Category Archives: Kota Sungai Penuh

Kementerian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Pendaftaran Tanah Ulayat di Jambi, Pastikan Perlindungan Hak Adat

BAHAR POS – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan komitmennya menjaga eksistensi hak-hak masyarakat adat melalui pengadministrasian dan pendaftaran tanah ulayat. Komitmen itu ditegaskan Staf Khusus Bidang Reforma Agraria, Rezka Oktoberia, saat membuka Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat Provinsi Jambi di Umoh Gedang Luhah Datuk Singarapi Putih, Kota Sungai Penuh, Kamis (11/9/2025).

Sosialisasi ini turut menghadirkan pemateri dari Kementerian ATR/BPN, Kemendagri, dan Badan Keuangan Daerah Kota Sungai Penuh. Sesi diskusi dengan masyarakat hukum adat dipandu Kepala Kantor Pertanahan Kota Sungai Penuh, Tetet Sutadi.

“Tujuan utamanya melindungi kepentingan masyarakat adat selaku pemilik tanah. Tidak ada sama sekali tujuan untuk menghilangkan hak adat, justru sebaliknya, pengadministrasian dan pendaftaran tanah ulayat adalah bentuk perlindungan negara atas hak masyarakat hukum adat,” tegas Rezka Oktoberia dalam kata sambutannya.

Ia menjelaskan, pendaftaran tanah ulayat merupakan wujud sinergi antara hukum adat dan hukum pertanahan nasional.

“Sinergi antara adat dan negara mengintegrasikan pengaturan pertanahan menurut hukum adat ke dalam sistem hukum nasional, yang selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Di hadapan empat kelompok masyarakat hukum adat yang hadir, Rezka menekankan, keputusan untuk mendaftarkan tanah ulayat sepenuhnya berada di tangan masyarakat hukum adat.

“Ini bukan instruksi sepihak dari negara, keputusan sepenuhnya berada di tangan masyarakat hukum adat. Negara hadir untuk memberikan perlindungan,” katanya.

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, yang juga turut hadir, mengapresiasi langkah tersebut.

“Tanah ulayat adalah salah satu bentuk kekayaan adat dan budaya yang memiliki nilai historis dan sosial yang tinggi. Tanah ulayat bukan sekadar aset fisik, tetapi juga simbol identitas keberlanjutan hidup serta tatanan nilai masyarakat hukum adat yang telah terpelihara turun-temurun sejak dahulu. Kita patut bersyukur bahwa proses ini telah mulai berjalan. Ini merupakan capaian penting yang patut kita syukuri bersama,” terang Azhar.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jambi, Humaidi, menegaskan perlunya kolaborasi lintas pihak.

“Kami mengimbau seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, niniak mamak, hingga masyarakat luas, untuk bergotong royong mendorong proses pendaftaran tanah ulayat. Dengan niat yang baik, kita dapat memastikan tanah ulayat tetap lestari dan memiliki manfaat nyata bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Staf Khusus Bidang Reforma Agraria juga menyerahkan 12 sertifikat kepada masyarakat dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Sertifikat yang diberikan meliputi hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), sertifikat wakaf, serta aset milik Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Penyerahan dilakukan bersama oleh Kepala Kantor Pertanahan se-Provinsi Jambi.

821 PPPK Kota Sungai Penuh Dilantik, Wali Kota Alfin Ingatkan Integritas dan Pelayanan Publik

BAHAR POS – Sebanyak 821 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara resmi dilantik di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Ahad (31/8/2025) pagi. Walkot Alfin mengingatkan integritas dan kualitas pelayanan publik.

Acara pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lalu disusul dengan serangkaian prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Wali Kota dan penanda-tanganan oleh penerima.

Dalam kata sambutannya, Wali Kota Alfin mengingatkan agar seluruh aparatur baru dapat bekerja dengan sungguh-sungguh, menempatkan pelayanan publik sebagai prioritas utama, serta menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme.

“Jadilah aparatur yang berintegritas, profesional, dan selalu mengutamakan kepentingan pelayanan publik di atas kepentingan pribadi. Karena kehadiran PPPK merupakan salah satu wujud upaya pemerintah untuk memperkuat kualitas layanan masyarakat,” pesan Alfin.

Wakil Wali Kota Azhar Hamzah turut memberi motivasi, menekankan bahwa jabatan tersebut bukan hanya sekadar kedudukan, melainkan merupakan amanah untuk pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Sungai Penuh.

Rincian tenaga PPPK penerima SK mencakup 585 tenaga teknis, 104 tenaga kesehatan, dan 132 tenaga guru. Ini menggambarkan upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam memperkuat kualitas layanan publik, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan teknis.

Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Nina Pastian, menyatakan bahwa jumlah ini merupakan bagian dari formasi tahap I PPPK tahun 2024. Terdapat dua calon yang tidak ikut dilantik dikarenakan meninggal dunia dan mengundurkan diri.

Wali Kota Alfin Sambut Hangat Kepulangan Nindya Eltsani Fawwaz, Paskibraka Nasional Asal Sungai Penuh

BAHAR POS – Nindya Eltsani Fawwaz disambut hangat saat kembali ke kampung halaman. Wali Kota Alfin, SH turut hadir dalam upacara penyambutan resmi anggota Paskibraka Nasional asal Kota Sungai Penuh tersebut di SMA Negeri 2 Sungai Penuh, Rabu (27/8/2025).

Suasana penuh kebanggaan dan rasa haru menyelimuti halaman SMA Negeri 2 Sungai Penuh saat Nindya Eltsani Fawwaz, akrab dipanggil Eltsa, kembali usai menunaikan tugas di Istana Negara, Jakarta. Seluruh guru dan siswa berkumpul untuk menyambut Eltsa.

Momen istimewa tersebut menjadi lebih bermakna dengan kehadiran Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H.. Bagi pihak sekolah, kehadiran Alfin tambah berkesan karena ia merupakan alumni sekolah tersebut.

“Selamat kembali ke kampung halaman, Kota Sungai Penuh, dan selamat kembali ke sekolah untuk melanjutkan proses belajar bersama kawan-kawan, Ananda Nindya Eltsani Fawwaz,” ujar Alfin dalam kata sambutannya. 

“Kami sangat bangga atas prestasi yang Ananda raih, yaitu bisa menjadi salah satu bagian dari Paskibraka Nasional. Dan ini tentunya tidaklah mudah. Butuh kerja keras dan tanggung jawab, serta kedisiplinan yang tinggi,” tambah Wali Kota.

Tak lupa Alfin menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap dewan guru SMA Negeri 2 Sungai Penuh, juga kepada kedua orang tua Eltsa atas didikan dan dedikasi yang diberikan selama ini.

Dalam kesempatan sama, Syahdanur Gusmin, S.Pd, M.M. selaku Kepala Sekolah mengungkapkan rasa bangga terhadap pencapaian Eltsa, serta turut merasa terharu atas kedatangan Wali Kota.

“Kedatangan Pak Wali Kota memberikan warna tersendiri. Penyambutan ini menjadi lebih semarak dan meriah, serta memberikan motivasi ke siswa-siswi kami untuk bisa menggapai prestasi lebih baik lagi ke depannya,” kata Syahdanur Gusmin.

Prestasi Nindya Eltsani memang patut membuat bangga. Ia sukses melalui seleksi bertahap, mulai dari tingkat sekolah, kemudian provinsi, hingga akhirnya mewakili Provinsi Jambi di tingkat nasional.Ia menjadi salah satu dari dua anggota Paskibraka Nasional tahun 2025 asal Jambi.

Tak sekadar menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera di Istana Negara, nama Eltsa bahkan sempat jadi kandidat kuat pembawa baki bendera pusaka. Sekalipun pada akhirnya batal terpilih, raihan ini membuatnya bakal terus tercatat dengan tinta emas dalam sejarah pendidikan Jambi, khususnya Kota Sungai Penuh.

Nindya Eltsani Fawwaz: Dari Sungai Penuh ke Istana Merdeka

BAHAR POS – Di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, nama Nindya Eltsani Fawwaz, akrab disapa Eltsa, mencuat sebagai salah satu sosok muda yang membanggakan Provinsi Jambi. Siswi kelas XI SMA Negeri 2 Kota Sungai Penuh ini terpilih sebagai cadangan pembawa baki dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara, Jakarta, Ahad (17/8/2025) pagi.

Eltsa menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2025 mewakili Jambi. Ia berangkat bersama Frans Sokhi Lase dari SMA Negeri 1 Kota Jambi.

Keduanya berangkat ke Jakarta pada 14 Juli 2025, setelah sebelumnya menjalani upacara pelepasan bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman. Eltsa dan Frans lantas mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Taman Rekreasi Wiladatika di Depok, Jawa Barat, bersama seluruh anggota Paskibraka Nasional lainnya dari seluruh Indonesia.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, mewakili Bapak Gubernur, kami secara resmi memberangkatkan dua calon Paskibraka perwakilan Provinsi Jambi, yaitu Ananda Frans dan Nindia dari Kota Jambi serta Kota Sungai Penuh,” kata Sudirman saat acara pelepasan, seperti diberitakan Antara.

Dalam kesempatan itu pula, Sudirman mengungkapkan harapan agar Eltsa maupun Frans mendapat peran kunci dalam upacara di Istana Negara, yakni menjadi pembawa baki dan pengibar bendera.

“Kami juga berharap, dua utusan ini dapat menjadi pengibar bendera dan pembawa baki. Paling utama dapat melaksanakan tugas dengan baik,” tambah Sudirman.

Apa yang diharapkan Sudirman nyaris menjadi kenyataan, sebab nama Eltsa masuk dalam nominasi pembawa baki. Diary Paskibraka Liputan6 bahkan mencatat, gadis berusia 16 tahun tersebut sudah sering dilatih sebagai pembawa baki sejak 7 Agustus.

Harapan tersebut tidak terwujud, sebab yang kemudian tampil sebagai pembawa baki dalam upacara di Istana Negara adalah Bianca Alessia Christabella Lantang, siswi sekolah unggulan SMA Lentera Harapan Tomohon yang berada di Bawah kaki Gunung Lokon, Sulawesi Utara.

Namun demikian, tetap saja Eltsa mengharumkan nama Jambi sebagai cadangan pembawa baki dalam upacara tersebut. Sebuah peran yang juga mengharumkan daerah asalnya.

Disiplin, Penuh Prestasi

Eltsa lahir di Padang pada 27 Juni 2009. Sejak kecil, ia dikenal sebagai pribadi yang disiplin, aktif, dan penuh semangat.

Tak hanya mengejar prestasi di sekolah, Eltsa juga rajin mengikuti berbagai kegiatan. Salah satunya di bidang modelling, yang berbuah kemenangan dalam ajang Bujang-Gadis Kota Sungai Penuh 2024.

Tak hanya itu, Eltsa juga menekuni seni dan kegiatan sosial. Hobi monolog yang digelutinya menunjukkan sisi kreatif dan ekspresifnya, hal yang melengkapi kedisiplinan dalam sisi lain dirinya.

Perjalanan Eltsa menuju Paskibraka Nasional dimulai sejak ia aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Dari latihan baris-berbaris, pencak silat, hingga organisasi siswa intra sekolah (OSIS), ia menunjukkan ketekunan dan kemampuan leadership yang menonjol.

Seleksi Paskibraka tingkat daerah bukanlah hal mudah; ia harus melalui tes fisik, mental, serta wawancara yang ketat. Namun dedikasi dan kemampuannya membuatnya berhasil lolos, mewakili Jambi untuk mengikuti pemusatan latihan di Depok, Jawa Barat.

Masa pemusatan pendidikan dan pelatihan di Depok bukan hanya tentang kemampuan fisik. Setiap peserta dituntut menanamkan kedisiplinan, fokus, dan pengendalian diri.

Ketika masuk nominasi calon pembawa baki, Eltsa menghadapi tantangan tambahan: menjaga kestabilan posisi baki saat mengangkat bendera, yang memerlukan konsentrasi maksimal dan ketahanan mental. Bukan tugas mudah, mengingat jika terpilih ia bakal menjadi pusat perhatian se-Indonesia.

Puncaknya adalah 17 Agustus 2025, saat Eltsa berdiri tegak di halaman Istana Merdeka. Walaupun batal menjadi pembawa baki, posisi yang akhirnya ditempati oleh Bianca Alessia Christabella Lantang, kehadirannya tetap menjadi simbol kepercayaan tinggi yang diberikan kepada generasi muda dari Jambi.

Pertama dari Kerinci

Secara khusus, Pemerintah Kota Sungai Penuh menyampaikan apresiasi atas pencapaian Eltsa. Kepala Bidang Kesbangpol setempat, Dedi Iryanto, menyatakan bahwa bahkan terpilihnya gadis itu dalam Paskibraka Nasional sudah menjadi prestasi tersendiri bagi daerahnya.

“Sejak berdirinya Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, baru kali ini ada pelajar putri [dari daerah ini] yang lolos sebagai Paskibraka Nasional dan berkesempatan bertugas di Istana Negara,” kata Dedi, sebagaimana diberitakan Liputan6.com.

“Pencapaian Nindya menjadi bukti bahwa generasi muda Sungai Penuh dan Kerinci mampu bersaing di tingkat nasional, asalkan diiringi tekad kuat, disiplin, dan kerja keras,” tambahnya.

Cerita perjalanan Eltsa ke Paskibraka Nasional bukan hanya soal prestasi, tetapi juga pembelajaran hidup. Ia belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan keberanian menghadapi tekanan. Proses latihan panjang dan seleksi ketat mengajarkannya bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui kerja keras, ketekunan, dan kesabaran.

Kisah ini menjadi inspirasi bagi generasi muda di Jambi dan seluruh Indonesia. Banyak siswa yang melihat Eltsa sebagai contoh bahwa mimpi besar bisa dicapai dari kota kecil sekalipun, selama ada tekad dan kerja keras.

Prestasi Eltsa juga memicu perhatian media nasional, menegaskan bahwa talenta dan karakter kuat dari daerah mampu bersaing di tingkat tertinggi. Setiap langkahnya di Istana Merdeka bukan sekadar simbolis, tetapi juga pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membentuk masa depan bangsa.

Melalui kisahnya, Nindya Eltsani Fawwaz membuktikan bahwa dengan ketekunan, disiplin, dan dedikasi, generasi muda dapat menembus batasan geografis maupun sosial. Dari Kota Sungai Penuh nun berada di daerah pegunungan di tengah-tengah Sumatera, ia menjejakkan kaki di panggung nasional, menjadi bagian dari sejarah bangsa.

Kisah Eltsa mengingatkan kita bahwa setiap mimpi besar memerlukan usaha nyata, ketekunan, dan keberanian untuk menghadapi tantangan. Dari sekolah menengah di Jambi hingga halaman Istana Merdeka, perjalanan ini bukan sekadar tentang penghargaan, tetapi tentang pembentukan karakter, tanggung jawab, dan pengabdian bagi bangsa.

Kisah ini adalah cerminan nyata bahwa setiap langkah, sekecil apa pun, bisa mengantar kita ke prestasi yang membanggakan—bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk daerah dan bangsa.

Dengan semangat yang sama, generasi muda Indonesia dapat terus mengukir prestasi dan mewujudkan cita-cita yang lebih besar.

Pelaku Penusukan di Sungai Penuh Diringkus dalam Mobil Travel di Sarolangun

BAHAR POS – Tak sampai berganti hari, aparat kepolisian berhasil menangkap F (23), pelaku penusukan di Kota Sungai Penuh. Tersangka diringkus pada Jumat (15/8/2025) malam WIB, saat tengah berada di dalam sebuah mobil travel yang melaju di wilayah Sarolangun.

Kasi Humas Polres Kerinci Iptu D. Sitinjak menuturkan, penangkapan dilakukan setelah Tim Satreskrim Polres Kerinci berkoordinasi dengan Polres Sarolangun. Pihaknya mengirimkan identitas dan foto pelaku, yang kemudian terlacak hendak melarikan diri keluar provinsi.

“Pelaku ditangkap saat berada di dalam mobil travel di wilayah Sarolangun,” kata Sitinjak, Sabtu (16/8/2025).

Sitinjak menambahkan, pelaku berniat kabur ke Palembang, Sumatera Selatan, tujuan dari mobil travel tersebut. Namun aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil mencegat sebelum tersangka meninggalkan wilayah hukum Jambi.

F melakukan penusukan terhadap Ramon Kurniawan (22) dalam sebuah cekcok di tempat kos di Kota Sungai Penuh. Korban yang terluka parah sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong.

Kepada polisi, F mengungkapkan bahwa tindakannya tersebut dilatarbelakangi kesalahpahaman dan kecemburuan. Ia marah setelah melihat tangan kekasihnya, Yuli, terluka dan menduga korbanlah penyebab luka tersebut.

Korban sendiri bertemu Yuli di sebuah tempat karaoke, di mana perempuan itu terluka akibat pecahan botol saat mabuk. Korban sempat menolong dan mengantar Yuli ke Puskesmas, lalu mengantar pulang ke tempat kos.

Di sana, ternyata F sudah menunggu. Tanpa banyak bertanya ia langsung melakukan penusukan menggunakan pisau sebanyak dua kali di dada kiri korban. Dua luka lebar menyebabkan korban kehabisan darah dan tewas.

Kini, pelaku telah diamankan di Mapolres Kerinci untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku kini telah ditahan dan akan disangkakan atas penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia,” terang Sitinjak.

Pria di Sungai Penuh Tewas Ditusuk Rekan, Diduga Karena Cemburu

BAHAR POS – Warga Desa Pelayang Raya, Kota Sungai Penuh, Jambi, digemparkan peristiwa penusukan yang menewaskan seorang pemuda, Jumat (15/8/2025) dini hari WIB. Korban bernama Ramon Kurniawan (22), penduduk setempat, diduga ditusuk oleh pria berinisial F, warga Sungai Jernih.

Peristiwa berdarah itu terjadi di sebuah rumah kos bernama Kos Uci, Dusun Sungai Akar. Informasi yang dihimpun menyebutkan, cekcok antara korban dan pelaku pecah sekitar waktu Subuh setelah keduanya pulang dari menonton hiburan malam.

Korban ditemukan bersimbah darah dengan dua luka tusuk di perut bagian kiri. Ia sempat dilarikan ke RS DKT Sungai Penuh, tetapi nyawanya tidak tertolong akibat pendarahan hebat.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dugaan sementara motif penusukan dipicu rasa cemburu dan pengaruh minuman beralkohol.

“Infonya karena cemburu, dan ada pengaruh alkohol, pulang dari nonton hiburan,” ungkapnya.

Aparat kepolisian langsung bergerak ke tempat kejadian perkara. Dua perempuan yang berada di lokasi saat perkelahian berlangsung telah diperiksa sebagai saksi.

Kasi Humas Polres Kerinci, Ipda D. Sitinjak, membenarkan peristiwa tersebut. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan petugas masih memburu pelaku F yang melarikan diri usai menusuk korban.