah Communities of Practice menemukan makna: pengetahuan yang dibangun bersama, bukan diturunkan sepihak.

Harapan Setelah Proyek Berakhir

SustainPalm resmi berakhir di 2025, tetapi para mitra berharap nilai-nilai yang ditanam tetap hidup. Proyek ini memang punya batas administratif, tetapi model Living Labs dan CoPs diyakini bisa menjadi rujukan nasional untuk berbagai komoditas lain, tidak hanya sawit.

Pihak Belanda melalui perwakilan Wageningen University menegaskan, keberlanjutan proyek bukan hanya soal dana, melainkan tentang menjaga jejaring pengetahuan yang sudah terbentuk. Keterhubungan antar universitas, petani, dan pembuat kebijakan harus terus dipelihara.

Sementara itu, Kemenko Perekonomian menyambut baik capaian SustainPalm, terutama karena selaras dengan upaya pemerintah mendorong sawit berkelanjutan melalui skema ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Bagi sebagian pihak, SustainPalm mungkin hanya satu dari sekian banyak proyek kolaborasi internasional. Namun bagi petani yang merasakan langsung manfaatnya, ini adalah tonggak penting.

Dari limbah menjadi nilai tambah, dari monokultur menuju diversifikasi, dari stigma menuju pengakuan bahwa sawit bisa berkelanjutan. Seperti yang ditegaskan Prof. Arif Satria di penghujung acara.

“Warisan terbesar SustainPalm bukan hanya laporan penelitian, melainkan jejaring manusia yang percaya bahwa sawit bisa dikelola dengan bijak. Inilah optimisme yang harus terus dirawat.”

Dengan semangat itu, meski SustainPalm menutup babak formalnya, harapan besar yang diusungnya justru baru dimulai: sawit Indonesia yang lebih inklusif, inovatif, dan lestari.

Gubernur Al Haris: Potensi Wisata Jambi Besar, Bisa Lebih Oke dengan Peningkatan Infrastruktur

BAHAR POS – Sektor pariwisata Provinsi Jambi mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2024. Lebih dari 5 juta wisatawan nusantara dan 12 ribu wisatawan mancanegara tercatat berkunjung ke Bumi Angso Duo.

Gubernur Al Haris menilai angka ini sebagai sinyal kuat bahwa Jambi memiliki daya tarik wisata besar. Bahkan bisa menjadi salah satu tujuan favorit di Pulau Sumatra.

“Ini adalah sinyal bahwa Jambi punya potensi besar sebagai destinasi unggulan di Pulau Sumatera,” ujar Gubernur Jambi Al Haris, sebagaimana dikutip Jambi Ekspres, Rabu (3/9/2025).

Meski jumlah kunjungan wisatawan menggembirakan, Al Haris menekankan bahwa penguatan infrastruktur, terutama transportasi udara, sangat penting untuk mengangkat pariwisata Jambi ke level yang lebih tinggi.

“Oleh karena itu, potensi besar ini pasti ada dengan peningkatan bandara kita. Runway bandara kita ini kalau ditambah lagi 300 meter, saya yakin kunjungan wisata akan meningkat di Jambi,” tegasnya.

Ia juga menekankan perlunya sinergi berbagai pihak dalam mengembangkan pariwisata daerah. Menurutnya, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat harus bergerak bersama agar kawasan wisata unggulan Jambi mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

Berdasarkan data Pemprov Jambi, tiga daerah yang paling banyak menyedot wisatawan pada 2024 adalah Kabupaten Bungo, Kota Jambi, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Pemerintah Provinsi Jambi memastikan akan terus mendukung pembangunan infrastruktur, promosi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata. Dengan langkah itu, Al Haris optimistis Jambi akan menjelma menjadi destinasi favorit di wilayah barat Indonesia.

Di tingkat kabupaten, belum lama Bupati Sarolangun H. Hurmin, SE juga menegaskan tekad untuk mengembangkan beberapa gua karst di Kecamatan Limun sebagai destinasi wisata berbasis minat khusus. Pemkab Sarolangun telah mengamati mana saja yang bakal dijadikan prioritas.

“Sebaran gua-gua di Sarolangun jumlahnya cukup banyak, memiliki keunikan masing-masing, sehingga diyakini bisa menarik kunjungan wisata minat khusus,” kata Hurmin di sela-sela kunjungan kerja di Kota Jambi, pada 24 Agustus 2025 lalu.

Hurmin mencontohkan, dua lokasi utama yang potensial untuk disiapkan adalah Goa Bukit Bulan dan Goa Bukit Tamulun. Keduanya diyakini memiliki potensi tinggi sebagai destinasi susur goa dan ekowisata berbasis alam.

“Pemerintah akan melihat goa mana yang menjadi prioritas pengembangan, setelah itu kita akan garap. Termasuk membuat acara untuk menarik wisatawan berkunjung ke Sarolangun,” imbuh Hurmin.

Empat Rumah di Gunung Kerinci Ludes Terbakar, Bupati Monadi Turun Langsung ke Lokasi

BAHAR POS – Kebakaran melanda Desa Siulak Deras Mudik, Kecamatan Gunung Kerinci, Kerinci, Jumat (5/9/2025) sore. Sedikitnya empat rumah warga hangus dilalap api dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

Tidak diketahui asal-usul terjadinya kebakaran. Warga tiba-tiba saja melihat kepulan asap yang membumbung tinggi dari arah permukiman.

Api dengan cepat membesar karena sebagian besar rumah di lokasi tersebut terbuat dari kayu. Warga pun berhamburan ke lokasi untuk membantu pemadaman.

Upaya pemadaman dilakukan bersama tim pemadam kebakaran yang menurunkan tiga unit mobil ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung dramatis karena api cepat merembet di tengah permukiman padat.

Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., turut hadir langsung di lokasi kebakaran. Ia bahkan terlihat ikut membantu tim Damkar dalam upaya pemadaman bersama warga sekitar.

“Kita harus bergerak cepat agar api tidak merembet ke rumah-rumah lain. Terima kasih kepada tim Damkar, masyarakat, dan semua pihak yang sudah saling bahu-membahu,” ujar Monadi di sela-sela upaya pemadaman, sebagaimana dipublikasikan laman resmi Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Menurut informasi, setidaknya empat rumah ludes terbakar dalam peristiwa ini. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Bupati menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah ini. Ia berjanji Pemkab Kerinci akan segera memberikan bantuan darurat kepada korban.

“Kita berharap masyarakat yang terkena musibah tetap tabah. Pemerintah Kabupaten Kerinci akan hadir untuk membantu,” janji Monadi.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Daftar Panjang Kebakaran

Kejadian di Kecamatan Gunung Kerinci ini menjadi insiden kebakaran yang kesekian di Provinsi Jambi dalam beberapa pekan terakhir. Pada 22 Agustus saja, setidaknya terjadi dua peristiwa di dua tempat berbeda.

Sebuah bedeng empat pintu di Kelurahan Wijayakusuma, Kota Jambi, hangus dilalap si jago merah pada 22 Agustus sore. Lalu hanya berselang beberapa jam, sebuah rumah ludes terbakar di Kelurahan Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Dua hari sebelumnya, kebakaran melanda dua tempat usaha di Kelurahan Jelutung, Kota Jambi. Satu orang mengalami luka bakar serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Insiden tersebut terjadi di kawasan Jl. Guru Mukhtar, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Api melahap sebuah bangunan yang menaungi dua tempat usaha, yakni rental gim Playstation dan klinik gigi.

Tidak diketahui apa penyebab kebakaran di Kuala Jambi, Tanjung Jabung Timur. Namun dua yang terjadi di Kota Jambi sama-sama disebabkan oleh tabung gas meledak.

APDI Jambi Sesalkan Aturan Tarif Rp 2 Juta untuk Terbangkan Drone di Gunung Kerinci

BAHAR POS – Komunitas drone di Jambi menyesalkan aturan baru yang diterapkan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Aturan tersebut mengenai tarif sebesar Rp 2 juta untuk setiap penerbangan pesawat nirawak di kawasan Gunung Kerinci.

Ketua Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Jambi, Lutfi, menegaskan komunitasnya sejak awal tidak pernah sepakat dengan regulasi tersebut. Ia menilai kebijakan itu terlalu membebani komunitas, pendaki, hingga konten kreator yang ingin mempromosikan keindahan alam Kerinci.

“Sebenarnya, kami sejak awal tidak sepakat dengan kebijakan itu, dan kami juga sudah audiensi, meminta agar kebijakannya tidak diterapkan, tetapi ternyata sudah berlaku, termasuk di Gunung Kerinci,” katanya, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (3/9/2025).

Lutfi mengingatkan, drone justru berperan besar dalam memperkenalkan potensi wisata suatu daerah. Terutama daerah pegunungan yang tidak semua orang bisa menjangkau, seperti Gunung Kerinci.

“Mengapa kami kurang setuju? Karena penggunaan drone itu sebenarnya, pertama untuk membantu wisata di tempat tersebut (Gunung Kerinci) lebih dikenal orang,” jelasnya.

Tak hanya itu, Lutfi mengatakan pihak Taman Nasional juga akan memperoleh manfaat positif. Rekaman udara yang dilakukan pilot drone bisa membantu pengelola TNKS memantau tutupan lahan, ekosistem baru, hingga keberadaan flora dan fauna.

Lutfi menolak anggapan bahwa drone merusak lingkungan. Menurutnya, jika memang ada area privat atau titik yang dilarang untuk didokumentasikan, seharusnya pihak TNKS memberi batasan jelas, bukan membebankan pungutan tinggi.

Di sisi lain, Kepala Balai Besar TNKS Haidir memastikan aturan ini sudah sah berlaku. Karena dasar hukumnya adalah peraturan di tingkat pemerintah dan menteri, maka aturan ini tak cuma berlaku di Gunung Kerinci.

“Benar, [penerapan biaya penerbangan drone] sudah berlaku sejak terbit PP 36/2024 dan Permenhut No 12/2025,” ujar Haidir.

“[Pungutan] Itu akan langsung masuk ke kas penerimaan negara,” tambahnya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga telah mengatur area mana yang diperbolehkan menerbangkan drone. Yakni dari Shelter II, dengan radius aman tiga kilometer dari bibir kawah.

Dasar hukum yang disebut Haidir adalah Peraturan Pemerintah No. 36/2024 mengenai Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

PP tersebut mengatur penerimaan negara dari pemanfaatan hutan, penggunaan kawasan hutan, pungutan terhadap risiko kerusakan lingkungan, ganti kerugian lingkungan hidup, denda administratif di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, serta masih banyak lagi poin terkait kehutanan dan lingkungan hidup.

Dasar hukum lainnya adalah Peraturan Menteri Kehutanan No. 12/2025. Dokumen ini mengatur persyaratan dan tata cara pengenaan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak di bidang konservasi Sumber Daya Alam (SDA) dan ekosistem.

Meski begitu, komunitas drone tetap menilai biaya Rp 2 juta akan menjadi beban besar. Lutfi khawatir, kebijakan itu justru kontraproduktif terhadap promosi wisata Kerinci.

“Orang, pendaki, atau komunitas akan sangat terbebani sehingga bisa menghambat promosi keindahan gunung itu sendiri,” tuturnya.

Oknum Kepsek di Kerinci Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Pensiunan Guru

BAHAR POS – SW (40), seorang pelaksana tugas (Plt.) Kepala Sekolah di Desa Siulak Gedang, Kecamatan Siulak, Kerinci, dilaporkan ke polisi oleh pensiunan guru. Ia diduga melakukan penganiayaan terhadap R (60) yang membuat korban luka-luka.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (3/9/2025) lalu, ketika korban R mendatangi sekolah tempat terlapor berdinas. R diantar anaknya hendak mengurus dokumen bagi suaminya yang segera pensiun.

“Jadi, Ibu datang dalam rangka mengurus pensiun Bapak, karena tinggal 5 bulan lagi,” jelas Aldiwan Haira Putra (30), anak kandung R, pada Jumat (5/9/2025).

Namun, turut cerita Aldiwan, SW tidak menanggapi kedatangan ibunya dengan baik. R bahkan sampai harus mencari-cari sendiri berkas yang diperlukan.

Bermaksud mengingatkan, R lantas mengeluarkan ucapan yang diduga menyinggung SW. Inilah yang kemudian menjadi pemicu dugaan tindak penganiayaan terhadap korban.

“Ibu ngomong, ‘baru jadi Plt. aja sudah kayak gini’,” cerita Aldiwan. “Mungkin tersinggung. Pas Ibu jalan ke mobil, dia (SW, Red.) lari, dia pukul, makanya sampai berdarah. Cakaran sampai darah.”

Akibat tindakan tersebut, korban mengalami luka-luka di hidung, serta memar di tangan dan mata.

Tak terima atas perlakuan tersebut, R melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Gunung Kerinci pada Kamis (4/9/2025) lalu. Ia didampingi anaknya serta pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Alam Sakti.

Untuk menguatkan laporan, R telah melakukan visum et repertum di Puskesmas. Berkas hasil pemeriksaan ini menjadi bukti perbuatan SW, bersama rekaman video yang sempat beredar di media sosial.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan, mengonfirmasi peristiwa ini. Kasus tersebut saat ini sedang dalam penanganan Polsek Gunung Kerinci.

“Iya sudah dilaporkan ke Polsek Gunung Kerinci. Sekarang sedang proses,” jelasnya.

Sementara Adilwan sebenarnya tak ingin permasalahan ini menjadi besar. Namun terduga pelaku maupun keluarganya sama sekali tidak menunjukkan itikad baik.

Alih-alih meminta maaf, masih menurut Adilwan, SW justru menceritakan kejadian menurut versinya sendiri yang menyudutkan korban di hadapan salah satu kepala bidang Dinas Pendidikan setempat. Hal ini membuat kubu R pada akhirnya menempuh langkah hukum.

Mudahkan Akses Pelayanan Kesehatan Warga 5 Kecamatan, Bupati Merangin Siap Konversi Puskesmas Masurai Jadi RS Tipe D

BAHAR POS – Bupati Merangin, H. M. Syukur, mengambil langkah konkret untuk merealisasikan visinya dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Satu upaya yang sedang direncanakan adalah pengembangan Puskesmas Pasar Masurai menjadi Rumah Sakit (RS) Tipe D.

Saat ini Puskesmas Masurai di Desa Durian Mukut, Kecamatan Lembah Masurai, telah menyediakan layanan rawat inap. Dengan demikian, setelah melalui peningkatan fasilitas dan perluasan lahan, statusnya dapat ditingkatkan menjadi RS Tipe D.

“Jadi Puskesmas rawat inap Pasar Masurai ini sesuai target akan kita kembangkan menjadi Rumah Sakit (RS) tipe D. Tentunya harus ada pengembangan fasilitasnya,” ujar Bupati saat melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas tersebut pada Kamis, 4 September 2025.

Bupati didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Merangin. Di antaranya Plt. Sekretaris Daerah Zulhifni, Plt. Kepala Dinas Kesehatan drg. Soni Propesma, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Dedi Candra, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Akhoi AS, serta Camat Masurai Hendri.

Kunjungan ini dilakukan untuk mengevaluasi progres rencana pengembangan Puskesmas Masurai. Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan kabar baik terkait sumber pendanaan.

“Alhamdulillah, Pemkab Merangin sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat, sehingga semakin menunjang dalam mewujudkan Puskesmas Pasar Masurai menjadi RS Tipe D,” sambung Bupati.

Terkait ketersediaan lahan, Bupati mengonfirmasi bahwa area yang tersedia saat ini sudah mencukupi. Lalu ada pula tambahan hibah dari Kepala Desa setempat seluas hampir satu hektar.

Upaya peningkatan ini bertujuan untuk memperpendek jarak akses terhadap layanan kesehatan bagi masyarakat di lima kecamatan. Baik warga Kecamatan Lembah Masurai, maupun Jangkat, Jangkat Timur, Muara Siau, dan Tiang Pumpung di sekitarnya.

“Tujuan kita agar masyarakat di lima kecamatan itu, tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke Bangko, cukup ke Rumah Sakit terdekat di Pasar Masurai. Mudah-mudahan Pemerintah Pusat bisa langsung membangun Rumah Sakit di sini,” harap Bupati.

Peringati Maulid Nabi, Pemdes Mulya Jaya Datangkan Ustaz Samit, SPdI dan H. Eman 4 Sekawan

BAHAR POS – Pemerintah Desa Mulya Jaya (Unit XII), Kecamatan Bahar Utara, Muaro Jambi, mendatangkan dai kondang Ustaz Samit, S.PdI. dan H. Eman eks anggota grup lawak 4 Sekawan. Keduanya didapuk memberi tausyiah dalam acara Maulid Nabi, Jumat (5/9/2025) malam.

Menurut rencana, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akan dimulai pada pukul 19.30 WIB di Gedung Serbaguna Desa Mulya Jaya.

Demi meramaikan acara, panitia mengundang warga desa manapun di luar Mulya Jaya untuk turut hadir. Banner promosi acara tersebut juga disebar hingga ke desa tetangga.

Dari pemantauan Bahar Pos, banner promosi dipasang di beberapa titik strategis di Desa Bahar Mulya, Desa Talang Datar, juga Desa Talang Bukit. Salah satunya terlihat di pos ronda seberang pom bensin Talang Datar.

Tampak foto Kepala Desa Surahno terpampang besar bersama kedua pembicara. Membuat siapapun yang melihat langsung tertarik karena mengenali wajah Ustaz Samit maupun H. Eman 4 Sekawan.

H. Eman lahir sebagai Kurniadi, lahir di Jakarta pada 31 Januari 1962. Di masa muda ia lebih dikenal sebagai anggota grup lawak 4 Sekawan yang tenar pada tahun 1990-an.

Selain Eman, anggota 4 Sekawan lainnya adalah Qomar, Derry, dan Ginanjar. Mereka kerap tampil di televisi, baik TVRI yang merupakan televisi nasional satu-satunya pada masa itu, maupun TPI, RCTI dan SCTV yang muncul lebih belakangan.

Setelah sering tampil mengisi berbagai acara lepas, nama 4 Sekawan semakin dikenal luas saat memainkan komedi situasi berjudul Lika-Liku Laki-Laki. Sitkom ini tayang di RCTI dan SCTV dalam rentang tahun 1993-1997.

Sementara Ustaz Samit, S.PdI., berdasarkan data Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDAI), adalah pendakwah ternama yang berasal dari Bekasi. Nama lengkapnya Samit Saputra, tetapi lebih kondang sebagai Ustaz Samit.

Ia kerap tampil mengisi berbagai acara kegamaan. Video-video rekaman dirinya saat memberi tausyiah mudah ditemui di media sosial, terutama YouTube.