Author Archives: Admin

Meski Nilai Ekspor Turun, Tambang Batu Bara Masih Jadi Andalan Utama Jambi

BAHAR POS – Nilai ekspor batubara Jambi mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, periode Januari–Juli 2025 hanya membukukan angka sebesar 597,55 juta Amerika Serikat (AS) alias turun 32,52% year on year.

Pada periode yang sama di tahun 2024, nilai ekspor batubara Jambi mencapai 885,57 juta dolar AS alias mengalami penurunan sebesar 288,02 juta dolar AS.

Penurunan tak cuma terjadi di level tahunan, tetapi juga month on month. Pada Juli 2025 nilai ekspor batubara Jambi tercatat sebesar 171,32 juta dolar AS, turun 5,50% dibandingkan catatan Juni 2025.

“Turunnya ekspor batubara disebabkan oleh berkurangnya permintaan luar negeri terhadap sektor pertambangan, khususnya batubara,” jelas Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo.

Ia menambahkan, kinerja ekspor Jambi masih ditopang oleh tiga sektor utama, yakni pertanian, industri pengolahan, dan pertambangan. Meski nilainya turun, sektor tambang terutama batubara tetap menjadi penopang terbesar bagi pendapatan ekspor Jambi.

“Di catatan kami ekspor turun, tapi perlu diketahui batubara tidak semuanya diekspor. Sebagian besar memang untuk kebutuhan domestik,” imbuh Agus.

Sekalipun mengalami penurunan, kontribusi sektor pertambangan terhadap total ekspor Jambi tetap paling tinggi, yakni sebesar 48,54%. Disusul sektor industri pengolahan sebesar 44,11%, baru kemudian sektor pertanian yang menyumbang 7,36%.

Dengan demikian, walau mengalami tekanan akibat berkurangnya permintaan global, batubara tetap menjadi motor utama penyumbang pendapatan ekspor Jambi. Kondisi ini menunjukkan pentingnya sektor tambang dalam menjaga neraca perdagangan daerah, sekaligus tantangan untuk mendiversifikasi sumber ekspor ke depan.

BKSDA Jambi Lepasliar 14 Ular Sanca dan 2 Beruang Madu ke Hutan Harapan

BAHAR POS – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi melepasliarkan sejumlah satwa dilindungi ke Hutan Harapan di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batang Hari. Di antaranya adalah 14 ekor sanca dan dua ekor beruang madu.

Kepala BKSDA Jambi, Agung Nugroho, mengatakan aksi ini diambil sebagai bagian dari upaya konservasi keanekaragaman hayati serta pemulihan habitat alami satwa. Hewan yang dilepasliarkan merupakan hasil penyerahan warga.

“Kegiatan pelepasan satwa ini bagian dari upaya penyelamatan satwa hasil penyerahan dari masyarakat dan saatnya dikembalikan ke alam,” jelas Agung.

Dua beruang madu yang dilepasliar merupakan hasil pengamanan tim Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) Satu pada 30 Juli 2025. Sedangkan 14 sanca batik hasil translokasi dari PPS Balai KSDA Jakarta ke TPS Balai KSDA Jambi pada tanggal sama.

Agung menambahkan, satwa-satwa tersebut telah melalui proses perawatan intensif. Juga telah dilakukan observasi kesehatan dan perilaku oleh tim dokter hewan dan perawat satwa.

“Selama berada di TPS, satwa-satwa tersebut telah mendapatkan perawatan medis, nutrisi, serta pemantauan perilaku,” ucapnya.

Begitu satwa-satwa tersebut dinyatakan sehat, memiliki insting liar yang kuat, serta menunjukkan sikap waspada terhadap manusia, maka mereka dinyatakan siap untuk dikembalikan ke habitat alaminya.

Proses pelepasliaran berlangsung di tiga lokasi berbeda yang berada di kawasan pengelolaan PT Restorasi Ekosistem Indonesia (PT REKI). Selain 14 ekor ular sanca batik (Malayopython reticulatus) dan dua ekor beruang madu, petugas turut melepasliarkan 3 ekor berang-berang (Lutrinae) dan 4 ekor burung tiung mas (Gracula religiosa).

Pasca pelepasliaran, pemantauan adaptasi satwa secara berkala dijalankan melalui kamera jebak (camera trap), pengamatan langsung, serta survei habitat.

Menambahkan latar ekologis, Agung Nugroho menyatakan bahwa Hutan Harapan yang dikelola oleh PT REKI sebagai perusahaan pengelola ekosistem secara aturan memenuhi syarat untuk pelepasliaran satwa, sekaligus untuk menambah keanekaragaman hayati.

Menurut data PT REKI, kawasan Hutan Harapan memiliki 1.311 spesies flora, serta 64 spesies mamalia. Termasuk dalamnya satwa dilindungi seperti harimau, beruang madu, dan ungko.

Selain itu, terdapat pula 312 spesies burung, di antaranya rangkong gading dan enggang cula sebagai spesies kunci, 71 spesies reptil, 55 spesies amfibi, dan 123 spesies ikan yang mendukung rantai makanan alami.

Kepala Departemen Riset dan Konservasi PT REKI, Rohmat Eko Santoso, menambahkan bahwa pelepasliaran ini merupakan upaya pengembalian satwa ke habitat alami usai mengalami interaksi negatif dengan manusia.

“Tujuan dari pelepasliaran ini adalah untuk mengembalikan satwa kepada habitat alaminya, yang dari sebelumnya itu terdampak dari mitigasi interaksi negatif antara satwa dan manusia itu sendiri,” terang Rohmat Eko.

Langkah pelepasliaran ini menjadi bagian penting dari rangka besar restitusi habitat dan kelangsungan populasi satwa liar di tengah tantangan fragmentasi habitat akibat interaksi manusia-satwa. Dengan dukungan infrastruktur monitoring dan manajemen kawasan yang memadai, diharapkan satwa yang dilepas dapat beradaptasi dan kembali memperkaya ekosistem Hutan Harapan.

Rektor UIN STS Jambi Pastikan Kericuhan Usai PBAK Tak Akan Terulang Lagi

BAHAR POS – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menegaskan bahwa insiden kericuhan yang terjadi setelah penutupan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) beberapa waktu lalu tidak akan terulang pada tahun mendatang.

Pernyataan ini disampaikan Kasful Anwar saat kunjungan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. M. Arskal Salim GP., M.Ag., Ph.D., di kampus UIN STS pada Rabu (3/9/2025).

Rektor menyesalkan kejadian tersebut, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

“Pertama, saya tentunya mewakili civitas academica UIN STS Jambi meminta maaf bila ada pihak-pihak tak nyaman atas peristiwa ini,” ujar Kasful Anwar, seperti dilansir laman resmi kampus.

“Bila ada pihak yang merasa dirugikan, silakan tempuh jalur hukum. Dan hasil proses hukumnya tembuskan ke kami agar bisa ditindaklanjuti sesuai ketentuan berlaku. Hal ini juga sambil menunggu tim investigasi pencari fakta Senat UIN STS Jambi yang sudah dibentuk tak lama usai peristiwa. Mereka terus bekerja hingga saat ini,” tambahnya.

Kasful Anwar juga menyampaikan bahwa melalui pendekatan intensif yang difasilitasi Prof. Arskal Salim bersama organisasi kemahasiswaan seperti PMII dan HMI Cabang Kota Jambi, telah tercapai kesepakatan untuk menutup insiden dengan saling memaafkan.

“Perlu saya sampaikan bahwa setelah melalui pertemuan intensif beliau (Prof. M. Arskal Salim, Red.) dengan berbagai pihak, termasuk organisasi ekstra kemahasiswaan. Baik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kota Jambi, dicapai kesepakatan untuk saling meminta maaf dan memaafkan,” ujarnya lagi.

Insiden ini dianggap mencoreng citra kampus. Rektor menekankan tiga pemicu utama yang harus diperbaiki: proses rekrutmen relawan PBAK yang dipersepsikan tidak adil, penggunaan atribut organisasi yang dipakai secara terbuka di auditorium, serta beredarnya surat internal untuk pengumpulan kader yang menimbulkan ketegangan di area kampus.

Menatap PBAK 2026, pihak kampus berkomitmen memperbaiki sistem dan memastikan tidak ada gesekan antarorganisasi lewat kepanitiaan yang “lebih transparan, bebas dari diskriminasi, dan pelaksanaan PBAK berjalan sesuai regulasi tanpa ada gesekan antarorganisasi.”

Seluruh pihak dikabarkan sepakat menandatangani sebuah pakta kesepakatan yang menjadi landasan moral dan kelembagaan, demi menjamin tak akan ada lagi insiden serupa.

“Pakta kesepakatan ini akan menjadi komitmen moral dan kelembagaan. Setiap pihak juga sepakat untuk ikut memantau dan melaporkan jika ada perkembangan di luar kesepakatan,” ujar Rektor.

Cari Bibit Atlet untuk PON 2028, Pengprov IKASI Jambi Gelar Kejurprov Anggar 2025

BAHAR POS – Pengurus Provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Pengprov IKASI) Jambi menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Anggar 2025 pada 5-7 September 2025. Event ini diadakan sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi 2026 dan juga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Ketua Harian Pengprov IKASI Jambi, Dr. Atri Widowati, mengatakan Kejurprov Anggar 2025 merupakan bagian dari program pembinaan dan kompetisi cabang olahraga anggar di Provinsi Jambi. Ia berharap mendapat bibit-bibit atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Jambi di pentas nasional bahkan internasional.

“Kejurprov anggar tahun ini juga menjadi ajang pemanasan para atlet kabupaten menuju ke Porpov 2026 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” ucapnya.

Ajang ini akan diikuti oleh setidaknya 32 atlet dari enam kabupaten/kota se-Jambi. Rinciannya adalah masing-masing enam peserta dari Pengurus Cabang IKASI Tanjung Jabung Barat dan Tebo, lalu Kota Jambi, Muaro Jambi, Sarolangun, dan Tanjung Jabung Timur mengirimkan lima kontestan.

Kompetisi akan berlangsung di Gedung Olahraga Bulutangkis (PJOK) Universitas Jambi (Unja) Kampus Mendalo, dan mempertandingkan delapan nomor. Meliputi Foil, Degen, dan Sabre, baik perorangan maupun beregu putra dan putri.

Kejuaraan ini tidak hanya menjadi peluang kompetitif, tetapi juga strategi pembinaan jangka panjang bagi cabang anggar di Jambi. Aksi nyata ini membuka peluang bagi Kabupaten dan Kota di Jambi untuk membangkitkan prestasi atlet lokal agar mampu bersaing di pentas provinsi maupun nasional, serta mengukir sejarah di PON yang akan datang.

Polsek Jelutung Tangkap Buronan Kasus Pencurian Berat dari Tanah Datar, Sumatera Barat

BAHAR POS – Tim Satreskrim Kepolisian Sektor Jelutung, Kota Jambi, meringkus seorang buronan Polres Tanah Datar, Sumatera Barat. Pelaku berinisial YS (31) dibekuk aparat di kawasan asrama haji pada Rabu (3/9/2025) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

YS masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Tanah Datar karena diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Penyidikan intensif menunjukkan jika pelaku melarikan diri ke Jambi.

Setelah Polres Tanah Datar berkoordinasi dengan kepolisian setempat, satu unit dari Satreskrim Polsek Jelutung memburu pelaku yang diketahui tengah berada di kawasan Simpang Empat Asrama Haji Jambi, Kelurahan Handil Jaya, Kota Jambi.

“[Penyergapan ini] Hasil koordinasi antara tim Reskrim Polres Tanah Datar dengan TIK Polda Jambi dan unit Reskrim Polsek Jelutung,” jelas Kepala Unit Reskrim Polsek Jelutung, Ipda Ondo Siburian.

Usai ditangkap, YS mengakui perbuatannya dalam interogasi awal oleh aparat Satreskrim Polsek Jelutung. Selanjutnya, tersangka diserahkan kepada penyidik di Polres Tanah Datar untuk menjalani proses hukum berikutnya.

Berdasarkan catatan kepolisian, YS masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Tanah Datar atas kasus pencurian dengan pemberatan yang dilaporkan sebelumnya. Setelah sempat melarikan diri ke Jambi, keberadaannya terendus oleh aparat berkat pemantauan lapangan yang intensif.

Penangkapan ini menambah daftar buronan yang berhasil diamankan oleh kepolisian lintas daerah melalui koordinasi terpadu.

Polres Tebo Limpahkan Berkas Kasus Korupsi KUR Fiktif Rp4,8 Miliar ke Jaksa Penuntut Umum

BAHAR POS – Berkas perkara korupsi KUR fiktif senilai Rp4,8 miliar di Kabupaten Tebo dinyatakan lengkap (P-21). Penyidik Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse dan Kriminalitas Polres Tebo telah melimpahkannya ke Jaksa Penuntut Umum pada pada Rabu (3/9/2025).

Kasus ini melibatkan dua mantan pegawai bank BUMN di Tebo. Tersangka pertama adalah Ermalia Wendi, eks Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Jambi Rimbo Bujang 1. Sedangkan tersangka kedua adalah Mardiantoni, staf kredit mikro.

Kedua tersangka turut dihadirkan dalam pelimpahan berkas perkara ke JPU. Selanjutnya, mereka akan ditahan selama 20 hari di Lapas Kelas II B Muara Tebo oleh Kejaksaan guna menunggu proses persidangan.

“Ya, proses penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap II telah dilaksanakan kemarin,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tebo, Febrow Adhiaksa.

Kasus ini terjadi pada tahun 2021, ketika ditemukan praktik penyimpangan dalam pengajuan kredit usaha rakyat (KUR) di BSI KCP Jambi Rimbo Bujang 1, Tebo. Kedua tersangka diduga memalsukan dokumen untuk melancarkan pencairan dana pinjaman.

Dalam pemeriksaan terungkap jika para tersangka meminjam identitas orang lain untuk mengajukan pembiayaan. Aksi ini melibatkan 26 nama nasabah, dengan total pencairan dana sebesar Rp4,825 miliar.

Tersangka kedua bertugas mengajukan pinjaman fiktif dengan merekayasa data pekerjaan, kemampuan bayar (repayment capacity), serta meminjam identitas. Adapun tersangka pertama selaku kepala cabang berperan meloloskan pengajuan KUR dari tersangka kedua.

Modus kedua pelaku adalah dengan memecah plafon pembiayaan agar pengajuan terlihat memenuhi skor dan layak disetujui. Dari hasil audit BPKP, seluruh pembiayaan itu dinyatakan sebagai total loss, sehingga menimbulkan kerugian sebesar Rp 4,825 miliar.

Karena BSI merupakan bank BUMN dan kerugian yang timbul dinilai merugikan negara, maka tindakan kedua pelaku masuk dalam ranah korupsi. Itu sebabnya kasus ini ditangani oleh tim Tipikor Satreskrim Polres Tebo.

Dalam proses penyidikan, penyidik menyita uang senilai Rp3.825.022.282,85 yang berasal dari angsuran pokok nasabah dan klaim asuransi dari PT Askrindo Syariah dan PT Jamkrindo Syariah. Selain itu, sejumlah dokumen penting turut disita sebagai barang bukti.

Kedua tersangka kini dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, bersama dengan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Viral Pemuda Babak Belur Dihajar Warga Mendalo Indah Gara-Gara Begal Ibu Guru

BAHAR POS – Seorang pemuda tersangka pembegalan babak belur setelah dihajar massa di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Rabu (3/9/2025). Video penangkapan pelaku beredar luas di media sosial.

Peristiwa ini terjadi tepat di depan Universitas Jambi (Unja), sekitar pukul 08.00 WIB. Bermula dari korban yang merupakan seorang guru berinisial EJ, mengendarai mobil Avanza dan berhenti di seberang Alfamart.

EJ masuk ke sebuah bilik ATM untuk mengirim uang. Setelah selesai, ia langsung kembali ke mobil. Namun alangkah kagetnya ia ketika masuk, ternyata ada seorang pemuda tidak dikenal sudah duduk di baris tengah.

Tanpa banyak kata, pemuda tersebut langsung menodongkan sebuah pisau cutter sepanjang lebih-kurang 6 cm ke arah belakang kiri korban. Pelaku meminta korban jangan bergerak dan mengikuti apa yang ia perintahkan.

Namun korban malah membentak, “Ngapo kau?” Lalu ia membuka pintu mobil bagian pengemudi dan keluar dengan cara menjatuhkan diri ke tanah, sembari berteriak minta tolong.

Takut perbuatannya diketahui warga, pelaku segera mendekati korban dan coba membujuk. Ia mengaku cuma mau menumpang karena kakinya pegal setelah berjalan jauh.

Akan tetapi warga yang berdatangan tak mau memberi ampun. Korban kena hajar ramai-ramai. Tak hanya dengan bogem mentah, dalam video yang beredar juga terlihat ada yang memukul pakai helm.

Pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Jambi Luar Kota untuk diamankan. Setelah diperiksa, diketahui jika pemuda tersebut bernama Defri Iswanto (25) warga Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Kepala Kepolisian Sektor Jambi Luar Kota, Iptu Yohanes Candra Putra, S.E., M.H., mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menerangkan, pelaku telah berada di Mapolsek untuk menjalani proses pemeriksaan.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa pisau cutter yang digunakan pelaku untuk menodong, juga dompet berisi uang tunai Rp71.000 dan 4 buah kartu ATM milik korban.

Pelaku terancam jerat hukuman Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman penjara 9 tahun.

Pemkab Bungo Siapkan Lima Titik Transfer Depo untuk Atasi Sampah Perkotaan

BAHAR POS – Pemerintah Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, merencanakan pembangunan lima titik transfer depo sampah di wilayah perkotaan sebagai upaya strategis mengatasi permasalahan penumpukan sampah. Proyek ini dijadwalkan berjalan tahun mendatang dengan dibiayai APBD kabupaten.

“Sudah masuk perencanaan usulan pembahasan, tahun depan melalui dana APBD kabupaten, pemerintah daerah akan bangun lima titik transfer depo sampah,” jelas Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bungo, Zulkarnain.

Kelima titik depo tersebut direncanakan berada di tiga kecamatan padat penduduk, yaitu Muaro Bungo, Rimbo Tengah, dan Bathin III. Setiap titik akan dilengkapi dengan lima kontainer penampungan, sehingga secara keseluruhan mampu menampung sekitar 15 ton sampah.

Selain itu, proses pengelolaan juga mencakup pemisahan awal antara sampah bernilai ekonomi dan yang tidak. Hanya sampah non-ekonomis yang akan dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Zulkarnain menegaskan bahwa pembangunan ini sangat mendesak, karena selama ini sampah kerap menumpuk di pinggiran jalan-jalan kota.

“Kita targetkan tidak ada lagi tempat pembuangan sampah di pinggiran jalan dalam kota,” tuturnya, berharap proyek ini membuat kota menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman.

Saat ini, usulan pembangunan tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bungo. Estimasi biaya yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp 1,5 miliar untuk membangun kelima titik transfer depo tersebut.

Bupati Bungo, H. Dedy Putra, S.H., M.Kn., telah meninjau kelima lokasi rencana pembangunan transfer depo dalam pusat kota tersebut pada 29 Agustus lalu. Kala itu, Bupati mengungkapkan impiannya untuk mewujudkan pusat kota Bungo yang bersih, rapi, dan nyaman.

Insya Allah, akhir tahun ini tidak ada lagi TPS di pinggir jalan. Semua sampah akan dialihkan ke Transit Super Depo agar kota kita lebih bersih, rapi, dan nyaman,” ucap Dedy Putra dalam kunjungan tersebut.

“Revitalisasi ini bukan untuk hari ini saja, tapi untuk masa depan Bungo. Kita ingin kota ini menjadi tempat yang membanggakan, bukan hanya bersih secara fisik, tapi juga nyaman secara sosial,” tambah Bupati.

Dengan demikian, Pemkab Bungo mengambil langkah konkret memperbaiki sistem pengelolaan sampah perkotaan, dengan pendekatan modern dan terpusat.

Pemkab Batang Hari Targetkan Replanting 3.000 Hektare Kebun Kelapa Sawit

BAHAR POS – Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Jambi, menargetkan replanting (peremajaan) kebun kelapa sawit seluas 3.000 hektare pada tahun 2025. Target itu ditetapkan setelah mendapatkan rentang alokasi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Batang Hari, Mara Mulya Pane, menyebut bahwa hingga kini, pengajuan replanting dari kelompok petani dan mitra telah mencapai 2.000 hektare.

“Saat ini prosesnya dalam pemberkasan, kelompok pengusul saat ini juga tengah mencari bibit terbaik dari penangkar resmi,” ungkap Mara Mulya Pane, seperti dikutip Antara, Selasa (2/9/2025).

Masih ada sisa sekitar 1.000 hektare yang kini terus didorong melalui intensifikasi sosialisasi lapangan. Mara Mulya Pane menekankan bahwa mereka optimistis bisa memenuhi target total 3.000 hektare dalam tahun ini.

“Jika ini sudah berjalan kita optimis untuk pencapaian 3000 hektare tersebut dapat dimaksimalkan pada tahun ini,” jelasnya.

Untuk mendukung kelancaran program replanting ini, Mara Mulya Pane menegaskan bahwa pihak Pemkab Batang Hari telah menyiapkan ribuan bibit unggul yang akan disalurkan sebagai subsidi kepada petani kelapa sawit.

Insya Allah kita akan menyalurkan [bibit] pada akhir tahun 2025. Saat ini bibit tersebut sedang dilakukan pembenihan,” katanya.

Bibit subsidi ini, menurutnya, akan disalurkan kepada petani dengan syarat memiliki lahan sendiri — maksimal 2 hektare atau 130 batang per KK. Pemkab mematok harga jual Rp20.000 per batang, jauh di bawah harga pasaran.

Menurut Pane, penyediaan bibit bersubsidi dan dukungan teknis dari pemerintah merupakan langkah strategis untuk mempercepat replanting, menjamin keberlanjutan perkebunan sawit rakyat, serta memperkuat produktivitas kebun yang telah melewati usia produktif (di atas 25 tahun).

Sebagai langkah teknis selanjutnya, Pemkab Batang Hari tinggal menunggu rekomendasi dari Kementerian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.

Demonstrasi di Mapolres Kerinci Berlangsung Damai, Pendemo–Polisi Duduk Bersama Bahas Kasus Affan, Demokrasi, Gaji DPR, hingga Tilang

BAHAR POS – Aksi demonstrasi yang digelar aliansi mahasiswa di halaman Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Kerinci, Selasa (2/9/2025) berlangsung damai dan tertib. Para pendemo dan polisi duduk lesehan bersama, sementara orator menyampaikan tuntutan.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, aksi bertajuk Restorasi Kapolri ini dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh bersama Aliansi Cipayung Plus. Massa mulai bergerak pada pukul 08.00 WIB dan berakhir di Mapolres sebagai titik utama sekitar tengah hari.

Demonstrasi ini menyoroti sejumlah isu nasional seperti kasus Affan Kurniawan, wacana demokrasi, serta perhatian terhadap gaji dan tunjangan anggota DPR. Namun kemudian ada pula yang menyinggung soal praktik razia yang dilakukan polisi.

Yang menarik, aksi berjalan sangat tertib, mencerminkan suasana kooperatif yang jauh dari ketegangan. Pendemo dan aparat kepolisian duduk saling berhadapan di halaman Mapolres, hanya orator yang berdiri saat menyampaikan aspirasi yang dibawa.

Sebelumnya, Kapolres Kerinci AKBP Arya Tessa Brahmana, S.I.K., M.H. bahkan menyambut kedatangan rombongan pendemo bersama Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si. dan Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah beserta seluruh jajaran Polres dan Pemerintah Daerah terkait.

Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa menuntut agar kasus Affan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob, ditindaklanjuti secara transparan dan berkeadilan. Mereka juga menyuarakan penolakan terhadap kesenjangan gaji antarlembaga pemerintahan dan menuntut refleksi serius dalam sistem demokrasi.

“Kami tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan. Polisi harus transparan, profesional, dan bertanggung jawab. Begitu juga DPR, jangan hanya menikmati fasilitas dan gaji besar sementara rakyat menderita akibat korupsi yang merajalela,” seru salah satu orator.

Orator lainnya menyoroti tindakan represif aparat, termasuk penangkapan sejumlah aktivis. Menurutnya, membungkam suara rakyat dengan cara demikian adalah bentuk kemunduran demokrasi, sekaligus melunturkan kepercayaan publik.

Arya Tessa memberi respon positif terhadap cara penyampaian aspirasi yang dilakukan massa pendemo.

“Saya berharap mahasiswa tetap menjaga situasi agar tetap kondusif,” ujarnya.

Singgung Razia Ilegal

Selain isu-isu nasional, pendemo juga menyuarakan tentang praktik razia ilegal yang kerap dilakukan oknum Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kerinci dan Polresta Sungai Penuh. Mereka menilai tidak seharusnya penegak hukum justru melakukan tindakan di luar aturan.

Menanggapi hal tersebut, Ari Tessa menegaskan bakal menindak anggotanya jika kedapatan melakukan praktik seperti itu.

“Kalau ada razia yang tidak sesuai dengan aturan, silakan laporkan langsung kepada saya. Nanti akan kita tindak sesuai aturan dan peraturan yang berlaku,” janji Kapolres pada pendemo.

Aksi damai ini mendapat apresiasi dari Bupati Kerinci, serta Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian. Mereka sama-sama berharap masyarakat dapat menyampaikan aspirasi tanpa tindak anarkis begini.

“Kami mengapresiasi mahasiswa yang sudah melakukan aksi dengan damai. Harapan kami, aspirasi bisa terus disampaikan tanpa tindakan anarkis,” kata Monadi.

Suasana bertambah hangat saat beberapa anggota Polwan masuk ke kerumunan mahasiswa dengan membawa tas keresek biru besar. Isinya nasi kotak yang kemudian dibagi-bagikan pada seluruh massa aksi.

Aksi ini menjadi contoh positif bahwa aspirasi masyarakat—meski kritis terhadap kebijakan pemerintah—bisa disampaikan secara damai dan produktif. Dialog terbuka antara mahasiswa dan aparat kepolisian mencerminkan harapan bagi pejabat publik untuk selalu mendengar dan merespon aspirasi masyarakat dengan sikap terbuka dan peduli.