Category Archives: Bahar Raya

Serunya Sehari Bersama Anji di Desa Marga Mulya, Sungai Bahar

BAHAR POS — Lapangan sepak bola Palapa di Desa Marga Mulya Unit 2, Kecamatan Sungai Bahar, Kamis (24/8/2025) siang, tampak ramai pengunjung. Bukan untuk menyaksikan pertandingan bal-balan, melainkan menonton aksi panggung Anji si penembang lagu Dia.

Anji tampil dalam acara bertajuk “Sehari Bersama Sahabat Istimewa” yang disponsori sebuah jenama nasional terkemuka. Tak sekadar konser musik, ada pula pertunjukan seni-budaya dari warga setempat dan bazaar produk-produk UMKM lokal.

Bertempat di lapangan Desa Marga Mulya, acara dimulai sejak pagi hari dan dihadiri cukup ramai oleh warga. Sebelum memperdengarkan suara emasnya, Anji terlebih dahulu menyampaikan kata sambutan berisi tips-tips mengarungi dunia yang dipenuhi konten digital seperti sekarang.

Lalu ada pula pertunjukan kuda lumping persembahan Sanggar Turangga Muda Ngesti Budaya. Sebelumnya, Tari Sekapur Sirih yang merupakan tarian untuk penyambutan tamu khas Jambi juga ditampilkan.

Ketika Anji mengambil alih panggung, keseruan semakin meningkat. Para penonton ikut bersuara saat tembang Dia dibawakan oleh eks vokalis grup band Drive tersebut.

Tak hanya membawakan lagu-lagu miliknya, Anji menyelipkan tembang-tembang yang sedang hits dan digandrungi. Misalnya saja Rungkad yang kontan membuat seluruh penonton bergoyang sambil berdendang.

Sesuai rundwon, acara berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.

Sehari Bersama Sahabat Istimewa merupakan rangkaian tur lintas daerah dengan menampilkan Anji sebagai duta. Sebelum menghibur warga Sungai Bahar, mantan calon peserta Indonesian Idol tersebut telah manggung di Lapangan Kecamatan Sekincau, Lampung Barat, dan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Program ini dihadirkan sebagai konser gratis yang dipersembahkan untuk masyarakat setempat. Diramaikan dengan atraksi seni-budaya dan bazaar produk-produk UMKM lokal.

Karenanya Sehari Bersama Sahabat Istimewa bukan hanya tentang hiburan, tapi juga menunjukkan bagaimana kampanye sosial dan budaya dapat menghadirkan kegembiraan tanpa menguras kantong masyarakat. Dengan Anji sebagai bintang tamu, acara ini berhasil menyedot perhatian sekaligus membuktikan bahwa musik bisa jadi jembatan hangat antarwarga.

Secara keseluruhan, penampilan Anji dan dukungan penuh dari Sahabat Istimewa membuat 24 Agustus di Desa Marga Mulya Unit 2 menjadi hari yang tak terlupakan—memadukan musik, komunitas, dan semangat berbagi dalam satu panggung lapangan desa.

Kredit foto: laman Facebook Tentang Sungai Bahar

Warga Talang Datar Antusias Ikuti Gerak Jalan Ramaikan Peringatan Kemerdekaan RI

BAHAR POS – Ratusan warga Talang Datar, Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi, memenuhi jalan poros desa untuk meramaikan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Ahad (24/8/2025) pagi WIB. Berbagai lomba kreasi dan pembagian doorprize turut menyemarakkan jalannya acara.

Rangkaian acara peringatan diawali dari lapangan desa. Warga yang dominan mengenakan pakaian bercorak warna merah-putih berbaris rapi, lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya dipimpin oleh Kepala Desa Talang Datar Syamsul Hadi.

Dalam kata sambutannya, Hadi menyampaikan bahwa partisipasi warganya dalam peringatan kemerdekaan RI merupakan wujud nasionalisme. Tidak sekadar berkumpul-kumpul, acara yang disiapkan panitia adalah untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang.

“Kita tidak ikut berjuang, tidak ikut berperang sebagaimana para pahlawan terdahulu. Tugas kita adalah menjaga dan meneruskan kemerdekaan negara ini,” ucap Hadi.

Hadi juga mengingatkan agar para peserta menikmati gerak jalan yang akan diikuti. Tidak perlu terburu-buru, sebab yang terpenting dalam acara ini adalah menunjukkan kebersamaan warga Talang Datar.

Kito jalan santai bae, Bapak-Ibu,” imbuh Hadi, sebelum kemudian melepas rombongan gerak jalan.

Adapun rute yang dilalui peserta dimulai dari jalan poros di depan Masjid Al Ikhlas, lalu sesampainya SPBU di RT 08 berbelok ke kanan menuju ke RT 06, melewati RT 05, dan kembali lagi di lapangan desa sebagai garis finish.

Di sepanjang rute, panitia yang dipimpin oleh Ketua RT 06 Sugeng menyiapkan air minum. Ada pula rupa-rupa snack kemasan yang disiapkan khusus bagi peserta anak-anak.

Selepas gerak jalan, acara dilanjutkan dengan lomba karaoke khusus lansia dan tari kreasi antar-RT. Panitia juga membagikan doorprize dengan hadiah mulai dari minyak sayur kemasan 1 liter, voucher belanja, paket mencuci, hingga peralatan masak.

Kepala Desa Panca Bakti Sumbang Seekor Sapi untuk Tasyakuran HUT RI ke-80

BAHAR POS – Ada yang menarik dari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Desa Panca Bakti, Kecamatan Sungai Bahar, Muaro Jambi. Kepala Desa Wareh Sukmajati, S.Pd. menyumbangkan seekor sapi untuk acara tasyakuran yang digelar pada Jumat (22/8/2025) malam WIB.

Acara tasyakuran digelar di aula desa. Sejak pagi, warga bahu-membahu menyiapkan jalannya acara, termasuk menyembelih dan mengolah sapi sumbangan Datuk Kades Wareh.

Penyembelihan sapi dilakukan pada pukul 07.14 WIB. Ketua RT 08 Marji menjadi koordinator tim penyembelih, dengan jagal Ustadz Taufiqurrohman dibantu warga lain. Sedangkan ibu-ibu kebagian tugas memasak daging.

Malam harinya, tasyakuran dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Kemudian disambung dengan pembacaan tahlil dimpimpin oleh H. Habib, serta doa yang dibacakan oleh Kyai M. Sujud.

Dalam kata sambutannya, Datuk Wareh mengajak seluruh warganya untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan. Ia juga meminta para tokoh masyarakat agar dapat menjadi contoh dan panutan dalam menjaga kerukunan.

“Mari jaga ketertiban/keamanan, saling berbagi/bergotong royong, guyub rukun demi terciptanya Desa Panca Bakti lebih baik, maju dan mandiri,” pesan Kepala Desa yang menutup sambutannya dengan pekik merdeka.

Selanjutnya giliran Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Panca Bakti, Nurul Huda, menyampaikan kultum sebagai acara inti. Dalam materinya, ia mengingatkan segenap warga agar senantiasa bersyukur ke hadirat Allah SWT, juga berterima kasih kepada para pahlawan bangsa dan juga orang tua.

Nurul Huda lantas mengingatkan kembali bagaimana sejarah perjuangan para orang tua di masa-masa awal transmigrasi dulu. Berkat merekalah generasi saat ini dapat menikmati kehidupan yang layak dan nyaman.

“Ambil contoh saja, kita ini berada di Unit 5 insya Allah pada tanggal 1 Desember tahun 1990. Itu berada di Desa Rantau Harapan, Kecamatan Mestong, Kabupaten Batang Hari,” kenang Nurul Huda.

Sebagai catatan, Unit Pemukiman Transmigrasi V (Unit V) Sungai Bahar pada awalnya hanya satu desa, yakni Rantau Harapan. Benar masih masuk ke wilayah administratif Kabupaten Batang Hari, tetapi kala itu kecamatannya adalah Jambi Luar Kota (Jaluko) dulu, baru kemudian ikut Mestong.

Unit V lantas dimekarkan dan lahirlah Desa Bakti Mulya, disusul Desa Panca Bakti. Sedangkan kawasan Sungai Bahar menjadi kecamatan sendiri dan masuk ke dalam kabupaten baru, yakni Muaro Jambi.

Alhamdulillah, kita semua masih tetap merdeka. Jika ada hal-hal lain yang kurang berkenan di hati, mudah-mudahan hanya sebatas keluh kesah sebagai manusia biasa,” tambah Nurul Huda.

Acara ditutup dengan makan bersama. Para perangkat desa dan masyarakat yang hadir menikmati hidangan dengan lauk daging sapi sumbangan Kepala Desa.

“Mari bersyukur karena kegiatan malam ini berjalan dengan baik dan lancar. Ucapan terima kasih kami kepada pihak-pihak terkait atas support dan sumbangsihnya. Semoga tahun depan lebih meriah lagi,” Ujar Datuk Wareh saat membuka sesi santap bersama.

Kades Banyak Ide

Tasyakuran untuk memperingati HUT RI memang biasa digelar di desa-desa di kawasan Bahar Raya. Namun rasa-rasanya tidak banyak kepala desa yang sampai menyumbangkan sapi untuk acara ini.

Wareh Sukmajati sendiri telah lama dikenal sebagai kepala desa dengan banyak ide. Sumbangan sapi untuk tasyakuran peringatan Hari Kemerdekaan ini hanya salah satu aksi out of the box darinya.

Beberapa bulan lalu, sosok yang menjabat Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Sungai Bahar ini sukses menggaet Dana Pokok Pikiran DPRD Provinsi Jambi untuk proyek perbaikan jalan poros Panca Bakti yang telah lama rusak.

Aspirasi tersebut disampaikan melalui Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT. Proyek perbaikan menyasar ruas jalan as Desa yang selama ini keadaannya menyulitkan aktivitas masyarakat.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Ivan Wirata yang telah memperjuangkan aspirasi warga kami. Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian dan keperluan sehari-hari. Perbaikan ini sangat membantu kami,” kata Wareh kala itu.

Sebagaimana diketahui, Ivan Wirata lolos ke DPRD Provinsi Jambi melalui Daerah Pemilihan Jambi 2 yang meliputi Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Muaro Jambi.

Kredit foto: Dokumentasi Pemerintah Desa Panca Bakti

Buntut Video Drumband Viral, Anggota DPRD Muaro Jambi Minta Camat Sungai Bahar Dicopot

BAHAR POS – Insiden video viral drumband MTs Negeri 7 Muaro Jambi terus berbuntut. Terbaru, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muaro Jambi meminta agar Camat Sungai Bahar Agus Riyadi diganti.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Kasnadi, juru bicara Fraksi Partai Gerindra yang juga adalah Ketua Komisi IV DPRD Muaro Jambi, dalam rangkaian sidang paripurna yang digelar pada Selasa (19/8/2025) lalu di Gedung DPRD Kabupaten, Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Muaro Jambi.

Menurut Kasnadi, apa yang terjadi di halaman kantor kecamatan Sungai Bahar itu telah mencederai suasana khidmat peringatan HUT RI ke-80.

“Kami Fraksi Gerindra sangat menyayangkan dan menyesalkan kejadian itu. Kami minta agar Camat Sungai Bahar ini diganti, karena telah menciderai perayaan hari kemerdekaan ini,” kata Kasnadi, sebagaimana dikutip Jambi Independent, Rabu (20/8/2025).

Kasnadi wajar merasa kesal, sebab Kecamatan Sungai Bahar merupakan salah satu wilayah konstituennya. Politisi kelahiran Cirebon tersebut melenggang ke Bukit Baling lewat Dapil Muaro Jambi 4 yang meliputi Kecamatan Mestong dan 3 kecamatan di kawasan Bahar Raya.

Dalam Pemilu Legislatif 2024 lalu, Kasnadi meraup 3.279 suara yang merupakan perolehan terbanyak di antara sesama kader Gerindra, sekaligus terbanyak keempat di antara seluruh caleg di Dapil Muaro Jambi 4.

Dianggap Lalai

Agus Riyadi sendiri telah berangkat ke Sengeti untuk menghadap Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono. Adalah Bupati Bambang Bayu Suseno yang menginstruksikan langsung kepada Sekda untuk memanggil Camat Sungai Bahar tersebut.

Usai pertemuan, Budhi mengatakan jika Agus berpotensi dijatuhi sanksi etik. Alasannya, Agus dinilai lalai dan membiarkan kejadian viral itu berlangsung.

“Harusnya dia merespon, musik ultah berbunyi harusnya dia hentikan, tapi dia lalai untuk menghentikan jadi mengecewakan adik-adik yang tampil,” terang Budhi, sebagaimana diberitakan metrotvnews.com, Rabu (20/8/2025).

Agus sendiri telah meminta maaf secara langsung kepada pihak MTs Negeri 7 Muaro Jambi. Sesuai janji yang ia ucapkan sebelumnya, Agus mengunjungi sekolah tersebut pada Selasa (19/8/2025).

Sebagaimana didokumentasikan oleh akun Facebook Semua Tentang Bahar, Agus beserta istri menyalami seluruh guru MTs Negeri 7 Muaro Jambi sebagai bentuk permintaan maaf. Sang camat bahkan sampai menundukkan badan saat bersalaman.

“Menyadari kesalahan kemarin, fatal sekali, ya, saya mohon maaf dari lubuk hati yang paling dalam,” kata Agus di hadapan hadirin, sebagaimana terekam dalam video yang dibagikan oleh pemilik akun Facebook Yurike Nova Edlin, Rabu (20/8/2025).

“Terima kasih atas kekecewaan, unek-unek, semua curhatan yang, alhamdulillah, menjadi ghiroh atau semangat juang Pak Camat,” lanjutnya.

Agus mengaku dirinya sedang tidak dalam kondisi prima saat kejadian viral terjadi, sehingga terkesan diam saja dan membiarkan.

“Karena memang kondisi Pak Camat tidak baik-baik saja,” lanjutnya. “Saya sudah dua jam berdiri, sudah goyang, saksinya Pak Kapolsek ada. Mohon maaf nian.”

Camat Sungai Bahar Terancam Sanksi Terkait Video Viral Drumband MTs Negeri 7 Muaro Jambi

BAHAR POS – Camat Sungai Bahar, Agus Riyadi, terancam sanksi kode etik buntut viralnya video isak tangis siswa MTs Negeri 7 Muaro Jambi. Hal ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, kepada awak media di Sengeti, Selasa (19/8/2025).

“Buntut kejadian tersebut, hari ini Agus Riyadi saya panggil guna [memberi] klarifikasi,” jelas Budhi Hartono, seperti dilansir Antara. “Bersama majelis kode etik, kita pelajari sanksi yang akan diberikan.”

Budhi menambahkan, pemanggilan Agus merupakan instruksi langsung dari Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno. Adapun sanksi akan diberikan dalam dua-tiga hari mendatang.

“Dalam waktu dua atau tiga hari ini, langsung dari keputusan Bupati,” tegas Budhi.

Sebelumnya sempat beredar luas video anggota drumband dari MTs Negeri 7 Muaro Jambi menangis, disambut komentar pedas warganet. Para siswa itu sedih karena pertunjukan mereka dalam rangkaian peringatan HUT RI ke-80 di halaman Kantor Kecamatan Sungai Bahar, terpaksa berhenti di tengah jalan.

Kala itu, ketika drumband tengah beraksi di lapangan, dari sound system di panggung utama justru terdengar lagu Selamat Ulang Tahun milik grup Jamrud. Ada pula sejumlah orang berjoget-joget mengikuti irama lagu tersebut.

Hal ini lantas dikaitkan dengan Agus Riyadi yang berulang tahun pada 16 Agustus. Namun Agus mengelak pemutaran lagu tersebut untuk merayakan ulang tahunnya, melainkan inisiatif tim voli Sungai Bahar untuk merayakan keberhasilan menjuarai Kapolres Cup.

Keterangan berbeda diberikan Syafwan Al Magfuri, Kepala MTs Negeri 7 Muaro Jambi. Ia sempat mencak-mencak kepada panitia saat lagu Selamat Ulang Tahun membuat pertunjukan anak didiknya terhenti.

Namun ketika mencoba mencari tahu siapa yang bertanggung jawab memutar lagu tersebut, Syafwan tak mendapat jawaban memuaskan.

“Saya tanya ke pegawai dan panitianya, mereka bilang MC yang suruh. Saya tanya lagi ke MC-nya, dijawab Ibu Camat yang suruh,” kata Syafwan, sebagaimana diberitakan Jambi Independent (18/8/2025).

Telah Meminta Maaf

Agus sendiri telah meminta maaf secara langsung kepada pihak MTs Negeri 7 Muaro Jambi. Sesuai janji yang ia ucapkan sebelumnya, Agus mengunjungi sekolah tersebut pada Selasa (19/8/2025).

Sebagaimana didokumentasikan oleh akun Facebook Semua Tentang Bahar, Agus beserta istrinya menyalami seluruh guru MTs Negeri 7 Muaro Jambi sebagai bentuk permintaan maaf. Sang camat bahkan sampai menundukkan badan saat bersalaman.

Akan tetapi Bupati Muaro Jambi tetap meminta Budhi Hartono selaku Sekda untuk memanggil Agus menghadap ke Sengeti guna melakukan klarifikasi. Budhi menjelaskan, Agus terancam sanksi etik karena dinilai lalai atau membiarkan kejadian tersebut.

“Harusnya dia merespon, musik ultah berbunyi harusnya dia hentikan, tapi dia lalai untuk menghentikan jadi mengecewakan adik-adik yang tampil,” terang Budhi, sebagaimana diberitakan metrotvnews.com, Rabu (20/8/2025).

Bupati sendiri berjanji akan memboyong tim drumband MTs Negeri 7 Muaro Jambi ke Sengeti. Mereka akan diberi kesempatan tampil pada karnaval HUT RI ke-80 yang diselenggarakan oleh Pemkab Muaro Jambi pada Rabu, 20 Agustus, ini.

“Seluruh akomodasi akan ditanggung oleh Pemda,” ujar Bambang Bayu Suseno ketika itu.

Viral! Aksi Drumband MTs Negeri 7 Muaro Jambi Bubar Jalan Gegara Lagu Jamrud

BAHAR POS – Sebuah momen viral mewarnai rangkaian acara peringatan HUT RI ke-80 di Kecamatan Sungai Bahar, Muaro Jambi, Ahad (17/8/2025). Aksi para siswa MTs Negeri 7 Muaro Jambi berganti isak tangis karena pertunjukan drumband mereka dihentikan paksa di tengah jalan.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak sepasukan anggota drumband tengah unjuk kebolehan di halaman kantor Kecamatan Sungai Bahar yang terletak di Desa Marga Manunggal Jaya (Unit 4). Saat itulah tiba-tiba saja sound system di panggung utama memutar lagu Selamat Ulang Tahun dari grup Jamrud.

Musik lantang dari sistem pengeras tersebut tak pelak mengalihkan perhatian penonton ke arah asal suara. Tampak pula para undangan asyik berjoget-joget di panggung utama mengikuti irama lagu.

Hal ini membuat fokus para siswa anggota drumband pecah. Mereka akhirnya menghentikan pertunjukan begitu saja karena suasana sudah tidak kondusif.

Dalam video sejumlah anak terlihat bingung, sedangkan yang lainnya menangis. Beberapa siswa langsung menggotong peralatan musik mereka ke dalam mobil rombongan.

Di tengah keriuhan, terdengar suara ibu-ibu yang diduga kuat perekam video berkata, “Sudah, enggak apa-apa. Enggak usah tampil lagi, nanti aku upload di medsos.”

Warganet menanggapi geram kejadian ini. Unggahan video yang menyebar di berbagai media sosial langsung dihujani berbagai komentar tajam.

“Acara kemerdekaan RI kalah dengan acara pribadi aparatnya,” kata seorang pengguna Facebook.

“Itu capek loh pak latihannya, blm effort mereka buat make up..mereka bangga tp bapak injak harga dirinya,” tulis salah satu pemilik akun Instagram.

Respons Bupati

Sempat beredar kabar jika pemutaran lagu itu dilakukan sebagai kejutan ulang tahun bagi Camat Sungai Bahar, Agus Riyadi. Namun hal ini kemudian dibantah oleh yang bersangkutan.

Menurut Agus, pemutaran lagu itu sama sekali tidak berkaitan dengan dirinya, sebab hari ulang tahunnya sudah berlalu sehari sebelumnya. Spontanitas tersebut justru dimaksudkan sebagai perayaan keberhasilan tim voli Sungai Bahar menjuarai Kapolres Cup.

“Sebenarnya itu bentuk dari apresiasi dari atlet voli kepada saya. Hanya saja waktunya kurang tepat,” kata Agus, sebagaimana diberitakan Radar Solo (18/8/2025). “Mereka memutar lagu itu, setelah upacara pengibaran bendera, namun bertepatan dengan penampilan marching band.”

“Kejadian itu sebenarnya hanya miskomunikasi. Saya sudah minta maaf langsung ke Kepala MTsN 7, Pak Syafwan,” tambah Agus, dikutip dari Suara.com (18/8/2025). “Bagaimanapun juga mereka semua adalah warga saya semua. Kami salah, kami minta maaf.”

Syafwan Al Magfuri sendiri sempat mencak-mencak kepada panitia saat lagu Selamat Ulang Tahun membuat pertunjukan anak didiknya terhenti. Namun ia tak mendapat jawaban memuaskan saat mencoba mencari tahu siapa yang bertanggung jawab.

“Saya tanya ke pegawai dan panitianya, mereka bilang MC yang suruh. Saya tanya lagi ke MC-nya, dijawab Ibu Camat yang suruh,” kata Syafwan, sebagaimana diberitakan Jambi Independent (18/8/2025).

Atas kejadian ini, Agus Riyadi musti memberi penjelasan kepada Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno. Sebagaimana diberitakan Antara, Bupati sangat menyesalkan peristiwa tersebut dan akan meminta Camat Sungai Bahar untuk segera menghadap.

“Sudah saya instruksikan kepada Pak Sekda untuk memanggil camat tersebut,” ujar Bambang Bayu Suseno seperti dikutip laman Antara (18/8/2025). “Pak Camat harus klarifikasi terkait kejadian ini.”

Mengetahui kekecewaan para siswa anggota drumband, Bupati berjanji akan memboyong mereka ke Sengeti untuk tampil dalam karnaval yang diadakan Pemkab Muaro Jambi pada 20 Agustus mendatang.

“Seluruh akomodasi akan ditanggung oleh Pemda,” imbuh Bambang Bayu Suseno.

Sementara itu, Camat Sungai Bahar sendiri berjanji akan membuat video klarifikasi terkait kejadian ini.

“Besok, hari Selasa, 19 Agustus 2025, saya akan membuat video klarifikasi bersama kepala sekolah [MTs Negeri 7 Muaro Jambi], guru dan siswanya, juga didampingi pengawas sekolahnya,” janji Agus Riyadi.

Diduga Terafiliasi Jaringan NII, Satu Yayasan di Sungai Bahar Ditutup

BAHAR POS – Sebuah yayasan di Sungai Bahar ditutup Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi karena diduga kuat terafiliasi jaringan Negara Islam Indonesia (NII). Penutupan ini dilakukan secara langsung oleh Bupati Bambang Bayu Suseno (BBS) secara simbolik, Kamis, 14 Agustus 2025, pagi WIB.

Penutupan yayasan di Sungai Bahar ini bersamaan dengan empat yayasan lain yang juga disinyalir punya ikatan dengan kelompok NII. Bupati BBS menandai penghentian operasional kelima yayasan dengan melakukan kunjungan langsung ke Yayasan Amal Bakti Insan Madani, di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota.

“Kelima yayasan yang ditutup karena terafiliasi dengan NII yang ada di Kabupaten Muaro Jambi itu, di antaranya dua yayasan di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) dan masing-masing satu di Kecamatan Sungai Gelam, Mestong dan Sungai Bahar,” kata BBS, sebagaimana dikutip Antara, Jumat (15/8/2025).

BBS menambahkan, kelima yayasan yang ditutup diketahui akhir mengedarkan kotak amal untuk mencari bantuan dana. Kotak-kotak tersebut dititipkan di toko-toko yang berada di wilayah Kabupaten Muaro Jambi, bahkan hingga ke luar daerah.

Seturut penutupan ini, Bupati mengimbau kepada kelima yayasan yang izinnya telah dicabut untuk segera menarik kotak-kotak amal yang mereka sebarkan. Imbauan ini berlaku baik untuk kotak amal yang disebarkan di wilayah Muaro Jambi maupun daerah-daerah lain.

Pemkab Muaro Jambi memberi tenggang waktu satu bulan bagi kelima yayasan untuk melakukan penarikan kotak amal. Apabila setelah melewati waktu yang ditentukan belum juga ditarik, tim terpadu akan melakukan penertiban dengan menyita kotak-kotak amal itu dan menyerahkannya kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Muaro Jambi.

Bupati juga mengingatkan agar warga Muaro Jambi lebih teliti saat hendak memberikan donasi. Lebih baik menyalurkan dana melalui lembaga-lembaga terpercaya, di antaranya BAZNAS yang dikelola oleh pemerintah.

BBS menambahkan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gerakan-gerakan terorisme dan radikalisme yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan NKRI. Jika mengetahui aktivitas apapun yang dinilai mencurigakan, hendaknya warga segera melapor kepada aparat penegak hukum.

“Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk bijak dalam menggunakan media sosial,” imbuh Bupati, seraya meminta warganya lebih berhati-hati saat hendak turut aktif dalam sebuah organisasi atau yayasan. Jangan sampai ternyata lembaga tersebut mengusung idealisme yang bertentangan dengan ideologi negara.

Kibarkan Bendera Bajak Laut One Piece di Bak Pick-up, Warga Desa Tri Jaya Diamankan Polisi

BAHAR POS — Choirul Anam (26), warga Desa Tri Jaya, Kecamatan Bahar Selatan, Muaro Jambi, diamankan polisi karena mengibarkan bendera bajak laut ala One Piece di mobil pick-up miliknya, Rabu (13/8/2025) siang.

Choirul memasang bendera bajak laut One Piece di sisi kanan depan bak mobilnya. Sedangkan di sisi kiri ia mengibarkan bendera merah putih.

Mengetahui hal ini, personel Kepolisian Sektor Bahar Selatan segera mendatangi Choirul. Pemuda yang tinggal di RT 07 Desa Tri Jaya tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek untuk diberikan penjelasan dan pembinaan.

Setelah ditanyai petugas, Choirul mengaku hanya ikut-ikutan apa yang sedang trending di media sosial. Dirinya sama sekali tak tahu apa arti dari pengibaran bendera bajak laut yang dicuplik dari serial manga One Piece tersebut.

Karena itu, polisi tidak menahan Choirul. Ia hanya diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya, sementara bendera diamankan di Mapolsek Bahar Selatan.

“Yang bersangkutan mengaku hanya mengikuti tren di media sosial. Kami sudah memberikan edukasi agar tidak lagi memasang bendera yang tidak sesuai aturan, apalagi jika dapat menimbulkan persepsi negatif,” ujar Kapolsek Bahar Selatan, Ipda Ari Irfani, S.H., M.H., sebagaimana dikutip TribrataNewsMuaroJambi.com.

Polres Muaro Jambi mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam mengikuti tren di media sosial serta mematuhi aturan demi menjaga ketertiban dan keamanan bersama.