Tag Archives: kurash

Atlet Kurash Jambi Borong Medali di Kejuaraan Asia Tenggara, Gondol Enam Emas dan Masing-Masing Satu Perak-Perunggu

BAHAR POS – Atlet muda bela diri Jambi tampil gemilang pada Kejuaraan Kurash se-Asia Tenggara di Lombok, yang baru saja berakhir pada Senin (1/9/2025) lalu. Mewakili Indonesia, anak-anak muda Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah tersebut meraih total enam medali emas.

Kejuaraan Kurash Asia Tenggara (KUSEA) tahun 2025 digelar pada 28 Agustus hingga 1 September 2025 di Hotel Sheraton Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 300 atlet dari tujuh negara bertanding dalam event ini.

Indonesia menurunkan 98 atlet, dengan 15 di antaranya berasal dari NTB selaku tuan rumah. Sedangkan Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Provinsi mengirimkan lima atlet binaannya untuk bergabung dalam Tim Indonesia.

“Mereka itu bisa memperkuat tim Indonesia berdasarkan hasil seleksi nasional. Yang terbaik, terpilih dan mengikuti Kejuaraan Kurash se-Asia Tenggara ini,” kata Ketua Ferkushi Jambi, Johari.

Dari lima atltet tersebut, empat di antaranya menyumbangkan medali. Dengan rincian enam medali emas, satu medali perak, serta satu medali perunggu.

Johari menjelaskan bahwa ketiga atlet yang menyumbangkan emas untuk Indonesia tersebut adalah Arsyi Yanumi, Diva Putri Maharani, dan Muhammad Andrriel dengan raihan masing-masing dua medali emas.

“Arsyi Yanumi berhasil meraih dua medali emas untuk nomor in door dan out door pada kelas –45 Kg putra children. Diva Putri Maharani raih dua emas in door dan out door kelas +32 Kg putri children. Muhammad Andrriel dapat dua medali emas in door dan out door kelas –35 Kg putra children,” rinci Johari.

Satu atlet Jambi lainnya, Mamoru, memperkuat catatan prestasi dengan meraih medali perunggu in door dan perak out door di kelas –65 Kg putra cadet.

Prestasi ini datang di tengah pembinaan kurash yang masih tergolong baru di Jambi. Sekaligus menambah panjang daftar prestasi Ferkushi Jambi setelah sebelumnya menyumbang medali untuk kontingen provinsi pada PON 2024.

Pada PON XXI yang digelar di Aceh–Sumut tahun lalu, cabang tim kurash Jambi berhasil menyumbang tiga medali perunggu bagi kontingen provinsi. Prestasi ini menandai tonggak awal dari pembinaan kurash yang menjanjikan di tingkat nasional.

Melihat perkembangan ini, Johari merasa optimistis dengan masa depan pembinaan cabang olahraga kurash di Jambi.

“Saya optimis perkembangan cabang olahraga bela diri kurash ini bisa terus meningkat di Provinsi Jambi,” harapnya.

Kurash adalah seni bela diri tradisional asal Uzbekistan. Mirip judo, tapi dengan aturan yang sangat berbeda. Misalnya, pada kurash atlet hanya boleh memegang pakaian lawan di atas pinggang, sehingga memiliki teknik lebih terbatas dibanding judo atau sambo.

Seni bela diri ini sudah dipraktikkan sejak ribuan tahun lalu di Uzbekistan sebagai bagian dari budaya dan festival rakyat. Fokusnya terletak pada bantingan (grappling/throwing), sehingga tidak ada pukulan atau tendangan.

Untuk keluar sebagai pemenang, atlet harus bisa menjatuhkan lawan dengan teknik lemparan yang bersih untuk mendapat poin.

Cabang olahraga ini sudah diakui secara internasional. Telah ada federasi resmi yang mewadahi atlet sekaligus memutar kompetisi sebagai sarana pembinaan, yakni International Kurash Association (IKA). Cabor kurash juga telah dipertandingkan di Asian Games dan SEA Games.

Sedangkan di Indonesia, kurash baru berkembang beberapa tahun terakhir. PB Ferkushi (Federasi Kurash Seluruh Indonesia) dibentuk untuk membina atlet-atlet, dan Jambi termasuk provinsi yang aktif mengirimkan atletnya.