Tag Archives: Program Ekologi Nusantara Pertamina

Komitmen Pertamina Lestarikan Warisan Alam-Budaya Melalui Program Ekologi Nusantara (Ekosantara)

BAHAR POS – PT PertaminaĀ (Persero) menegaskan komitmennya dalam partisipasi aktif melestarikan warisan alam dan budaya Jambi. Hal ini diwujudkan dengan meluncurkan program Ekologi Nusantara (Ekosantara) di kawasan cagar budaya Candi Muaro Jambi.

Berlangsung sepanjang Agustus-September 2025, aksi ini diselenggarakan melalui PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan Pertamina yang bertanggung jawab menjalankan rantai kegiatan bisnis hilir perusahaan pelat merah tersebut. Bertindak sebagai pelaksana lapangan adalah Fuel Terminal (FT) Jambi yang merupakan bagian dari Subregional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

“Program Ekosantara merupakan gerakan kolaboratif untuk melestarikan warisan alam dan budaya,” jelas Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, Senin (18/8/2025).

Di Jambi, langkah yang dilakukan adalah dengan menggabungkan upaya pelestarian warisan budaya cagar budaya Candi Muaro Jambi dengan konservasi keanekaragaman hayati di kawasan sekitarnya.

“Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kami percaya bahwa pelestarian alam dan budaya adalah pondasi pembangunan berkelanjutan,” imbuhnya.

Rusminto Wahyudi menegaskan, tujuan pelaksanaan Ekosantara adalah untuk memperkuat Candi Muaro Jambi sebagai warisan sejarah sekaligus pusat konservasi biodiversitas dan destinasi wisata edukasi lingkungan berkelanjutan di Jambi. Hal ini sejalan dengan komitmen Pertamina terhadap prinsip Environment, Social, Governance (ESG).

Program ini punya tujuan jangka panjang membentuk komunitas sadar lingkungan dan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis ekowisata. Pertamina menargetkan, pelaksanaan Ekosantara di Candi Muaro Jambi dapat menjadikan kawasan ini sebagai model percontohan nasional dalam integrasi pelestarian budaya-konservasi biodiversitas, sehingga dapat direplikasi di kawasan cagar budaya lainnya di Indonesia.

Pertamina melibatkan banyak pihak dalam program Ekosantara di Candi Muaro Jambi. Tak hanya Pemerintah, para akademisi, mahasiswa, pelaku usaha, hingga komunitas lokal dan media juga diajak serta berperan aktif.

Beberapa komunitas lokal yang terlibat di antaranya Kelompok Sadar Wisata dan Pemuda Peduli Lingkungan di Lubuk Penyengat. Keduanya diharapkan proaktif menjadi garda terdepan dalam edukasi masyarakat, pemeliharaan kebersihan kawasan, dan pengembangan wisata berbasis ekologi di wilayahnya yang merupakan gerbang utama kawasan cagar budaya.

Langkah Positif

Untuk mengawali program ini, Pertamina menggelar kegiatan susur sungai dan observasi biodiversitas selama dua pekan di kawasan hutan dan aliran sungai dalam area kompleks Candi Muaro Jambi.

Sejumlah kalangan lintas sektoral terlibat aktif dalam kolaborasi pertama ini. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi mengambil peran penting dalam susur sungai, sedangkan akademisi Universitas Jambi (Unja) menjadi kunci dalam proses pendataan spesies endemik di wilayah sasaran.

Dosen dan peneliti dariĀ Program Studi Biologi Fakultas Sains dan TeknologiĀ dUniversitas Jambi (Unja) Dr. Tedjo Sukmono, S.Si., M.Si. ikut menggawangi jalannya kegiatan demi memastikan standar ilmiah dalam setiap tahapan observasi.

“Kawasan Candi Muaro Jambi memiliki nilai strategis sebagai laboratorium alam yang menyimpan kekayaan biodiversitas. Melalui penelitian lapangan ini, kami dapat memetakan potensi flora dan fauna endemik sekaligus membangun kapasitas generasi muda dalam bidang konservasi,” papar Tedjo Sukmono.

Observasi yang dilakukan Tedjo bersama tim peneliti Unja telah berhasil mengidentifikasi sejumlah spesies endemik di kawasan Muaro Jambi. Di antaranya berbagai jenis pohon lokal dan burung khas tempatan yang berperan vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem sungai dan hutan di kawasan tersebut.

Tedjo menambahkan, data hasil penelitian ini akan menjadi basis penyusunan peta konservasi dan strategi pelestarian berkelanjutan di kawasan Cagar Budaya Candi Muaro Jambi.

Sementara Kepala BKSDA Provinsi Jambi Agung Nugraha menyambut baik ajakan kolaborasi ini. Ia mengingatkan, upaya konservasi hanya akan berjalan efektif jika melibatkan pihak-pihak terkait.

“Kami menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Upaya konservasi yang efektif memerlukan keterlibatan seluruh stakeholder. Program Ekosantara menunjukkan bahwa pelestarian biodiversitas adalah tanggung jawab bersama yang melampaui batas institusional,” kata Agung.