Tag Archives: jaringan NII di Jambi

Diduga Terafiliasi Jaringan NII, Satu Yayasan di Sungai Bahar Ditutup

BAHAR POS – Sebuah yayasan di Sungai Bahar ditutup Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi karena diduga kuat terafiliasi jaringan Negara Islam Indonesia (NII). Penutupan ini dilakukan secara langsung oleh Bupati Bambang Bayu Suseno (BBS) secara simbolik, Kamis, 14 Agustus 2025, pagi WIB.

Penutupan yayasan di Sungai Bahar ini bersamaan dengan empat yayasan lain yang juga disinyalir punya ikatan dengan kelompok NII. Bupati BBS menandai penghentian operasional kelima yayasan dengan melakukan kunjungan langsung ke Yayasan Amal Bakti Insan Madani, di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota.

“Kelima yayasan yang ditutup karena terafiliasi dengan NII yang ada di Kabupaten Muaro Jambi itu, di antaranya dua yayasan di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) dan masing-masing satu di Kecamatan Sungai Gelam, Mestong dan Sungai Bahar,” kata BBS, sebagaimana dikutip Antara, Jumat (15/8/2025).

BBS menambahkan, kelima yayasan yang ditutup diketahui akhir mengedarkan kotak amal untuk mencari bantuan dana. Kotak-kotak tersebut dititipkan di toko-toko yang berada di wilayah Kabupaten Muaro Jambi, bahkan hingga ke luar daerah.

Seturut penutupan ini, Bupati mengimbau kepada kelima yayasan yang izinnya telah dicabut untuk segera menarik kotak-kotak amal yang mereka sebarkan. Imbauan ini berlaku baik untuk kotak amal yang disebarkan di wilayah Muaro Jambi maupun daerah-daerah lain.

Pemkab Muaro Jambi memberi tenggang waktu satu bulan bagi kelima yayasan untuk melakukan penarikan kotak amal. Apabila setelah melewati waktu yang ditentukan belum juga ditarik, tim terpadu akan melakukan penertiban dengan menyita kotak-kotak amal itu dan menyerahkannya kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Muaro Jambi.

Bupati juga mengingatkan agar warga Muaro Jambi lebih teliti saat hendak memberikan donasi. Lebih baik menyalurkan dana melalui lembaga-lembaga terpercaya, di antaranya BAZNAS yang dikelola oleh pemerintah.

BBS menambahkan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gerakan-gerakan terorisme dan radikalisme yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan NKRI. Jika mengetahui aktivitas apapun yang dinilai mencurigakan, hendaknya warga segera melapor kepada aparat penegak hukum.

“Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk bijak dalam menggunakan media sosial,” imbuh Bupati, seraya meminta warganya lebih berhati-hati saat hendak turut aktif dalam sebuah organisasi atau yayasan. Jangan sampai ternyata lembaga tersebut mengusung idealisme yang bertentangan dengan ideologi negara.