Category Archives: Kota Jambi

Pedagang Pasar Angso Duo Kena Tikam karena Pergoki Pencuri yang Hendak Ambil Uang Hasil Penjualan

BAHAR POS – Aksi pencurian yang diikuti penusukan mengguncang kawasan Pasar Angso Duo, Telanaipura, Kota Jambi, Senin (8/9/2025) dini hari. Dua pedagang sayur mengalami luka-luka akibat tikaman senjata tajam pelaku.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 WIB ketika seorang pria tak dikenal mencoba mengambil uang yang disimpan di bawah terpal meja dagangan. Aksi itu dipergoki saksi sekaligus pedagang lain, Eka, yang berusaha mencegah pelaku.

“Korban berusaha menghentikan pelaku, tetapi mendapat perlawanan. Pelaku mengeluarkan pisau dan melukai kedua korban,” kata Kapolsek Telanaipura, AKP Reza Fahlevi, Senin (8/9/2025) pagi.

Menurut keterangan polisi, tarik-menarik uang sempat terjadi antara Eka dan pelaku. Eka berhasil merebut kembali uang yang hendak dicuri, sedangkan pelaku berusaha kabur.

Namun upaya pelaku melarikan diri diadang oleh dua pedagang lain, Jumiran Simalango dan Very Leo Nando Simalango, yang langsung mencoba menangkapnya.

Saat itulah pelaku bertindak brutal. Dengan sebilah pisau bergagang plastik oranye, pelaku menikam Jumiran dan Very.

“Akibat kejadian itu, korban Jumiran mengalami luka di tangan kiri bagian lengan atas dan kaki kiri bagian paha. Sedangkan, korban Very luka di bagian perut sebelah kiri,” jelas Reza.

Kedua korban segera dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis. Sementara pelaku berhasil melarikan diri, meninggalkan pisau sepanjang 21 sentimeter yang kemudian diamankan sebagai barang bukti.

Kapolsek menegaskan pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan kini tengah memburu pelaku.

Peserta Didik Yamaha Music School Jambi Unjuk Kebolehan dalam Students Concert & Festival di Mal WTC Batanghari

BAHAR POS – Atrium lantai dasar Mal WTC Batanghari, Kota Jambi, tampak berbeda tiga hari belakangan, 5-7 September 2025. Terdapat panggung pertunjukan besar dengan satu set sound system, lengkap dengan penampil yang mentas berganti-gantian.

Seperti yang dapat disaksikan pada Ahad (7/9/2025) siang. Di panggung tampil seorang anak lelaki menyanyikan Damai Bersama-Mu, sebuah nomor populer dari legenda pop Chrisye.

Pada backdrop panggung tampak banner besar, langsung memberi tahu pengunjung acara apa yang tengah berlangsung: Students Concert & Festival yang diinisiasi oleh Yamaha Music School Jambi.

Sesuai namanya, Students Concert & Festival adalah wadah unjuk kemampuan bagi peserta didik Yamaha Music School Jambi. Digabungkan dengan promosi pendaftaran kursus dan bazaar alat musik Yamaha.

Tak hanya menikmati hiburan di atas panggung, pengunjung juga dimanjakan dengan diskon besar-besaran. Pendek kata, Yamaha Music menghadirkan momen tepat untuk membeli alat musik idaman maupun mendaftar kursus di Yamana Music School Jambi.

Untuk pembelian alat musik, penyelenggara memberikan potongan harga sebesar 20%. Sedangkan pendaftar kursus diberikan diskon hingga 80%

Panggung Unjuk Kualitas

Students Concert & Festival merupakan agenda rutin Yamaha Music School. Event pada September ini merupakan yang kedua di tahun 2025, setelah sebelumnya digelar pada Mei lalu.

Selain ajang promosi dan unjuk kebolehan bagi para peserta didiknya, event ini sekaligus menjadi etalase yang menunjukkan kualitas kursus itu sendiri.

Alih-alih memakai barisan teks yang menonjolkan kehebatan guru-guru yang dimiliki dalam brosur, panggung di Mal WTC Batanghari siang itu berbicara lebih meyakinkan. Para penampil adalah bukti nyata kualitas kursus musik yang diselenggarakan oleh Yamaha Music School.

Penampilan Carel Tampubolon, misalnya. Meski mungkin belum sempurna, tetapi ia mampu membawakan lagu Damai Bersama-Mu dengan sangat baik.

Bagi yang tidak akrab dengan dunia olah vokal, Damai Bersama-Mu bukanlah lagu mudah. Hanya penyanyi dengan rentang vokal luas yang dapat membawakan, sebab iramanya bergerak dari nada rendah yang tenang hingga melompat ke nada tinggi yang penuh tenaga.

Selain itu, kontrol dinamika juga menjadi kunci: bagian awal harus dibawakan lembut dan mengalir, sementara pada bagian reffrain perlu ledakan emosi yang tetap terkendali. Teknik pernapasan yang kuat sangat diperlukan, mengingat beberapa frasa panjang tidak memberi ruang jeda alami.

Penyanyi juga harus mampu menjaga artikulasi dan frasering agar lirik terdengar jelas sekaligus menyentuh. Lebih dari itu, lagu ini menuntut rasa: kerinduan dan keintiman dalam syair harus hadir, tetapi dengan ekspresi anggun dan tidak berlebihan.

Karena itulah, siapa pun yang mampu membawakan Damai Bersama-Mu dengan indah bisa dipastikan memiliki kualitas suara dan teknik vokal yang mumpuni. Perpaduan yang hanya bisa dikuasai lewat latihan rutin di bawah bimbingan instruktur berpengalaman.

Carel memang tumbuh di keluarga yang akrab dengan dunia musik. Ayahnya aktif dalam ekstrakurikuler band semasa SMA, juga sempat lama menjadi pemain organ pengiring kebaktian di gereja.

Latar belakang demikian, ditambah pendampingan dari sosok tepat di lembaga yang berpengalaman melahirkan pemusik andal, Carel Tampubolon punya potensi cerah dalam dunia tarik suara.

Apresiasi Orang Tua Siswa

Nober Tampubolon, ayah Carel, mengatakan jika puteranya telah belajar di Yamaha Music School selama empat tahun. Ia mengakui ada perkembangan positif dalam kemampuan olah vokal anak sulungnya tersebut.

“Perkembangan yang didapat, Carel lebih percaya diri dan lebih interaktif dalam menggali tentang musik,” kata Nober saat dihubungi Bahar Pos, Ahad (7/9/2025) malam.

Ia menambahkan, panggung seperti Students Concert & Festival sangat membantu dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa didik Yamaha Music School. Sebagai orang tua, ia pun merasa bangga melihat Carel berani tampil di panggung.

“Tentu saja bangga. Melihat ada keberanian untuk bernyanyi di hadapan orang banyak, bagus untuk mengasah mentalnya. Ketika Carel tampil, itu adalah wujud sukses baginya dalam menyelesaikan tugas bernyanyi yang diberikan gurunya,” tuturnya.

Nober manambahkan, disiplin adalah hal paling utama dalam musik. Ia terus mendorong Carel agar selalu on time dalam latihan, juga dibarengi dengan antusiasme dalam belajar di sekolah.

Ia menceritakan, setiap kali hendak konser, Carel akan memilih lagu yang sesuai dengan warna suaranya. Jika lagu tersebut belum ia hapal, maka hal pertama yang dilakukan adalah menghapal lirik, lalu mulai berlatih mengikuti irama musik.

Carel sudah rutin berlatih dalam waktu tiga pekan sebelum konser. Setiap hari ia akan melatih suara setidak-tidaknya selama 3 jam.

Ditanya apa harapannya bagi Carel, Nober meminta agar anaknya tidak terlalu merasa terbebani oleh persaingan di dunia musik, juga perkembangan zaman yang kini serba digital.

“Harapan untuk Carel di musik, semoga ke depan bisa lebih santai menghadapi persaingan. Yang penting rajin berlatih dan terus meningkatkan kemampuan,” pungkasnya.

Duel Berdarah di Kota Jambi, Warga Beliung Indah Gagalkan Aksi Pencuri Bengkel Bersenjata Tajam

BAHAR POS – Duel berdarah terjadi di sebuah bengkel di Jalan Sersan Anwar Bay, Kelurahan Beliung Indah, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Sabtu (6/9/2025) dini hari WIB. Pencuri bersenjata yang hendak menggondol sejumlah barang berhasil dilumpuhkan pemilik bengkel bersama warga sekitar.

Aksi heroik tersebut dilakukan oleh M. Rizki, pemilik bengkel, bersama dua rekannya, Teddy dan Rino. Mereka memergoki aksi pencurian dan berhasil menggagalkan, meski harus menanggung sejumlah luka akibat berhadapan langsung dengan pelaku.

Peristiwa bermula saat Rizki yang biasanya tidur di bengkel, malam itu menginap di tempat temannya karena turun hujan deras. Sekitar pukul 01.30 WIB, ia merasa perlu mengecek bengkel.

Bersama kedua temannya, Rizki kembali ke bengkel setelah hujan reda. Saat tiba di lokasi, mereka mendapati kondisi pintu bengkel sudah tidak terkunci.

“Sampai di lokasi, kami lihat pintu bengkel sudah terbuka, gemboknya tergeletak di lantai. Saat dicek, beberapa barang sudah hilang,” kata Rizki, kepada media, Sabtu (6/9/2025).

Barang-barang yang dilaporkan raib antara lain satu unit kompresor, dua mesin sepeda motor Yamaha Jupiter Z1, satu mesin sepeda motor Honda Beat F4, serta beberapa alat kerja seperti bor dan gerinda.

Total kerugian dari hilangnya barang-barang tersebut mencapai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta.

Mengetahui hal tersebut, Rizki dan rekannya memilih bersembunyi di dalam bengkel untuk menunggu pelaku kembali. Mereka memadamkan lampu dan memasukkan motor konsumen agar pelaku tidak merasa curiga saat kembali.

Benar saja, sekitar 15 menit kemudian para pelaku datang. Mereka berjumlah tiga orang dan mengendarai sepeda motor.

“Dia sempat menyenter ke dalam dan memberi kode ke temannya. Begitu pintu dibuka, kami langsung berusaha menangkap,” beber Rizki.

Rizki menyambut pelaku yang masuk ke dalam bengkel dengan satu pukulan sebatang besi, tetapi hantamannya meleset.

Satu pelaku langsung kabur begitu mengetahui bengkel ada penghuni. Sedangkan pelaku satunya lagi berusaha menghidupkan sepeda motor, tetapi niatnya diadang oleh Rizki dan temannya.

Merasa terdesak, pelaku berusaha melawan dengan pisau dapur sepanjang sekitar 15 sentimeter. Duel pun pecah dan berlangsung sengit selama 10 hingga 15 menit.

“Dia mengayunkan pisau secara membabi buta. Teman saya hampir kena di bagian leher. Saya sendiri kena sayatan di tangan, kaki, dan rusuk,” ungkap Rizki, sambil menunjukkan luka-luka di tubuhnya.

Keributan tersebut akhirnya menarik perhatian warga sekitar. Mereka bergegas datang dan membantu melumpuhkan pelaku. Pelaku kemudian diikat sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses hukum lebih lanjut.

Rizki kini menjalani perawatan akibat luka-luka yang dialaminya. Meski begitu, ia merasa lega karena pelaku berhasil ditangkap.

“Yang penting pelaku sudah ditangkap. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Wilayah sini memang rawan, sudah sering terjadi pembobolan,” ujarnya.

Viral Video Pria Diduga Lecehkan Anak di Masjid At-Taqwa Kota Jambi

BAHAR POS – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi pelecehan seksual terhadap anak di sebuah masjid di Kota Jambi viral di media sosial. Rekaman itu diunggah akun Instagram @jambihits_id dan ramai dibagikan warganet sejak Sabtu (6/9/2025).

Dalam unggahan tersebut disebutkan peristiwa terjadi pada Jumat (5/9/2025) sekitar pukul 18.00 WIB di Masjid At-Taqwa, Kelurahan Donorejo, Pasir Putih, Kota Jambi. Video memperlihatkan seorang pria dewasa mengenakan celana hitam dan bertopi memasuki halaman masjid, diikuti tiga anak perempuan.

Menurut keterangan dalam unggahan akun Instagram tadi, pria tersebut berpura-pura menanyakan lokasi WC masjid dan meminta anak-anak tersebut mengantarkan. Namun sesampainya di teras samping masjid, pelaku langsung memeluk salah seorang anak yang mengenakan kerudung putih bermotif bintik hitam.

“Pelaku bahkan menciuminya berkali-kali,” tulis akun @jambihits_id.

Dua teman korban panik dan berteriak meminta tolong, tetapi pelaku tidak menghentikan perbuatannya. Narasi akun itu juga menyebut pelaku sempat menarik korban masuk ke dalam WC masjid.

“Teman korban kemudian berusaha menolong korban dengan mengikutinya menuju WC masjid sambil tetap berteriak minta tolong,” lanjut unggahan tersebut.

Diduga khawatir aksinya diketahui warga, pelaku akhirnya melepaskan korban dan kabur. Dalam video, pria itu terlihat berlari keluar area masjid lalu mengendarai sepeda motor yang terparkir di luar pagar.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas maupun keberadaan terduga pelaku. Kasus ini memicu keresahan warga sekitar yang berharap aparat segera melakukan penyelidikan.

Cari Bibit Atlet untuk PON 2028, Pengprov IKASI Jambi Gelar Kejurprov Anggar 2025

BAHAR POS – Pengurus Provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Pengprov IKASI) Jambi menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Anggar 2025 pada 5-7 September 2025. Event ini diadakan sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi 2026 dan juga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Ketua Harian Pengprov IKASI Jambi, Dr. Atri Widowati, mengatakan Kejurprov Anggar 2025 merupakan bagian dari program pembinaan dan kompetisi cabang olahraga anggar di Provinsi Jambi. Ia berharap mendapat bibit-bibit atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Jambi di pentas nasional bahkan internasional.

“Kejurprov anggar tahun ini juga menjadi ajang pemanasan para atlet kabupaten menuju ke Porpov 2026 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” ucapnya.

Ajang ini akan diikuti oleh setidaknya 32 atlet dari enam kabupaten/kota se-Jambi. Rinciannya adalah masing-masing enam peserta dari Pengurus Cabang IKASI Tanjung Jabung Barat dan Tebo, lalu Kota Jambi, Muaro Jambi, Sarolangun, dan Tanjung Jabung Timur mengirimkan lima kontestan.

Kompetisi akan berlangsung di Gedung Olahraga Bulutangkis (PJOK) Universitas Jambi (Unja) Kampus Mendalo, dan mempertandingkan delapan nomor. Meliputi Foil, Degen, dan Sabre, baik perorangan maupun beregu putra dan putri.

Kejuaraan ini tidak hanya menjadi peluang kompetitif, tetapi juga strategi pembinaan jangka panjang bagi cabang anggar di Jambi. Aksi nyata ini membuka peluang bagi Kabupaten dan Kota di Jambi untuk membangkitkan prestasi atlet lokal agar mampu bersaing di pentas provinsi maupun nasional, serta mengukir sejarah di PON yang akan datang.

Polsek Jelutung Tangkap Buronan Kasus Pencurian Berat dari Tanah Datar, Sumatera Barat

BAHAR POS – Tim Satreskrim Kepolisian Sektor Jelutung, Kota Jambi, meringkus seorang buronan Polres Tanah Datar, Sumatera Barat. Pelaku berinisial YS (31) dibekuk aparat di kawasan asrama haji pada Rabu (3/9/2025) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

YS masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Tanah Datar karena diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Penyidikan intensif menunjukkan jika pelaku melarikan diri ke Jambi.

Setelah Polres Tanah Datar berkoordinasi dengan kepolisian setempat, satu unit dari Satreskrim Polsek Jelutung memburu pelaku yang diketahui tengah berada di kawasan Simpang Empat Asrama Haji Jambi, Kelurahan Handil Jaya, Kota Jambi.

“[Penyergapan ini] Hasil koordinasi antara tim Reskrim Polres Tanah Datar dengan TIK Polda Jambi dan unit Reskrim Polsek Jelutung,” jelas Kepala Unit Reskrim Polsek Jelutung, Ipda Ondo Siburian.

Usai ditangkap, YS mengakui perbuatannya dalam interogasi awal oleh aparat Satreskrim Polsek Jelutung. Selanjutnya, tersangka diserahkan kepada penyidik di Polres Tanah Datar untuk menjalani proses hukum berikutnya.

Berdasarkan catatan kepolisian, YS masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Tanah Datar atas kasus pencurian dengan pemberatan yang dilaporkan sebelumnya. Setelah sempat melarikan diri ke Jambi, keberadaannya terendus oleh aparat berkat pemantauan lapangan yang intensif.

Penangkapan ini menambah daftar buronan yang berhasil diamankan oleh kepolisian lintas daerah melalui koordinasi terpadu.

Jalankan Undang-Undang, Polisi Akan Tindak Tegas Pelaku Anarkis dalam Demo di DPRD Provinsi Jambi

BAHAR POS – Kepolisian Daerah Jambi akan mengambil langkah tegas merespons aksi anarkis yang timbul dalam demonstrasi di Kota Jambi pada Jumat (29/8/2025) lalu. Kapolda Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar mengingatkan, pihaknya harus menjalankan Undang-Undang demi menegakkan ketertiban umum.

Sebagaimana diketahui, massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Sipil dan Mahasiswa Melawan Jambi menggelar demonstrasi di gedung DPRD Provinsi, usai salat Jumat. Mulanya berlangsung tertib, kericuhan pecah tatkala massa memaksa masuk ke dalam gedung.

Ketegangan meningkat hingga berakhir bentrok antara pendemo dan aparat kepolisian. Setidaknya empat petugas terluka dalam gesekan tersebut. Sedangkan kaca gedung DPRD pecah dilempari batu, satu unit mobil dinas terbakar.

Malam harinya, aksi merembet ke area perkantoran sekitar. Massa menyerbu dan merusak rumah dinas Wakil Gubernur, kantor Kejaksaan Tinggi Jambi, membakar sebuah pos polisi lalu lintas di kawasan Simpang BI, juga menghanguskan beberapa mobil.

Aksi anarkis inilah yang menjadi sorotan Polda Jambi. Krisno Siregar menegaskan, polisi tidak akan membiarkan tindakan anarkis yang mengakibatkan rusaknya ketertiban umum.

“Kalau anarkis, ya ditindak tegas,” kata Kapolda Jambi, Ahad (31/8/2025). “Polisi bekerja berdasarkan hukum, tidak boleh ada yang main hakim sendiri.”

Pernyataan senada disampaikan oleh Kapolresta Jambi, Komisaris Besar Pol. Boy Sutan Binanga Siregar. Ia bahkan telah mengerahkan tim dari Satreskrim Polresta Jambi dan Polsek terkait untuk memeriksa titik-titik lokasi pengerusakan.

Hasil pemeriksaan ini akan menjadi dasar bagi Polresta Jambi untuk menindak-lanjuti para pelaku sesuai hukum yang berlaku. Boy juga mengatakan pihaknya telah mengamankan sejumlah remaja laki-laki pada saat kericuhan.

Namun Boy menegaskan bahwa yang mereka tangkap bukanlah mahasiswa pengunjuk rasa. Melainkan para pelaku kriminal yang memanfaatkan situasi.

“Dia kriminal, melakukan kejahatan dalam merusak. Dia membakar, dan lain sebagainya. Jangan samakan dengan pengunjuk rasa mahasiswa,” jelas Boy.

Boy mengatakan, yang ditangkap personelnya kebanyakan remaja di bawah umur. Karena itu pihaknya melakukan pembinaan kepada mereka.

“Mereka adalah anak-anak yang melakukan tindakan kriminalitas, mungkin mereka tidak paham. Saat ini, para remaja tersebut telah dilakukan pembinaan,” tambahnya.

Gubernur Al Haris Ajak Warga Jambi Jaga Kondusifitas, Jangan Mau Diadu Domba

BAHAR POS — Gubernur Jambi, Al Haris, meminta seluruh warga untuk menjaga keutuhan sosial dan tidak mudah terpancing oleh provokasi. Ia memberi penegasan agar masyarakat tidak terpecah-belah, sehingga mudah adu domba oleh pihak tak bertanggung jawab.

Ajakan ini merupakan respons atas kericuhan dalam unjuk rasa yang baru terjadi. Sebagaimana diketahui, massa merusak gedung DPRD Provinsi Jambi, kantor Kejaksaan Tinggi Jambi, hingga rumah dinas Wakil Gubernur dalam rangkaian aksi yang berlangsung sejak Jumat (29/8/2025) siang hingga Sabtu (30/8/2025) dini hari.

“Saya sudah melihat dinamika yang berkembang. Dari kemarin lalu, tadi malam juga, saya hanya berpesan agar seluruh warga masyarakat Jambi yang saya cintai mari kita ciptakan situasi kondusif yang aman dan damai,” ujar Al Haris saat menyampaikan imbauan pada Sabtu (30/8/2025) pagi.

Lebih jauh, Al Haris menyampaikan bahwa karakter masyarakat Jambi adalah refleksi adab dan martabat yang patut dibanggakan. Ia yakin warga mampu menjaga ketentraman tanpa harus terprovokasi.

“Jangan sampai kita mudah terpecah-belah, jangan juga kita mudah diadu domba. Kita ini satu bagian dari anak-anak bangsa yang mestinya pula dapat menjaga daerahnya, terutama Jambi, dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Sambil menyampaikan pesan damai, Gubernur menyentuh sisi kemanusiaan yang lebih luas. Ia mengungkapkan rasa belasungkawa atas wafatnya seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta, dan menyerukan agar masyarakat tetap menjaga kedamaian serta ketentraman sehari-hari.

“Kita prihatin akan saudara kita yang meninggal kemarin dari pengemudi ojol, dan kita juga mendoakan almarhum serta terpenting pula kita juga harus menjaga kedamaian dan ketentraman,” tambah Al Haris.

Bersamaan dengan imbauan Gubernur, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar turut meminta agar kegiatan unjuk rasa — apabila tetap ingin dilangsungkan — dilakukan secara tertib dan transparan. Jangan lagi melakukan tindakan anarkis, apalagi sampai merusak fasilitas umum.

“Jangan mau terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak jelas kepentingannya, atau kami sebut penumpang gelap,” pesan Krisno.

Kapolda juga mengimbau agar penyelenggara aksi menyampaikan informasi kepada Polda Jambi terlebih dahulu, serta waspada terhadap keterlibatan pihak-pihak yang tidak jelas motifnya.

“Kalau mau menyuarakan aspirasinya lewat demo atau unjuk rasa ke pemerintah dan DPRD, tolong infokan ke Polda Jambi,” ujar Krisno.

Imbauan ini hadir di saat krusial — momentum usai kericuhan massa yang menimbulkan kerusakan fasilitas publik dan ketegangan sosial. Seruan dari Gubernur dan Kapolda menjadi upaya penting untuk meredam amarah dan kembali membangun dialog konstruktif.

Pesan dua petinggi Jambi ini juga jadi pengingat kuat bahwa perbedaan pendapat bisa disampaikan secara damai, tanpa melibatkan emosi dan tanpa merugikan ruang publik. Saatnya menjaga martabat bersama demi masa depan Jambi yang lebih harmonis.

Massa Rusuh di Jambi: Gedung DPRD, Rumah Dinas Wagub, Hingga Mobil Wartawan jadi Sasaran

BAHAR POS — Unjuk rasa di Kota Jambi terus berlangsung hingga Sabtu (30/8/2025) dini hari WIB. Massa berubah anarkis dan merusak tak hanya fasilitas publik, tetapi juga rumah dinas Wakil Gubernur, kantor Kejaksaan Tinggi Jambi, hingga kendaraan awak media.

Aksi anarkisme massa berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB. Sekelompok pemuda melempari rumah dinas Wagub Abdullah Sani yang terletak di kawasan Telanaipura. Akibatnya, kaca jendela dan pos jaga rusak parah.

“Pos penjagaan, pintu pagar keluar, dan kaca rumah utama rusak akibat dilempar batu oleh kelompok massa,” terang kepala rumah tangga rumah dinas Wagub, Muhammad Choiri, seperti dikutip Antara Jambi.

“Untungnya saat aksi berlangsung, Babinsa datang mencoba membubarkan massa. Upaya tersebut berhasil,” lanjut Choiri.

Puluhan botol bom molotov ditemukan di sekitar area. Lima di antaranya bahkan sempat membakar halaman rumah dinas sebelum berhasil dipadamkan.

Aksi itu terjadi dalam dua gelombang. Massa pertama sempat dihalau oleh petugas, tetapi kemudian datang sekelompok orang dalam jumlah lebih besar, sehingga memaksa petugas mencari perlindungan.

Sekitar 150 meter dari sana, massa tak bisa menahan diri. Mereka menyerbu halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi setelah melihat beberapa jurnalis yang tengah meliput, tetapi dikira intel.

Massa yang marah langsung mengejar para wartawan. Mereka merangsek ke dalam kantor Kejati, melempar batu, membakar tiga minibus—termasuk satu unit milik wartawan yang parkir di sana.

Tidak berhenti di situ, kerusuhan merembet hingga area perkantoran DPRD dan Gubernur. Kaca, pintu, serta meja-kursi di dalam kantor dewan rusak parah. Bahkan satu unit mobil operasional DPRD turut dibakar.

Sebelumnya, sekitar pukul 22.00 WIB, massa juga membakar sebuah pos polisi lalu lintas di Simpang Bank Indonesia, sebelum merangsek ke area perkantoran pemerintah tak jauh dari situ.

Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, menyerukan agar masyarakat tidak terpancing emosi. Ia berharap semua pihak mewaspadai keberadaan “penumpang gelap” yang bisa memicu kerusuhan lebih luas.

Setidaknya tiga polisi terluka akibat bentrok dengan massa. Meski situasi sempat menegangkan, aparat sudah menyiagakan personel di titik-titik vital agar keamanan dapat segera dikendalikan.

Peristiwa yang terjadi sepanjang Jumat (29/8/2025) hingga Sabtu (30/8/3035) dini hari ini mencerminkan eskalasi tak terkendali. Demo yang awalnya menuntut transparansi dan akuntabilitas menyusul rencana kenaikan tunjangan anggota DPR, berubah menjadi ajang perusakan.

Kejadian ini dapat disebut musibah dan hendaknya menjadi pengingat pentingnya membedakan aspirasi dari aksi anarkis. Penyampaian aspirasi yang dibarengi dengan tindakan perusakan hanya akan melemahkan tujuan, serta membuat publik luas kehilangan empati atas perjuangan yang diusung.

Kita semua berharap kerusuhan ini menjadi pelajaran berharga. Semua pihak—penyelenggara aksi, masyarakat, hingga aparat keamanan—harus berpegang pada prinsip saling menghormati dan menjaga ruang bersama demi dialog produktif, bukan konflik destruktif.

Demo di DPRD Provinsi Jambi Ricuh: Kaca Pecah, Polisi Terluka, dan Mobil Dinas Dibakar

BAHAR POS — Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Sipil dan Mahasiswa Melawan Jambi di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Jumat (29/8/2025) siang WIB, berakhir ricuh. Kaca gedung pecah, seorang polisi terluka, serta sebuah mobil dinas dibakar.

Demo yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB itu awalnya berjalan damai. Namun situasi berubah ketika massa memaksa masuk ke halaman gedung dan merusak fasilitas.

Massa yang sebagian besar mengenakan jas almamater dari sejumlah kampus di Jambi mulai melempar batu dan kayu ke arah gedung DPRD. Akibatnya, kaca gedung pecah, memaksa aparat kepolisian yang berjaga menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Setelah sempat bubar, massa kembali berkumpul di lapangan upacara Kantor Gubernur Jambi. Tak lama kemudian, mereka kembali ke Gedung DPRD Provinsi Jambi sambil melemparkan kayu dan batu.

Situasi semakin memanas, tetapi aparat kepolisian terus berupaya mengendalikan keadaan.

Seorang anggota kepolisian terluka dalam aksi unjuk rasa ini. Namun itdak diketahui secara pasti penyebab luka yang dialami oleh petugas tersebut.

Anggota polisi tersebut terlihat memegangi bagian kiri kepala saat dibantu masuk ke dalam ambulans. Personel itupun segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi untuk mendapatkan perawatan.

Sementara sebuah mobil dinas juga turut terbakar dalam ricuhnya keadaan. Mobil tersebut terbakar di halaman gedung setelah massa melemparkan benda keras, termasuk kayu dan batu, ke arah gedung.

Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran, tetapi kendaraan tersebut mengalami kerusakan total. Seluruh ban habis dilalap api, demikian pula beberapa bagian pentingnya.

Belum ada informasi resmi mengenai jumlah kerugian materiil atau identitas massa yang terlibat dalam pengeruskan. Namun pihak kepolisian dan aparat keamanan lainnya terus memantau lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Deretan Ketegangan Mahasiswa vs Polisi

Demo ricuh di DPRD Provinsi Jambi ini menambah catatan insiden kerusuhan yang melibatkan mahasiswa dalam beberapa bulan terakhir. Baru beberapa hari lalu, terjadi kericuhan antar organisasi mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi saat kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).

Kericuhan yang terjadi pada Rabu (27/8/2025) lalu itu berujung pada pengeroyokan terhadap kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pengurus Besar HMI mengecam keras aksi anarkisme tersebut dan menuntut aparat serta kampus menindaklanjuti kasus ini dengan tegas dan transparan.

Pada 23 Juni 2025, terjadi kerusuhan di Fakultas Hukum Universitas Jambi (Unja) usai pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Kejadian tersebut diduga kuat berkaitan dengan kericuhan dalam pelaksanaan pemilihan BEM di Fakultas Hukum Unja.

Mundur ke tahun sebelumnya, pada 31 Mei 2024 pecah bentrokan antara aparat kepolisian dengan mahasiswa yang menggelar unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur. Massa saat itu menuntut penyelesaian terhadap persoalan konflik batu bara, konflik agraria yang kian marak, permasalahan RTH Putri Pinang Masak, Sport Center, Islamic Center, hingga persoalan Nenek Hafsa.

Namun aksi memanas karena massa merasa kesal tidak mendapat respons dari Gubernur Al Haris. Bentrok terjadi antara mahasiswa dan aparat kepolisian, yang menyebabkan beberapa mahasiswa mengalami luka-luka.

Lalu tepat setahun lalu di Gedung DPRD Provinsi Jambi, mahasiswa juga sempat terlibat ketegangan dengan aparat kepolisian dalam sebuah aksi demo. Kala itu aliansi mahasiswa Jambi menyerukan aspirasi kawal putusan Mahkamah Konstitusi terkait UU Pilkada.

Namun tak satupun anggota dewan yang keluar menemui pendemo. Massa lantas memaksa masuk ke dalam gedung, sehingga memicu ketegangan dengan aparat yang membentuk barikade.