Category Archives: Kerinci

Bupati Kerinci Serahkan SK PPPK Formasi Tahun 2024 pada 564 Tenaga Baru

BAHAR POS — Bupati Monadi secara resmi mengangkat 564 tenaga baru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2024 di lingkup Pemerintah Kabupaten Kerinci. Prosesi ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis di halaman Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah, Rabu (16/9/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menyatakan bahwa pengangkatan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kerinci untuk meningkatkan kapasitas pelayanan publik, terutama dalam sektor-sektor yang mendesak. Menurutnya, PPPK formasi 2024 dibutuhkan agar pelayanan bisa lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Hari ini adalah momentum bersejarah bagi Saudara-Saudara yang resmi menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Kerinci. Dengan diterimanya SK ini, maka status Saudara telah berubah menjadi PPPK, yang berarti masuk dalam lembaga yang mengikat baik secara pribadi maupun kelembagaan,” kata Bupati.

SK PPPK Formasi 2024 ini diberikan kepada tenaga baru yang telah memenuhi tahapan administrasi dan seleksi. Dari 564 orang tersebut, sebanyak 359 di antaranya berasal dari Tahap I dan 11 orang dari Tahap II.

Tenaga teknis menjadi yang paling dominan, dengan total 370 orang dari kedua tahap seleksi. Disusul tenaga kesehatan 101 orang dan guru 93 orang.

Pengangkatan ini diharapkan mendukung berbagai unit pelayanan publik di daerah. Utamanya di bidang kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, dan lainnya.

“Saudara-Saudara adalah orang pilihan. Tugas sehari-hari sebagai abdi masyarakat adalah mendengar, melayani, dan memberi solusi. Jadilah teladan dengan sikap kerja proaktif, inovatif, dan berorientasi pada hasil nyata,” tambah Bupati.

Monadi mengingatkan para tenaga baru PPPK agar bekerja dengan ikhlas, cerdas, serta tuntas. Ia mengajak semuanya agar menjadikan amanah ini sebagai ladang pengabdian yang mulia.

“Kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja tuntas, itulah kunci abdi negara sejati. Mari kita wujudkan Kerinci yang berdaya saing, maju, dan sejahtera,” lanjutnya.

Setelah dilantik, para tenaga baru akan langsung ditempatkan di instansi sesuai penugasan masing-masing. Monadi juga meminta kepada para penerima SK untuk segera menyesuaikan diri dan bekerja maksimal demi kepercayaan publik.

Acara penyerahan SK PPPK ini turut dihadiri Wakil Bupati Kerinci H. Murison, Sekretaris Daerah Zainal Efendi, para pejabat di lingkungan Pemkab Kerinci, serta keluarga para penerima SK.

Viral Video Kecelakaan Bus Brimob vs Dump Truck di Batang Merangin, Kerinci

BAHAR POS – Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Brimob dengan dump truck terjadi di Jalan Lintas yang terletak di Desa Baru Pulau Sangkar, Kecamatan Batang Merangin, Kerinci, pada Jumat (12/9/2025) siang WIB.

Video terkait kejadian ini dengan cepat beredar di media sosial. Dalam rekaman tampak dump truck dengan nomor polisi BM 8850 FZ ringsek usai bertabrakan dengan sebuah bus bertuliskan Brimob di satu tikungan.

Peristiwa itu berlangsung di ruas jalan nasional Sungai Penuh–Bangko, tepatnya di Desa Baru Pulau Sangkar, Kecamatan Batang Merangin, Kerinci. Menurut informasi, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB.

Warga terlihat berkerumun untuk menyaksikan kondisi kedua kendaraan usai terjadi tabrakan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Dump truck berwarna kuning ringsek parah di bagian depan sebelah kanan.

Sementara minibus pengangkut anggota Brimob tampak mengalami kerusakan tak kalah pada bagian samping.

Belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak terkait mengenai kejadian ini.

Kementerian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Pendaftaran Tanah Ulayat di Jambi, Pastikan Perlindungan Hak Adat

BAHAR POS – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan komitmennya menjaga eksistensi hak-hak masyarakat adat melalui pengadministrasian dan pendaftaran tanah ulayat. Komitmen itu ditegaskan Staf Khusus Bidang Reforma Agraria, Rezka Oktoberia, saat membuka Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat Provinsi Jambi di Umoh Gedang Luhah Datuk Singarapi Putih, Kota Sungai Penuh, Kamis (11/9/2025).

Sosialisasi ini turut menghadirkan pemateri dari Kementerian ATR/BPN, Kemendagri, dan Badan Keuangan Daerah Kota Sungai Penuh. Sesi diskusi dengan masyarakat hukum adat dipandu Kepala Kantor Pertanahan Kota Sungai Penuh, Tetet Sutadi.

“Tujuan utamanya melindungi kepentingan masyarakat adat selaku pemilik tanah. Tidak ada sama sekali tujuan untuk menghilangkan hak adat, justru sebaliknya, pengadministrasian dan pendaftaran tanah ulayat adalah bentuk perlindungan negara atas hak masyarakat hukum adat,” tegas Rezka Oktoberia dalam kata sambutannya.

Ia menjelaskan, pendaftaran tanah ulayat merupakan wujud sinergi antara hukum adat dan hukum pertanahan nasional.

“Sinergi antara adat dan negara mengintegrasikan pengaturan pertanahan menurut hukum adat ke dalam sistem hukum nasional, yang selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Di hadapan empat kelompok masyarakat hukum adat yang hadir, Rezka menekankan, keputusan untuk mendaftarkan tanah ulayat sepenuhnya berada di tangan masyarakat hukum adat.

“Ini bukan instruksi sepihak dari negara, keputusan sepenuhnya berada di tangan masyarakat hukum adat. Negara hadir untuk memberikan perlindungan,” katanya.

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, yang juga turut hadir, mengapresiasi langkah tersebut.

“Tanah ulayat adalah salah satu bentuk kekayaan adat dan budaya yang memiliki nilai historis dan sosial yang tinggi. Tanah ulayat bukan sekadar aset fisik, tetapi juga simbol identitas keberlanjutan hidup serta tatanan nilai masyarakat hukum adat yang telah terpelihara turun-temurun sejak dahulu. Kita patut bersyukur bahwa proses ini telah mulai berjalan. Ini merupakan capaian penting yang patut kita syukuri bersama,” terang Azhar.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jambi, Humaidi, menegaskan perlunya kolaborasi lintas pihak.

“Kami mengimbau seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, niniak mamak, hingga masyarakat luas, untuk bergotong royong mendorong proses pendaftaran tanah ulayat. Dengan niat yang baik, kita dapat memastikan tanah ulayat tetap lestari dan memiliki manfaat nyata bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Staf Khusus Bidang Reforma Agraria juga menyerahkan 12 sertifikat kepada masyarakat dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Sertifikat yang diberikan meliputi hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), sertifikat wakaf, serta aset milik Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Penyerahan dilakukan bersama oleh Kepala Kantor Pertanahan se-Provinsi Jambi.

Siswa SMA Negeri 6 Kerinci Demo Tuntut Kepsek Mundur, Gubernur Turunkan Tim Investigasi

BAHAR POS – Ratusan siswa SMA Negeri 6 Kerinci, Jambi, menggelar aksi protes di halaman sekolah, Selasa (9/9/2025) pagi. Mereka menuntut agar Azwardi dicopot dari jabatan Kepala Sekolah karena dinilai lalai menjalankan tugasnya.

Massa aksi berkumpul di depan pagar sekolah sambil membentangkan poster dan spanduk berisi desakan pergantian kepala sekolah. Situasi berlangsung tertib dengan pengawasan aparat kepolisian dan guru-guru yang berusaha menenangkan para siswa.

Aksi sempat memanas saat para siswa membakar ban bekas, sebagai simbol kekecewaan mereka. Namun suasana tetap terkendali hingga akhir.

Dalam orasi, siswa menuding kepala sekolah jarang hadir di sekolah sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Mereka juga menilai pimpinan sekolah sudah tidak peduli terhadap perkembangan kegiatan dan kedisiplinan siswa.

Bahkan, kegiatan ekstrakurikuler di sekolah disebut nyaris lumpuh akibat kelalaian kepala sekolah.

“Akibat dari kelalaian Kepala Sekolah, salah seorang teman kami hampir saja tidak jadi ikut Olimpiade Sains Nasional tingkat provisi,” ungkap para siswa.

Dalam tuntutannya, siswa meminta Gubernur Jambi untuk turun tangan. Mereka mendesak agar Gubernur bersama Dinas Pendidikan Provinsi segera mengganti kepala sekolah.

“Kami para siswa memintak kepala sekolah kami diganti. Kepala sekolah kami tidak pernah hadir, cuma hadir saat acara tertentu,” teriak siswa dalam orasi bersama.

Langsung Direspons Gubernur

Tuntutan ini mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi. Bahkan Gubernur Al Haris langsung mengeluarkan komentar dan langsung mengerahkan tim untuk menindaklanjuti tuntutan siswa.

“Kita akan kirim tim dari Inspektorat, BKD dan Disdik. Jika informasi tersebut terbukti, maka yang bersangkutan akan saya ganti,” janji Al Haris.

Gubernur menambahkan bahwa pengawasan tidak hanya berlaku di SMAN 6 Kerinci, tetapi akan ditingkatkan di seluruh sekolah di Provinsi Jambi.

“Kita akan selalu melakukan tim mentoring di lapangan di seluruh sekolah,” tegasnya.

Aksi protes ini menjadi sorotan serius karena melibatkan pelajar di tingkat pendidikan menengah atas dan menimbulkan kekhawatiran mengenai kualitas kepemimpinan pendidikan. Respons cepat dari Pemprov Jambi mencerminkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam dunia pendidikan.

Azwardi sendiri menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 6 Kerinci sejak 24 Januari 2025. Ia dilantik langsung oleh Gubernur Jambi yang baru terpilih, Al Haris, bersama-sama 82 kepala sekolah lain.

Pemkab Kerinci Galang Donasi bagi Korban Kebakaran Dua Desa Lewat Car Free Day

BAHAR POS – Pemerintah Kabupaten Kerinci menggalang donasi bagi korban kebakaran Desa Siulak Deras Mudik dan Desa Padang Jantung dalam Car Free Day di Jalur Dua Bukit Tengah, Ahad (7/9/2025) pagi. Aksi sosial ini dipimpin langsung Bupati Monadi bersama jajaran pejabat teras Pemkab dan DPRD.

Sejak pagi, ribuan warga sudah memadati titik start di Simpang Tugu PKK Bukit Tengah. Mereka mengikuti jalan santai sehat bersama Bupati, diiringi hiburan rakyat, pembagian doorprize, serta beragam pelayanan gratis dari pemerintah.

Di sela kegiatan inilah Pemkab membuka posko donasi. Masyarakat diimbau menyalurkan kepedulian kepada korban kebakaran di Desa Siulak Deras Mudik, Kecamatan Gunung Kerinci, dan Desa Padang Jantung, Kecamatan Siulak.

Bantuan yang diterima tidak terbatas pada uang tunai, melainkan juga pakaian layak pakai, sandal dan perlengkapan sehari-hari, sembako, hingga kebutuhan lain yang mendesak. Seluruh donasi dikumpulkan langsung di lokasi kegiatan Car Free Day.

Selain Bupati, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri, Wakil Ketua DPRD Surmila Apri Yulisa, Sekretaris Daerah Zainal Efendi, serta jajaran Kepala OPD.

Dalam kata sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya agenda rekreasi, tetapi juga sarana memperkuat kepedulian sosial antar sesama warga Kerinci.

“Car Free Day ini bukan hanya sekadar jalan santai, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya hidup sehat, menjaga kebugaran, dan mempererat silaturahmi. Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah hadir dan memeriahkan acara ini,” ujar Monadi.

Ia mengajak warga untuk benar-benar memanfaatkan pelayanan gratis yang disediakan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan, hingga fasilitas Wi-Fi yang terbuka untuk umum. Di sisi lain, ia menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap aksi penggalangan donasi yang berlangsung di acara tersebut.

“Kami ingin masyarakat dapat merasakan langsung manfaat pelayanan yang diberikan secara gratis. Selain itu, kegiatan ini juga kita harapkan bisa menghidupkan pelaku UMKM yang berjualan di sepanjang jalur dua Bukit Tengah, sehingga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tambah Bupati.

Kemeriahan Car Free Day kali ini semakin terasa dengan hadirnya pelaku UMKM yang membuka lapak di sepanjang jalan, ikut menghidupkan suasana dan mendukung ekonomi lokal. Sementara itu, penggalangan donasi untuk korban kebakaran menjadi pengingat bahwa di balik euforia kegiatan, ada semangat gotong royong yang dihidupkan bersama oleh pemerintah dan masyarakat Kerinci.

Pemkab Kerinci berharap Car Free Day dapat menjadi agenda rutin. Sebagai wujud nyata komitmen mewujudkan visi “Kerinci yang Berdaya Saing, Maju, dan Sejahtera.”

Yang lebih penting, aksi donasi yang digelar di tengah kegiatan olahraga ini diharapkan meringankan beban korban kebakaran sekaligus memperkuat rasa kebersamaan masyarakat Kerinci.

Empat Rumah di Gunung Kerinci Ludes Terbakar, Bupati Monadi Turun Langsung ke Lokasi

BAHAR POS – Kebakaran melanda Desa Siulak Deras Mudik, Kecamatan Gunung Kerinci, Kerinci, Jumat (5/9/2025) sore. Sedikitnya empat rumah warga hangus dilalap api dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

Tidak diketahui asal-usul terjadinya kebakaran. Warga tiba-tiba saja melihat kepulan asap yang membumbung tinggi dari arah permukiman.

Api dengan cepat membesar karena sebagian besar rumah di lokasi tersebut terbuat dari kayu. Warga pun berhamburan ke lokasi untuk membantu pemadaman.

Upaya pemadaman dilakukan bersama tim pemadam kebakaran yang menurunkan tiga unit mobil ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung dramatis karena api cepat merembet di tengah permukiman padat.

Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., turut hadir langsung di lokasi kebakaran. Ia bahkan terlihat ikut membantu tim Damkar dalam upaya pemadaman bersama warga sekitar.

“Kita harus bergerak cepat agar api tidak merembet ke rumah-rumah lain. Terima kasih kepada tim Damkar, masyarakat, dan semua pihak yang sudah saling bahu-membahu,” ujar Monadi di sela-sela upaya pemadaman, sebagaimana dipublikasikan laman resmi Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Menurut informasi, setidaknya empat rumah ludes terbakar dalam peristiwa ini. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Bupati menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah ini. Ia berjanji Pemkab Kerinci akan segera memberikan bantuan darurat kepada korban.

“Kita berharap masyarakat yang terkena musibah tetap tabah. Pemerintah Kabupaten Kerinci akan hadir untuk membantu,” janji Monadi.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Daftar Panjang Kebakaran

Kejadian di Kecamatan Gunung Kerinci ini menjadi insiden kebakaran yang kesekian di Provinsi Jambi dalam beberapa pekan terakhir. Pada 22 Agustus saja, setidaknya terjadi dua peristiwa di dua tempat berbeda.

Sebuah bedeng empat pintu di Kelurahan Wijayakusuma, Kota Jambi, hangus dilalap si jago merah pada 22 Agustus sore. Lalu hanya berselang beberapa jam, sebuah rumah ludes terbakar di Kelurahan Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Dua hari sebelumnya, kebakaran melanda dua tempat usaha di Kelurahan Jelutung, Kota Jambi. Satu orang mengalami luka bakar serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Insiden tersebut terjadi di kawasan Jl. Guru Mukhtar, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Api melahap sebuah bangunan yang menaungi dua tempat usaha, yakni rental gim Playstation dan klinik gigi.

Tidak diketahui apa penyebab kebakaran di Kuala Jambi, Tanjung Jabung Timur. Namun dua yang terjadi di Kota Jambi sama-sama disebabkan oleh tabung gas meledak.

APDI Jambi Sesalkan Aturan Tarif Rp 2 Juta untuk Terbangkan Drone di Gunung Kerinci

BAHAR POS – Komunitas drone di Jambi menyesalkan aturan baru yang diterapkan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Aturan tersebut mengenai tarif sebesar Rp 2 juta untuk setiap penerbangan pesawat nirawak di kawasan Gunung Kerinci.

Ketua Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Jambi, Lutfi, menegaskan komunitasnya sejak awal tidak pernah sepakat dengan regulasi tersebut. Ia menilai kebijakan itu terlalu membebani komunitas, pendaki, hingga konten kreator yang ingin mempromosikan keindahan alam Kerinci.

“Sebenarnya, kami sejak awal tidak sepakat dengan kebijakan itu, dan kami juga sudah audiensi, meminta agar kebijakannya tidak diterapkan, tetapi ternyata sudah berlaku, termasuk di Gunung Kerinci,” katanya, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (3/9/2025).

Lutfi mengingatkan, drone justru berperan besar dalam memperkenalkan potensi wisata suatu daerah. Terutama daerah pegunungan yang tidak semua orang bisa menjangkau, seperti Gunung Kerinci.

“Mengapa kami kurang setuju? Karena penggunaan drone itu sebenarnya, pertama untuk membantu wisata di tempat tersebut (Gunung Kerinci) lebih dikenal orang,” jelasnya.

Tak hanya itu, Lutfi mengatakan pihak Taman Nasional juga akan memperoleh manfaat positif. Rekaman udara yang dilakukan pilot drone bisa membantu pengelola TNKS memantau tutupan lahan, ekosistem baru, hingga keberadaan flora dan fauna.

Lutfi menolak anggapan bahwa drone merusak lingkungan. Menurutnya, jika memang ada area privat atau titik yang dilarang untuk didokumentasikan, seharusnya pihak TNKS memberi batasan jelas, bukan membebankan pungutan tinggi.

Di sisi lain, Kepala Balai Besar TNKS Haidir memastikan aturan ini sudah sah berlaku. Karena dasar hukumnya adalah peraturan di tingkat pemerintah dan menteri, maka aturan ini tak cuma berlaku di Gunung Kerinci.

“Benar, [penerapan biaya penerbangan drone] sudah berlaku sejak terbit PP 36/2024 dan Permenhut No 12/2025,” ujar Haidir.

“[Pungutan] Itu akan langsung masuk ke kas penerimaan negara,” tambahnya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga telah mengatur area mana yang diperbolehkan menerbangkan drone. Yakni dari Shelter II, dengan radius aman tiga kilometer dari bibir kawah.

Dasar hukum yang disebut Haidir adalah Peraturan Pemerintah No. 36/2024 mengenai Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

PP tersebut mengatur penerimaan negara dari pemanfaatan hutan, penggunaan kawasan hutan, pungutan terhadap risiko kerusakan lingkungan, ganti kerugian lingkungan hidup, denda administratif di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, serta masih banyak lagi poin terkait kehutanan dan lingkungan hidup.

Dasar hukum lainnya adalah Peraturan Menteri Kehutanan No. 12/2025. Dokumen ini mengatur persyaratan dan tata cara pengenaan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak di bidang konservasi Sumber Daya Alam (SDA) dan ekosistem.

Meski begitu, komunitas drone tetap menilai biaya Rp 2 juta akan menjadi beban besar. Lutfi khawatir, kebijakan itu justru kontraproduktif terhadap promosi wisata Kerinci.

“Orang, pendaki, atau komunitas akan sangat terbebani sehingga bisa menghambat promosi keindahan gunung itu sendiri,” tuturnya.

Oknum Kepsek di Kerinci Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Pensiunan Guru

BAHAR POS – SW (40), seorang pelaksana tugas (Plt.) Kepala Sekolah di Desa Siulak Gedang, Kecamatan Siulak, Kerinci, dilaporkan ke polisi oleh pensiunan guru. Ia diduga melakukan penganiayaan terhadap R (60) yang membuat korban luka-luka.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (3/9/2025) lalu, ketika korban R mendatangi sekolah tempat terlapor berdinas. R diantar anaknya hendak mengurus dokumen bagi suaminya yang segera pensiun.

“Jadi, Ibu datang dalam rangka mengurus pensiun Bapak, karena tinggal 5 bulan lagi,” jelas Aldiwan Haira Putra (30), anak kandung R, pada Jumat (5/9/2025).

Namun, turut cerita Aldiwan, SW tidak menanggapi kedatangan ibunya dengan baik. R bahkan sampai harus mencari-cari sendiri berkas yang diperlukan.

Bermaksud mengingatkan, R lantas mengeluarkan ucapan yang diduga menyinggung SW. Inilah yang kemudian menjadi pemicu dugaan tindak penganiayaan terhadap korban.

“Ibu ngomong, ‘baru jadi Plt. aja sudah kayak gini’,” cerita Aldiwan. “Mungkin tersinggung. Pas Ibu jalan ke mobil, dia (SW, Red.) lari, dia pukul, makanya sampai berdarah. Cakaran sampai darah.”

Akibat tindakan tersebut, korban mengalami luka-luka di hidung, serta memar di tangan dan mata.

Tak terima atas perlakuan tersebut, R melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Gunung Kerinci pada Kamis (4/9/2025) lalu. Ia didampingi anaknya serta pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Alam Sakti.

Untuk menguatkan laporan, R telah melakukan visum et repertum di Puskesmas. Berkas hasil pemeriksaan ini menjadi bukti perbuatan SW, bersama rekaman video yang sempat beredar di media sosial.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan, mengonfirmasi peristiwa ini. Kasus tersebut saat ini sedang dalam penanganan Polsek Gunung Kerinci.

“Iya sudah dilaporkan ke Polsek Gunung Kerinci. Sekarang sedang proses,” jelasnya.

Sementara Adilwan sebenarnya tak ingin permasalahan ini menjadi besar. Namun terduga pelaku maupun keluarganya sama sekali tidak menunjukkan itikad baik.

Alih-alih meminta maaf, masih menurut Adilwan, SW justru menceritakan kejadian menurut versinya sendiri yang menyudutkan korban di hadapan salah satu kepala bidang Dinas Pendidikan setempat. Hal ini membuat kubu R pada akhirnya menempuh langkah hukum.

Demonstrasi di Mapolres Kerinci Berlangsung Damai, Pendemo–Polisi Duduk Bersama Bahas Kasus Affan, Demokrasi, Gaji DPR, hingga Tilang

BAHAR POS – Aksi demonstrasi yang digelar aliansi mahasiswa di halaman Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Kerinci, Selasa (2/9/2025) berlangsung damai dan tertib. Para pendemo dan polisi duduk lesehan bersama, sementara orator menyampaikan tuntutan.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, aksi bertajuk Restorasi Kapolri ini dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh bersama Aliansi Cipayung Plus. Massa mulai bergerak pada pukul 08.00 WIB dan berakhir di Mapolres sebagai titik utama sekitar tengah hari.

Demonstrasi ini menyoroti sejumlah isu nasional seperti kasus Affan Kurniawan, wacana demokrasi, serta perhatian terhadap gaji dan tunjangan anggota DPR. Namun kemudian ada pula yang menyinggung soal praktik razia yang dilakukan polisi.

Yang menarik, aksi berjalan sangat tertib, mencerminkan suasana kooperatif yang jauh dari ketegangan. Pendemo dan aparat kepolisian duduk saling berhadapan di halaman Mapolres, hanya orator yang berdiri saat menyampaikan aspirasi yang dibawa.

Sebelumnya, Kapolres Kerinci AKBP Arya Tessa Brahmana, S.I.K., M.H. bahkan menyambut kedatangan rombongan pendemo bersama Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si. dan Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah beserta seluruh jajaran Polres dan Pemerintah Daerah terkait.

Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa menuntut agar kasus Affan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob, ditindaklanjuti secara transparan dan berkeadilan. Mereka juga menyuarakan penolakan terhadap kesenjangan gaji antarlembaga pemerintahan dan menuntut refleksi serius dalam sistem demokrasi.

“Kami tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan. Polisi harus transparan, profesional, dan bertanggung jawab. Begitu juga DPR, jangan hanya menikmati fasilitas dan gaji besar sementara rakyat menderita akibat korupsi yang merajalela,” seru salah satu orator.

Orator lainnya menyoroti tindakan represif aparat, termasuk penangkapan sejumlah aktivis. Menurutnya, membungkam suara rakyat dengan cara demikian adalah bentuk kemunduran demokrasi, sekaligus melunturkan kepercayaan publik.

Arya Tessa memberi respon positif terhadap cara penyampaian aspirasi yang dilakukan massa pendemo.

“Saya berharap mahasiswa tetap menjaga situasi agar tetap kondusif,” ujarnya.

Singgung Razia Ilegal

Selain isu-isu nasional, pendemo juga menyuarakan tentang praktik razia ilegal yang kerap dilakukan oknum Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kerinci dan Polresta Sungai Penuh. Mereka menilai tidak seharusnya penegak hukum justru melakukan tindakan di luar aturan.

Menanggapi hal tersebut, Ari Tessa menegaskan bakal menindak anggotanya jika kedapatan melakukan praktik seperti itu.

“Kalau ada razia yang tidak sesuai dengan aturan, silakan laporkan langsung kepada saya. Nanti akan kita tindak sesuai aturan dan peraturan yang berlaku,” janji Kapolres pada pendemo.

Aksi damai ini mendapat apresiasi dari Bupati Kerinci, serta Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian. Mereka sama-sama berharap masyarakat dapat menyampaikan aspirasi tanpa tindak anarkis begini.

“Kami mengapresiasi mahasiswa yang sudah melakukan aksi dengan damai. Harapan kami, aspirasi bisa terus disampaikan tanpa tindakan anarkis,” kata Monadi.

Suasana bertambah hangat saat beberapa anggota Polwan masuk ke kerumunan mahasiswa dengan membawa tas keresek biru besar. Isinya nasi kotak yang kemudian dibagi-bagikan pada seluruh massa aksi.

Aksi ini menjadi contoh positif bahwa aspirasi masyarakat—meski kritis terhadap kebijakan pemerintah—bisa disampaikan secara damai dan produktif. Dialog terbuka antara mahasiswa dan aparat kepolisian mencerminkan harapan bagi pejabat publik untuk selalu mendengar dan merespon aspirasi masyarakat dengan sikap terbuka dan peduli.

Aliansi Mahasiswa Kerinci-Sungai Penuh Gelar Demonstrasi Tuntut Restorasi Kapolri

BAHAR POS – Aliansi Cipayung Plus dan mahasiswa se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menggelar demonstrasi, Selasa (2/9/2025) pagi. Aksi ini dilakukan di depan Mapolres Kerinci dengan membawa tiga tuntutan utama.

Sesuai surat pemberitahuan aksi yang dilayangkan koordinator lapangan ke Kapolres Kerinci-Sungai Penuh, aksi dimulai pada pukul 08.00 WIB. Surat tersebut juga menyatakan, sekitar 800 mahasiswa dan masyarakat bakal terlibat.

Aksi yang diberi nama Restorasi Kapolri ini mengusung tiga tuntutan utama. Ketiganya terkait dengan peristiwa tewasnya pengemudi ojek online Affian Kurniawan dalam rentetan demonstrasi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Adapun ketiga tuntutan tersebut adalah:

  1. Mengusut tuntas dan mengadili aparat yang diduga melindas alm. Affian Kurniawan,
  2. Membebaskan massa demonstrasi yang masih ditahan aparat kepolisian tanpa syarat,
  3. Menghentikan tindakan kekerasan dan intervensi aparat kepolisian terhadap masyarakat.

Dalam aksinya, sebagaimana dicantumkan dalam surat pemberitahuan kepada kepolisian, massa akan membawa atribut berupa bendera, spanduk, pengeras suara, hingga bunga dan keranda mayat sebagai simbol perlawanan.

Ingatkan Ketertiban, Kedamaian, dan Kerukunan

Menanggapi hal ini, Bupati Kerinci Monadi S.Sos., M.Si., bersama Wakil Bupati H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., mengingatkan agar para pendemo senantiasa menjaga ketertiban, kedamaian, serta kerukunan selama menjalankan aksi mereka.

Monadi berkata, apa yang dilakukan para mahasiswa merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang dilindungi undang-undang. Setiap warga Indonesia berhak menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai rusuh.

“Jaga bersama negeri kita, jaga ketertiban, kedamaian, dan kerukunan. Menyampaikan aspirasi adalah hak setiap anak bangsa, tapi mari kita pastikan semua dilakukan dengan cara yang bermartabat, damai dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Monadi.

Bupati menambahkan Pemerintah Kabupaten Kerinci sangat terbuka terhadap aspirasi mahasiswa dan kaum muda sebagai agen perubahan bangsa. Ia mendukung penuh perjuangan mahasiswa, tetapi menekankan pentingnya sikap dewasa dan menjunjung tinggi etika dalam berjuang.

“Kami paham bahwa mahasiswa adalah motor penggerak perubahan. Karena itu, tetaplah semangat, tetaplah berjuang di jalur yang benar, tapi jangan sampai semangat itu ternodai oleh tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” imbuh Monadi.

Hal senada disampaikan Wali Kota Sungai Penuh, Alfin. Dalam acara Doa Bersama dan Aksi 1000 Lilin yang digelar di halaman Mapolres Kerinci, Senin (1/9/2025) malam, ia mengingatkan bahwa aspirasi akan lebih efektif jika disampaikan secara santun lewat dialog terbuka, bukan aksi anarkis yang merusak ketertiban.

“Mari kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan sampai terprovokasi oleh hal-hal yang merusak. Aspirasi bisa kita sampaikan dengan duduk bersama dan bermusyawarah,” imbau Wali Kota, seperti dikutip lama RRI.

Wakapolres Kerinci Kompol Eko Prasetyo Dafarta, mewakili Kapolres AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K., M.H., juga menyampaikan imbauan sama. Ia meminta seluruh elemen masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi tidak mudah terprovokasi dan melakukan hal-hal yang merusak ketertiban umum.

“Tidak perlu melakukan tindakan anarkis, tidak perlu merusak fasilitas umum. Silakan sampaikan aspirasi dengan cara yang baik, kami siap mendengarkan,” kata Kompol Eko dalam kesempatan sama.