Tag Archives: atlet nasional asal Jambi

Lolos Seleknas, Dua Atlet Polo Air Jambi Masuk Pelatnas SEA Games 2025 di Stadion Akuatik GBK

BAHAR POS – Dua atlet polo air putra asal Jambi, penjaga gawang Didi Akbar dan striker Wildan Awwalu Naafi Dienma, mendapat panggilan bergabung ke program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) menuju SEA Games 2025.

Kabar ini dipastikan dalam surat keputusan Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia yang menyebutkan nama Didi Akbar dan Wildan Awwalu. Kedua atlet dinyatakan lolos dalam Seleksi Nasional (Seleknas) yang diadakan beberapa waktu lalu.

Pelatih polo air Jambi, Ahmad Sri Bagas, mengonfirmasi pemanggilan kedua atlet tersebut. Ia menambahkan, Pengurus Provinsi (Pengprov) Akuatik Indonesia Jambi mengirim tiga atlet putra untuk mengikuti Seleknas, tetapi yang lolos hanya Didi dan Wildan.

“Berdasarkan hasil Seleknas yang digelar beberapa waktu lalu, dari tiga atlet Jambi yang ikut Seleknas dan berhasil terpilih masuk Pelatnas hanya dua. Kedua atlet tersebut adalah Didi Akbar di posisi kiper dan Wildan Awwalu Naafi Dienma di posisi pemain,” kata Bagas, Rabu (10/9/2025).

Bagas melanjutkan, kesempatan mengikuti Seleknas diberikan karena tim putra polo air Jambi sebelumnya berhasil meraih medali perak pada ajang Kejuaraan Nasional Akuatik di Jakarta, 29 Mei – 4 Juni 2025.

Meski hanya menduduki peringkat kedua, usai kalah dari DKI Jakarta di partai final, kontingen Jambi memborong dua penghargaan individual dalam Kejurnas tersebut. Keduanya di sektor kunci, yakni penjaga gawang dan penyerang.

Didi Akbar menyabet penghargaan sebagai Best Goal Keeper. Sementara Wildan Awwalu Naafi Dienma tercatat sebagai top skor dengan koleksi total 24 gol.

Kedua atlet diminta segera bergabung dalam Pelatnas yang akan dimulai pada 15 September 2025 di Stadion Akuatik GBK Senayan, Jakarta.

Masuknya kedua pemain asal Jessica Swimming Club ini menjaga tradisi panjang Jambi dalam melahirkan atlet nasional cabang polo air. Di mana talenta Jambi kerap memperkuat tim nasional di berbagai ajang internasional, termasuk SEA Games dan Asian Games.

Di level nasional, Jambi telah mengoleksi banyak medali. Mulai dari medali perak putra pada PON 1996 di Jakarta, perunggu putri di PON 2012 Riau, medali perunggu putra pada PON 2024 Aceh-Sumut, serta yang terbaru medali perak pada Kejurnas 2025 di Jakarta.

SEA Games 2025 sendiri akan dilangsungkan di Thailand pada 9 – 20 Desember mendatang. Sejauh ini Jambi telah mengirim total 3 atlet dari dua cabang olahraga bagi Pelatnas.

Selain Didi Akbar dan Wildan Awwalu Naafi Dienma di cabang polo air putera, sebelumnya sudah ada Juliana Klarissa di cabang angkat besi puteri. Juliana lolos Seleknas yang diadakan PB Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia di Jakarta, 20-21 Agustus lalu.

Atlet Kurash Jambi Borong Medali di Kejuaraan Asia Tenggara, Gondol Enam Emas dan Masing-Masing Satu Perak-Perunggu

BAHAR POS – Atlet muda bela diri Jambi tampil gemilang pada Kejuaraan Kurash se-Asia Tenggara di Lombok, yang baru saja berakhir pada Senin (1/9/2025) lalu. Mewakili Indonesia, anak-anak muda Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah tersebut meraih total enam medali emas.

Kejuaraan Kurash Asia Tenggara (KUSEA) tahun 2025 digelar pada 28 Agustus hingga 1 September 2025 di Hotel Sheraton Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 300 atlet dari tujuh negara bertanding dalam event ini.

Indonesia menurunkan 98 atlet, dengan 15 di antaranya berasal dari NTB selaku tuan rumah. Sedangkan Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Provinsi mengirimkan lima atlet binaannya untuk bergabung dalam Tim Indonesia.

“Mereka itu bisa memperkuat tim Indonesia berdasarkan hasil seleksi nasional. Yang terbaik, terpilih dan mengikuti Kejuaraan Kurash se-Asia Tenggara ini,” kata Ketua Ferkushi Jambi, Johari.

Dari lima atltet tersebut, empat di antaranya menyumbangkan medali. Dengan rincian enam medali emas, satu medali perak, serta satu medali perunggu.

Johari menjelaskan bahwa ketiga atlet yang menyumbangkan emas untuk Indonesia tersebut adalah Arsyi Yanumi, Diva Putri Maharani, dan Muhammad Andrriel dengan raihan masing-masing dua medali emas.

“Arsyi Yanumi berhasil meraih dua medali emas untuk nomor in door dan out door pada kelas –45 Kg putra children. Diva Putri Maharani raih dua emas in door dan out door kelas +32 Kg putri children. Muhammad Andrriel dapat dua medali emas in door dan out door kelas –35 Kg putra children,” rinci Johari.

Satu atlet Jambi lainnya, Mamoru, memperkuat catatan prestasi dengan meraih medali perunggu in door dan perak out door di kelas –65 Kg putra cadet.

Prestasi ini datang di tengah pembinaan kurash yang masih tergolong baru di Jambi. Sekaligus menambah panjang daftar prestasi Ferkushi Jambi setelah sebelumnya menyumbang medali untuk kontingen provinsi pada PON 2024.

Pada PON XXI yang digelar di Aceh–Sumut tahun lalu, cabang tim kurash Jambi berhasil menyumbang tiga medali perunggu bagi kontingen provinsi. Prestasi ini menandai tonggak awal dari pembinaan kurash yang menjanjikan di tingkat nasional.

Melihat perkembangan ini, Johari merasa optimistis dengan masa depan pembinaan cabang olahraga kurash di Jambi.

“Saya optimis perkembangan cabang olahraga bela diri kurash ini bisa terus meningkat di Provinsi Jambi,” harapnya.

Kurash adalah seni bela diri tradisional asal Uzbekistan. Mirip judo, tapi dengan aturan yang sangat berbeda. Misalnya, pada kurash atlet hanya boleh memegang pakaian lawan di atas pinggang, sehingga memiliki teknik lebih terbatas dibanding judo atau sambo.

Seni bela diri ini sudah dipraktikkan sejak ribuan tahun lalu di Uzbekistan sebagai bagian dari budaya dan festival rakyat. Fokusnya terletak pada bantingan (grappling/throwing), sehingga tidak ada pukulan atau tendangan.

Untuk keluar sebagai pemenang, atlet harus bisa menjatuhkan lawan dengan teknik lemparan yang bersih untuk mendapat poin.

Cabang olahraga ini sudah diakui secara internasional. Telah ada federasi resmi yang mewadahi atlet sekaligus memutar kompetisi sebagai sarana pembinaan, yakni International Kurash Association (IKA). Cabor kurash juga telah dipertandingkan di Asian Games dan SEA Games.

Sedangkan di Indonesia, kurash baru berkembang beberapa tahun terakhir. PB Ferkushi (Federasi Kurash Seluruh Indonesia) dibentuk untuk membina atlet-atlet, dan Jambi termasuk provinsi yang aktif mengirimkan atletnya.