Tag Archives: UIN STS Jambi

Rektor UIN STS Jambi Pastikan Kericuhan Usai PBAK Tak Akan Terulang Lagi

BAHAR POS – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menegaskan bahwa insiden kericuhan yang terjadi setelah penutupan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) beberapa waktu lalu tidak akan terulang pada tahun mendatang.

Pernyataan ini disampaikan Kasful Anwar saat kunjungan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. M. Arskal Salim GP., M.Ag., Ph.D., di kampus UIN STS pada Rabu (3/9/2025).

Rektor menyesalkan kejadian tersebut, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

“Pertama, saya tentunya mewakili civitas academica UIN STS Jambi meminta maaf bila ada pihak-pihak tak nyaman atas peristiwa ini,” ujar Kasful Anwar, seperti dilansir laman resmi kampus.

“Bila ada pihak yang merasa dirugikan, silakan tempuh jalur hukum. Dan hasil proses hukumnya tembuskan ke kami agar bisa ditindaklanjuti sesuai ketentuan berlaku. Hal ini juga sambil menunggu tim investigasi pencari fakta Senat UIN STS Jambi yang sudah dibentuk tak lama usai peristiwa. Mereka terus bekerja hingga saat ini,” tambahnya.

Kasful Anwar juga menyampaikan bahwa melalui pendekatan intensif yang difasilitasi Prof. Arskal Salim bersama organisasi kemahasiswaan seperti PMII dan HMI Cabang Kota Jambi, telah tercapai kesepakatan untuk menutup insiden dengan saling memaafkan.

“Perlu saya sampaikan bahwa setelah melalui pertemuan intensif beliau (Prof. M. Arskal Salim, Red.) dengan berbagai pihak, termasuk organisasi ekstra kemahasiswaan. Baik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kota Jambi, dicapai kesepakatan untuk saling meminta maaf dan memaafkan,” ujarnya lagi.

Insiden ini dianggap mencoreng citra kampus. Rektor menekankan tiga pemicu utama yang harus diperbaiki: proses rekrutmen relawan PBAK yang dipersepsikan tidak adil, penggunaan atribut organisasi yang dipakai secara terbuka di auditorium, serta beredarnya surat internal untuk pengumpulan kader yang menimbulkan ketegangan di area kampus.

Menatap PBAK 2026, pihak kampus berkomitmen memperbaiki sistem dan memastikan tidak ada gesekan antarorganisasi lewat kepanitiaan yang β€œlebih transparan, bebas dari diskriminasi, dan pelaksanaan PBAK berjalan sesuai regulasi tanpa ada gesekan antarorganisasi.”

Seluruh pihak dikabarkan sepakat menandatangani sebuah pakta kesepakatan yang menjadi landasan moral dan kelembagaan, demi menjamin tak akan ada lagi insiden serupa.

“Pakta kesepakatan ini akan menjadi komitmen moral dan kelembagaan. Setiap pihak juga sepakat untuk ikut memantau dan melaporkan jika ada perkembangan di luar kesepakatan,” ujar Rektor.