Tag Archives: program replanting sawit

Pemkab Batang Hari Targetkan Replanting 3.000 Hektare Kebun Kelapa Sawit

BAHAR POS – Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Jambi, menargetkan replanting (peremajaan) kebun kelapa sawit seluas 3.000 hektare pada tahun 2025. Target itu ditetapkan setelah mendapatkan rentang alokasi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Batang Hari, Mara Mulya Pane, menyebut bahwa hingga kini, pengajuan replanting dari kelompok petani dan mitra telah mencapai 2.000 hektare.

“Saat ini prosesnya dalam pemberkasan, kelompok pengusul saat ini juga tengah mencari bibit terbaik dari penangkar resmi,” ungkap Mara Mulya Pane, seperti dikutip Antara, Selasa (2/9/2025).

Masih ada sisa sekitar 1.000 hektare yang kini terus didorong melalui intensifikasi sosialisasi lapangan. Mara Mulya Pane menekankan bahwa mereka optimistis bisa memenuhi target total 3.000 hektare dalam tahun ini.

“Jika ini sudah berjalan kita optimis untuk pencapaian 3000 hektare tersebut dapat dimaksimalkan pada tahun ini,” jelasnya.

Untuk mendukung kelancaran program replanting ini, Mara Mulya Pane menegaskan bahwa pihak Pemkab Batang Hari telah menyiapkan ribuan bibit unggul yang akan disalurkan sebagai subsidi kepada petani kelapa sawit.

Insya Allah kita akan menyalurkan [bibit] pada akhir tahun 2025. Saat ini bibit tersebut sedang dilakukan pembenihan,” katanya.

Bibit subsidi ini, menurutnya, akan disalurkan kepada petani dengan syarat memiliki lahan sendiri — maksimal 2 hektare atau 130 batang per KK. Pemkab mematok harga jual Rp20.000 per batang, jauh di bawah harga pasaran.

Menurut Pane, penyediaan bibit bersubsidi dan dukungan teknis dari pemerintah merupakan langkah strategis untuk mempercepat replanting, menjamin keberlanjutan perkebunan sawit rakyat, serta memperkuat produktivitas kebun yang telah melewati usia produktif (di atas 25 tahun).

Sebagai langkah teknis selanjutnya, Pemkab Batang Hari tinggal menunggu rekomendasi dari Kementerian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.

PTPN IV Gandeng SPKS Gerakkan Replanting 1.500 Ha Sawit Rakyat di Tanjung Jabung Timur

BAHAR POS – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional 4 (Jambi-Sumbar), bekerja sama dengan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Nasional, segera menjalankan program percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 1.500 hektare di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Program ini diperkenalkan dalam sesi sosialisasi yang berlangsung di Aula Ratu Hotel, Sabak, pada Kamis (21/8/2025). Acara tersebut turut dihadiri oleh 108 petani atau perwakilan koperasi dari 19 desa se-Tanjabtim.

Turut hadir pula sejumlah pejabat dari Dinas Perkebunan Tanjung Jabung Timur, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementrian Pertanian, Badan Pengelola Dana Perkebunan, serta Sucofindo Pusat dan Jambi.

Tampak juga Ketua Umum SPKS Nasional Sabarudin SE, Mewakili Kepala Dinas Perkebunan Tanjab Timur Ir Hamdani, Kepala Subdiv DPSR PTPN 4 Palmco, Catur Adityo Nugroho, Manager PSR Region 4 Jambi Sugeng Widodo, serta perwakilan DirjenBun Jakarta, BPDP Jakarta, dan Succofindo Pusart dan Jambi.

Kepala Subdiv DPSR PTPN 4 Palmco, Catur Adityo Nugroho, menuturkan bahwa PSR merupakan program pemerintah dan bertujuan meningkatkan produktivitas kelapa sawit rakyat.

“Kami mendukung program pemerintah pusat untuk PSR petani. PTPN IV siap membantu petani-petani kelapa sawit Tanjab Timur yang ingin mengajukan PSR melalui jalur kemitraan,” kata Catur di hadapan peserta sosialisasi.

“PTPN akan men-support untuk percepatan PSR di Tanjab Timur. Kami fasilitasi mulai awal replanting hingga kelapa sawit siap di panen,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua SPKS Nasional, Sabarudin SE. Ia juga menambahkan, pihaknya telah melakukan peninjauan di lapangan dan mengamati bahwa banyak kebun kelapa sawit yang butuh diremajakan.

“PSR ini program pemerintah pusat, kami dan PTPN memfasilitasi dan membantu agar petani cepat ikut program PSR,” kata Sabarudin. “Kami sudah melakukan tinjauan ke lapangan dan menemukan ribuan hektare kebun sawit milik rakyat yang saat ini sudah waktunya diremajakan.”

Program ini merupakan bagian dari upaya bersama pemerintah, perusahaan BUMN, dan petani untuk mendongkrak pendapatan masyarakat desa melalui peningkatan produksi sawit. Skema yang dirancang adalah melalui kemitraan dengan kelompok tani (Poktan) dan gabungan Poktan (Gapoktan) setempat.

Catur menambahkan, pihaknya berharap PSR mampu menjadi katalis ekonomi bagi keluarga petani dan memperkuat sektor perkebunan skala rakyat.