Tag Archives: DPRD Muaro Jambi

Anggota DPRD Muaro Jambi Pertanyakan Bakal Lokasi MTQ ke-54 Provinsi Jambi, Minta Fungsikan Arena Lama

BAHAR POS – Suara vokal datang dari DPRD Muaro Jambi jelang perhelatan Mushabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Jambi yang ke-54, November mendatang. Anggota Fraksi PDI Perjuangan, H. Usman Halik, SE mempertanyakan bakal lokasi yang akan dipakai.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Muaro Jambi terpilih sebagai tuan rumah MTQ Provinsi Jambi tahun ini. Pemerintah Kabupaten bahkan telah mematangkan persiapan demi menyukseskan hajatan ini.

Sesuai kesepakatan, lapangan kantor Bupati Muaro Jambi telah ditetapkan sebagai Arena MTQ tersebut. Namun tinggal hitungan bulan menuju pelaksanaan, pemilihan tersebut mendapat kritik dari Usman Halik.

Anggota DPRD Muaro Jambi dari daerah pemilihan Kecamatan Kumpeh dan Kumpeh Ulu tersebut menyayangkan keputusan Pemkab. Menurutnya, ada tempat lain yang lebih layak dan memang seharusnya dipergunakan sebagai lokasi pelaksanaan MTQ.

“Kita punya Arena MTQ yang permanen, kenapa tidak diadakan acara di sana saja?” gugatnya.

Lokasi yang dimaksud Usman Halik adalah Arena MTQ Muaro Jambi milik Pemkab di Desa Jambi Kecil, Kecamatan Muaro Sebo. Sebelumnya, tempat ini pernah menjadi venue pelaksanaan MTQ Provinsi Jambi tahun 2013.

Namun, saat ini, kondisi Arena MTQ di Jambi Kecil tersebut sudah sangat memprihatinkan. Bangunannya yang dulu kokoh dan gagah, beberapa sudah ambruk akibat terbengkalai lama.

Dalam pandangan Usman Halik, ketimbang membuang anggaran dengan menjadikan lapangan utama kantor Bupati Muaro Jambi sebagai lokasi pelaksanaan MTQ, akan lebih baik jika dananya dipergunakan untuk merenovasi Arena MTQ di Jambi Kecil sehingga dapat dipergunakan lagi.

“Gunakan arena lama. Bikin arena MTQ baru sudah berapa biayanya. Lebih baik uangnya digunakan untuk rehab yang lama, kita jadi punya aset. Kalau begini (menyulap lapangan menjadi arena MTQ, Red.), kita tidak punya aset,” katanya.

Selalu Kritis

Selama ini Usman Halik dikenal sebagai anggota DPRD Muaro Jambi yang vokal. Ia kerap lantang bersuara mengkritisi berbagai hal di lingkup kabupaten.

Terbaru, Usman Halik mempertanyakan kenapa Bupati Bambang Bayu Suseno tak kunjung mengganti Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Muaro Jambi, Elis Persada. Padahal Elis telah mengajukan surat permohonan diri.

Usman Halik sendiri sempat menyoroti kinerja PDAM Tirta Muaro Jambi. Ia mengaku mendapat banyak keluhan dari masyarakat terkait pelayanan perusahaan daerah tersebut.

Menariknya, Usman Halik juga sempat bersuara kritis terkait pembangunan Arena MTQ di Jambi Kecil pada 2013. Kala itu ia mempertanyakan pengerjaan bangunan yang terus berjalan di saat lokasi proyek terendam air.

“Kalau memang ada genangan air, maka dihentikan dahulu pekerjaannya, terlebih jika baru dilakukan pemasangan pondasi bangunan. Karena jika dipaksakan, maka kualitas tentu akan diragukan. Namun jika pondasi telah selesai, tidak masalah jika dilanjutkan,” ujar Usman Halik kala itu, sebagaimana dikutip Jambi Ekspres, 20 Februari 2013.

Ia mengingatkan, yang lebih dibutuhkan ialah kualitas bangunan ketimbang ketepatan jadwal.

“Kalau masalah jadwal, kan direncanakan Mei 2013. Itu juga masih bisa diubah jadwalnya,” imbuhnya.

Buntut Video Drumband Viral, Anggota DPRD Muaro Jambi Minta Camat Sungai Bahar Dicopot

BAHAR POS – Insiden video viral drumband MTs Negeri 7 Muaro Jambi terus berbuntut. Terbaru, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muaro Jambi meminta agar Camat Sungai Bahar Agus Riyadi diganti.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Kasnadi, juru bicara Fraksi Partai Gerindra yang juga adalah Ketua Komisi IV DPRD Muaro Jambi, dalam rangkaian sidang paripurna yang digelar pada Selasa (19/8/2025) lalu di Gedung DPRD Kabupaten, Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Muaro Jambi.

Menurut Kasnadi, apa yang terjadi di halaman kantor kecamatan Sungai Bahar itu telah mencederai suasana khidmat peringatan HUT RI ke-80.

“Kami Fraksi Gerindra sangat menyayangkan dan menyesalkan kejadian itu. Kami minta agar Camat Sungai Bahar ini diganti, karena telah menciderai perayaan hari kemerdekaan ini,” kata Kasnadi, sebagaimana dikutip Jambi Independent, Rabu (20/8/2025).

Kasnadi wajar merasa kesal, sebab Kecamatan Sungai Bahar merupakan salah satu wilayah konstituennya. Politisi kelahiran Cirebon tersebut melenggang ke Bukit Baling lewat Dapil Muaro Jambi 4 yang meliputi Kecamatan Mestong dan 3 kecamatan di kawasan Bahar Raya.

Dalam Pemilu Legislatif 2024 lalu, Kasnadi meraup 3.279 suara yang merupakan perolehan terbanyak di antara sesama kader Gerindra, sekaligus terbanyak keempat di antara seluruh caleg di Dapil Muaro Jambi 4.

Dianggap Lalai

Agus Riyadi sendiri telah berangkat ke Sengeti untuk menghadap Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono. Adalah Bupati Bambang Bayu Suseno yang menginstruksikan langsung kepada Sekda untuk memanggil Camat Sungai Bahar tersebut.

Usai pertemuan, Budhi mengatakan jika Agus berpotensi dijatuhi sanksi etik. Alasannya, Agus dinilai lalai dan membiarkan kejadian viral itu berlangsung.

“Harusnya dia merespon, musik ultah berbunyi harusnya dia hentikan, tapi dia lalai untuk menghentikan jadi mengecewakan adik-adik yang tampil,” terang Budhi, sebagaimana diberitakan metrotvnews.com, Rabu (20/8/2025).

Agus sendiri telah meminta maaf secara langsung kepada pihak MTs Negeri 7 Muaro Jambi. Sesuai janji yang ia ucapkan sebelumnya, Agus mengunjungi sekolah tersebut pada Selasa (19/8/2025).

Sebagaimana didokumentasikan oleh akun Facebook Semua Tentang Bahar, Agus beserta istri menyalami seluruh guru MTs Negeri 7 Muaro Jambi sebagai bentuk permintaan maaf. Sang camat bahkan sampai menundukkan badan saat bersalaman.

“Menyadari kesalahan kemarin, fatal sekali, ya, saya mohon maaf dari lubuk hati yang paling dalam,” kata Agus di hadapan hadirin, sebagaimana terekam dalam video yang dibagikan oleh pemilik akun Facebook Yurike Nova Edlin, Rabu (20/8/2025).

“Terima kasih atas kekecewaan, unek-unek, semua curhatan yang, alhamdulillah, menjadi ghiroh atau semangat juang Pak Camat,” lanjutnya.

Agus mengaku dirinya sedang tidak dalam kondisi prima saat kejadian viral terjadi, sehingga terkesan diam saja dan membiarkan.

“Karena memang kondisi Pak Camat tidak baik-baik saja,” lanjutnya. “Saya sudah dua jam berdiri, sudah goyang, saksinya Pak Kapolsek ada. Mohon maaf nian.”