Tag Archives: MTQ Provinsi Jambi

Wakil Bupati Merangin Bidik Tiga Besar MTQ Jambi ke-54, Tekankan Training Center Optimal

BAHAR POS – Wakil Bupati Merangin, H. Abdul Khafidh, membidik posisi tiga besar pada Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-54 tingkat Provinsi Jambi, November mendatang. Target ambisius itu dilontarkan dalam rapat pemantapan di ruang rapat Kantor Bupati Merangin, Rabu (10/9/2025) pagi.

Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Bupati, didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Zulhifni dan Asisten I Sekretariat Daerah Sukoso.

Turut hadir pula Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Merangin Ny. Linda bersama jajarannya, utusan dari Dinas Kesehatan, serta para staf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merangin.

Menurut Wakil Bupati, potensi Merangin sangat besar karena jumlah pondok pesantren di kabupaten ini yang terdaftar di Kementerian Agama mencapai 98 buah. Hal tersebut seharusnya menjadi modal kuat untuk bersaing.

“Di Merangin itu jumlah Pondok Pesantren-nya, yang terdaftar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merangin, mencapai 98 Ponpes. Tentunya memiliki banyak qori dan qoriah, wajar kalau kita targetkan masuk tiga besar,” ujarnya, seperti dilansir laman resmi Pemkab Merangin.

Namun, ambisi tidak cukup hanya kata-kata. Wakil Bupati menekankan perlunya pelaksanaan Training Center (TC) secara serius dan maksimal.

Ia mengkritik pelaksanaan TC sebelumnya yang hanya efektif berlangsung satu hari dari pelaksanaan total tiga hari. Padahal seharusnya pematangan kafilah dilakukan secara penuh sepanjang pelaksanaan TC tersebut.

“Jangan terulang lagi TC dilakukan selama tiga hari, tapi hari pertama hanya pembukaan, hari kedua pelaksanaan TC, dan hari ketiga kepulangan, sehingga TC sebenarnya hanya dilakukan satu hari. Ini yang sangat tidak optimal,” tandasnya.

Wakil Bupati juga mendesak agar pelatih TC adalah figur yang benar-benar kompeten, idealnya berasal dari kalangan dewan hakim MTQ tingkat provinsi. Mereka dinilai memiliki pengalaman mendalam soal membentuk qori dan qoriah juara.

“Jadi yang diundang sebagai pelatih di TC nanti, minimal dari kalangan dewan hakim di Provinsi Jambi yang tentunya lebih berpengalaman di bidangnya dan tahu betul bagaimana qori dan qoriah yang dididik bisa menang,” kata Wabup.

Untuk memastikan kafilah tetap berada di Merangin, Plt. Sekda Zulhifni juga mengingatkan agar tidak sampai terjadi pengambilan oleh daerah lain yang bisa melemahkan potensi Merangin.

“Qori dan qoriah Merangin yang berpotensi itu harus diperhatikan. Mereka akan berjuang mengharumkan nama baik Merangin pada MTQ ke-54 nanti, sehingga jangan sampai mereka berpikir mau diajak membela daerah lain,” harap Zulhifni.

Rapat ini menjadi tonggak awal persiapan serius Kafilah Merangin untuk MTQ ke-54, yang akan digelar di Kabupaten Muaro Jambi, November mendatang. Penguatan SDM, konsistensi pelatihan, serta sinergi antara Pemkab, LPTQ, dan Kemenag menjadi kunci untuk mewujudkan target tiga besar.

Dengan modal pondok pesantren yang banyak serta kepercayaan diri yang kuat, Merangin sedang mengencangkan barisan agar kembali berjaya di pentas MTQ.

Anggota DPRD Muaro Jambi Pertanyakan Bakal Lokasi MTQ ke-54 Provinsi Jambi, Minta Fungsikan Arena Lama

BAHAR POS – Suara vokal datang dari DPRD Muaro Jambi jelang perhelatan Mushabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Jambi yang ke-54, November mendatang. Anggota Fraksi PDI Perjuangan, H. Usman Halik, SE mempertanyakan bakal lokasi yang akan dipakai.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Muaro Jambi terpilih sebagai tuan rumah MTQ Provinsi Jambi tahun ini. Pemerintah Kabupaten bahkan telah mematangkan persiapan demi menyukseskan hajatan ini.

Sesuai kesepakatan, lapangan kantor Bupati Muaro Jambi telah ditetapkan sebagai Arena MTQ tersebut. Namun tinggal hitungan bulan menuju pelaksanaan, pemilihan tersebut mendapat kritik dari Usman Halik.

Anggota DPRD Muaro Jambi dari daerah pemilihan Kecamatan Kumpeh dan Kumpeh Ulu tersebut menyayangkan keputusan Pemkab. Menurutnya, ada tempat lain yang lebih layak dan memang seharusnya dipergunakan sebagai lokasi pelaksanaan MTQ.

“Kita punya Arena MTQ yang permanen, kenapa tidak diadakan acara di sana saja?” gugatnya.

Lokasi yang dimaksud Usman Halik adalah Arena MTQ Muaro Jambi milik Pemkab di Desa Jambi Kecil, Kecamatan Muaro Sebo. Sebelumnya, tempat ini pernah menjadi venue pelaksanaan MTQ Provinsi Jambi tahun 2013.

Namun, saat ini, kondisi Arena MTQ di Jambi Kecil tersebut sudah sangat memprihatinkan. Bangunannya yang dulu kokoh dan gagah, beberapa sudah ambruk akibat terbengkalai lama.

Dalam pandangan Usman Halik, ketimbang membuang anggaran dengan menjadikan lapangan utama kantor Bupati Muaro Jambi sebagai lokasi pelaksanaan MTQ, akan lebih baik jika dananya dipergunakan untuk merenovasi Arena MTQ di Jambi Kecil sehingga dapat dipergunakan lagi.

“Gunakan arena lama. Bikin arena MTQ baru sudah berapa biayanya. Lebih baik uangnya digunakan untuk rehab yang lama, kita jadi punya aset. Kalau begini (menyulap lapangan menjadi arena MTQ, Red.), kita tidak punya aset,” katanya.

Selalu Kritis

Selama ini Usman Halik dikenal sebagai anggota DPRD Muaro Jambi yang vokal. Ia kerap lantang bersuara mengkritisi berbagai hal di lingkup kabupaten.

Terbaru, Usman Halik mempertanyakan kenapa Bupati Bambang Bayu Suseno tak kunjung mengganti Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Muaro Jambi, Elis Persada. Padahal Elis telah mengajukan surat permohonan diri.

Usman Halik sendiri sempat menyoroti kinerja PDAM Tirta Muaro Jambi. Ia mengaku mendapat banyak keluhan dari masyarakat terkait pelayanan perusahaan daerah tersebut.

Menariknya, Usman Halik juga sempat bersuara kritis terkait pembangunan Arena MTQ di Jambi Kecil pada 2013. Kala itu ia mempertanyakan pengerjaan bangunan yang terus berjalan di saat lokasi proyek terendam air.

“Kalau memang ada genangan air, maka dihentikan dahulu pekerjaannya, terlebih jika baru dilakukan pemasangan pondasi bangunan. Karena jika dipaksakan, maka kualitas tentu akan diragukan. Namun jika pondasi telah selesai, tidak masalah jika dilanjutkan,” ujar Usman Halik kala itu, sebagaimana dikutip Jambi Ekspres, 20 Februari 2013.

Ia mengingatkan, yang lebih dibutuhkan ialah kualitas bangunan ketimbang ketepatan jadwal.

“Kalau masalah jadwal, kan direncanakan Mei 2013. Itu juga masih bisa diubah jadwalnya,” imbuhnya.

Bupati Anwar Sadat Buka MTQ Kabupaten Tanjung Jabung Barat ke-53

BAHAR POS – Mushabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-53 tingkat Kabupaten Tanjung Jabung Barat resmi dibuka pada Kamis (28/8/2025) malam WIB. Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag.

Pembukaan MTQ ke-53 Tanjabbar berlangsung di Desa Tanjung Bojo, Kecamatan Batang Asam. Acara ini mengusung tema “Dengan MTQ Kita Menyatukan Langkah Membentuk Generasi Qur’ani Menuju Kabupaten Tanjung Jabung Barat BERKAH MADANI”.

Seremoni dilanjutkan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah Dewan Hakim MTQ yang dilakukan oleh Bupati.

Dalam kata sambutannya, Bupati H. Anwar Sadat berharap para peserta dari setiap kecamatan agar tampil sebaik-baiknya. Ia juga meminta para peserta agar terus menggapai berprestasi. Tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga di tingkat provinsi dan nasional.

“Kiranya seluruh Kafilah Kecamatan dapat memaksimalkan kemampuan yang pada akhirnya dapat melahirkan generasi Qari dan Qariah berprestasi. Yang tidak hanya berprestasi di tingkat kabupaten, tetapi juga di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Anwar Sadat, sebagaimana dikutip publikasi resmi Pemkab Tanjabbar.

Bupati juga menyampaikan nantinya Qari dan Qariah terbaik akan mewakili Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada MTQ ke-54 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2025 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Muaro Jambi.

Sebagai penutup seremoni, Bupati menyerahkan trofi bergilir kepada Camat Batang Asam selaku tuan rumah. Lalu ditandai dengan pemukulan beduk, Bupati secara resmi membuka jalannya MTQ ke-53 Tingkat Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2025.

Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Dr. H. A. Rahman Sayuti, S.Ag, M.H. beserta staf. Dalam kata sambutannya, Rahman Sayuti mengajak semua pihak agar memandang MTQ bukan hanya sebagai acara rutin atau ajang kompetisi dalam membaca Al-Qur’an.

“MTQ merupakan kesempatan baru untuk memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” pesan Rahman Sayuti.