Author Archives: Admin

Nindya Eltsani Fawwaz: Dari Sungai Penuh ke Istana Merdeka

BAHAR POS – Di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, nama Nindya Eltsani Fawwaz, akrab disapa Eltsa, mencuat sebagai salah satu sosok muda yang membanggakan Provinsi Jambi. Siswi kelas XI SMA Negeri 2 Kota Sungai Penuh ini terpilih sebagai cadangan pembawa baki dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara, Jakarta, Ahad (17/8/2025) pagi.

Eltsa menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2025 mewakili Jambi. Ia berangkat bersama Frans Sokhi Lase dari SMA Negeri 1 Kota Jambi.

Keduanya berangkat ke Jakarta pada 14 Juli 2025, setelah sebelumnya menjalani upacara pelepasan bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman. Eltsa dan Frans lantas mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Taman Rekreasi Wiladatika di Depok, Jawa Barat, bersama seluruh anggota Paskibraka Nasional lainnya dari seluruh Indonesia.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, mewakili Bapak Gubernur, kami secara resmi memberangkatkan dua calon Paskibraka perwakilan Provinsi Jambi, yaitu Ananda Frans dan Nindia dari Kota Jambi serta Kota Sungai Penuh,” kata Sudirman saat acara pelepasan, seperti diberitakan Antara.

Dalam kesempatan itu pula, Sudirman mengungkapkan harapan agar Eltsa maupun Frans mendapat peran kunci dalam upacara di Istana Negara, yakni menjadi pembawa baki dan pengibar bendera.

“Kami juga berharap, dua utusan ini dapat menjadi pengibar bendera dan pembawa baki. Paling utama dapat melaksanakan tugas dengan baik,” tambah Sudirman.

Apa yang diharapkan Sudirman nyaris menjadi kenyataan, sebab nama Eltsa masuk dalam nominasi pembawa baki. Diary Paskibraka Liputan6 bahkan mencatat, gadis berusia 16 tahun tersebut sudah sering dilatih sebagai pembawa baki sejak 7 Agustus.

Harapan tersebut tidak terwujud, sebab yang kemudian tampil sebagai pembawa baki dalam upacara di Istana Negara adalah Bianca Alessia Christabella Lantang, siswi sekolah unggulan SMA Lentera Harapan Tomohon yang berada di Bawah kaki Gunung Lokon, Sulawesi Utara.

Namun demikian, tetap saja Eltsa mengharumkan nama Jambi sebagai cadangan pembawa baki dalam upacara tersebut. Sebuah peran yang juga mengharumkan daerah asalnya.

Disiplin, Penuh Prestasi

Eltsa lahir di Padang pada 27 Juni 2009. Sejak kecil, ia dikenal sebagai pribadi yang disiplin, aktif, dan penuh semangat.

Tak hanya mengejar prestasi di sekolah, Eltsa juga rajin mengikuti berbagai kegiatan. Salah satunya di bidang modelling, yang berbuah kemenangan dalam ajang Bujang-Gadis Kota Sungai Penuh 2024.

Tak hanya itu, Eltsa juga menekuni seni dan kegiatan sosial. Hobi monolog yang digelutinya menunjukkan sisi kreatif dan ekspresifnya, hal yang melengkapi kedisiplinan dalam sisi lain dirinya.

Perjalanan Eltsa menuju Paskibraka Nasional dimulai sejak ia aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Dari latihan baris-berbaris, pencak silat, hingga organisasi siswa intra sekolah (OSIS), ia menunjukkan ketekunan dan kemampuan leadership yang menonjol.

Seleksi Paskibraka tingkat daerah bukanlah hal mudah; ia harus melalui tes fisik, mental, serta wawancara yang ketat. Namun dedikasi dan kemampuannya membuatnya berhasil lolos, mewakili Jambi untuk mengikuti pemusatan latihan di Depok, Jawa Barat.

Masa pemusatan pendidikan dan pelatihan di Depok bukan hanya tentang kemampuan fisik. Setiap peserta dituntut menanamkan kedisiplinan, fokus, dan pengendalian diri.

Ketika masuk nominasi calon pembawa baki, Eltsa menghadapi tantangan tambahan: menjaga kestabilan posisi baki saat mengangkat bendera, yang memerlukan konsentrasi maksimal dan ketahanan mental. Bukan tugas mudah, mengingat jika terpilih ia bakal menjadi pusat perhatian se-Indonesia.

Puncaknya adalah 17 Agustus 2025, saat Eltsa berdiri tegak di halaman Istana Merdeka. Walaupun batal menjadi pembawa baki, posisi yang akhirnya ditempati oleh Bianca Alessia Christabella Lantang, kehadirannya tetap menjadi simbol kepercayaan tinggi yang diberikan kepada generasi muda dari Jambi.

Pertama dari Kerinci

Secara khusus, Pemerintah Kota Sungai Penuh menyampaikan apresiasi atas pencapaian Eltsa. Kepala Bidang Kesbangpol setempat, Dedi Iryanto, menyatakan bahwa bahkan terpilihnya gadis itu dalam Paskibraka Nasional sudah menjadi prestasi tersendiri bagi daerahnya.

“Sejak berdirinya Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, baru kali ini ada pelajar putri [dari daerah ini] yang lolos sebagai Paskibraka Nasional dan berkesempatan bertugas di Istana Negara,” kata Dedi, sebagaimana diberitakan Liputan6.com.

“Pencapaian Nindya menjadi bukti bahwa generasi muda Sungai Penuh dan Kerinci mampu bersaing di tingkat nasional, asalkan diiringi tekad kuat, disiplin, dan kerja keras,” tambahnya.

Cerita perjalanan Eltsa ke Paskibraka Nasional bukan hanya soal prestasi, tetapi juga pembelajaran hidup. Ia belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan keberanian menghadapi tekanan. Proses latihan panjang dan seleksi ketat mengajarkannya bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui kerja keras, ketekunan, dan kesabaran.

Kisah ini menjadi inspirasi bagi generasi muda di Jambi dan seluruh Indonesia. Banyak siswa yang melihat Eltsa sebagai contoh bahwa mimpi besar bisa dicapai dari kota kecil sekalipun, selama ada tekad dan kerja keras.

Prestasi Eltsa juga memicu perhatian media nasional, menegaskan bahwa talenta dan karakter kuat dari daerah mampu bersaing di tingkat tertinggi. Setiap langkahnya di Istana Merdeka bukan sekadar simbolis, tetapi juga pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membentuk masa depan bangsa.

Melalui kisahnya, Nindya Eltsani Fawwaz membuktikan bahwa dengan ketekunan, disiplin, dan dedikasi, generasi muda dapat menembus batasan geografis maupun sosial. Dari Kota Sungai Penuh nun berada di daerah pegunungan di tengah-tengah Sumatera, ia menjejakkan kaki di panggung nasional, menjadi bagian dari sejarah bangsa.

Kisah Eltsa mengingatkan kita bahwa setiap mimpi besar memerlukan usaha nyata, ketekunan, dan keberanian untuk menghadapi tantangan. Dari sekolah menengah di Jambi hingga halaman Istana Merdeka, perjalanan ini bukan sekadar tentang penghargaan, tetapi tentang pembentukan karakter, tanggung jawab, dan pengabdian bagi bangsa.

Kisah ini adalah cerminan nyata bahwa setiap langkah, sekecil apa pun, bisa mengantar kita ke prestasi yang membanggakan—bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk daerah dan bangsa.

Dengan semangat yang sama, generasi muda Indonesia dapat terus mengukir prestasi dan mewujudkan cita-cita yang lebih besar.

Kibarkan 1000 Bendera di Jembatan Gentala Arasy, Jambi Pecahkan Rekor MURI

BAHAR POS – Pemerintah Provinsi Jambi menyuguhkan hal tak biasa dalam menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80: segenap jajaran OPD dalam lingkup Pemprov memasang 1.000 bendera di Jembatan Gentala Arasy, Kota Jambi, Sabtu (16/8/2025) pagi.

Tak pelak, kegiatan ini masuk dalam catatan Museum Rekor Indonesia (MURI). Rekor yang dipecahkan adalah penyelenggaraan pengibaran bendera merah putih terbanyak yang dilaksanakan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

“Kegiatan pemasangan 1.000 Bendera merah putih di sisi kanan dan kiri Jembatan Gentala Arasy tercatat sebagai rekor dunia MURI,” kata Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, dalam acara tersebut.

Yusuf menambahkan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Pemprov Jambi ini. Sang Saka Merah Putih, imbuhnya, merupakan identitas fundamental bangsa Indonesia dan memiliki kedudukan sangat penting.

“Bendera merah putih tidak hanya memiliki makna perjuangan yang dalam, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur sebagai simbol kedaulatan negara, sekaligus mencerminkan kepahlawanan, patriotisme, dan nasionalisme rakyat Indonesia,” tambah Yusuf.

Dalam kata sambutannya, Gubernur Jambi Al Haris mengatakan kegiatan ini bukan sekadar aksi seremonial semata. Melainkan satu wujud cinta Tanah Air dan nasionalisme dalam rangka penyambut peringatan Hari Kemerdekaan.

“Kegiatan ini tidak hanya mencatatkan sejarah baru bagi Provinsi Jambi, tetapi juga menjadi simbol kuat rasa nasionalisme dan kebersamaan masyarakat dalam menyemarakkan semangat kebangsaan,” ujar Al Haris.

Gubernur menambahkan, perjuangan di masa kini berbeda dengan perjuangan para pahlawan terdahulu. Karena itu pendekatan yang dilakukan demi menjaga negara dan bangsa ini juga harus berbeda.

“Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata melawan penjajah, maka hari ini perjuangan kita adalah menghadapi tantangan pembangunan, persaingan global, serta kemajuan teknologi. Perjuangan saat ini menuntut kerja keras, pengorbanan, dan kebersamaan dari seluruh lapisan masyarakat,” tambah Al Haris.

Membangun Indonesia di masa kini, demikian Al Haris, lebih berat daripada berperang, sebab dihadapi adalah dinamika zaman, kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, serta tuntutan untuk beradaptasi dengan dunia digital. Ia mengingatkan agar warga Jambi terus menjaga dan memperkuat semangat kebangsaan, gotong royong, dan rasa cinta terhadap negara.

Menutup sambutannya, Al Haris berharap agar semangat yang tercermin dalam kegiatan pengibaran 1.000 bendera merah putih di Jembatan Gentala Arasy dapat menjadi inspirasi bersama.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa kita memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun Provinsi Jambi dan mendukung kemajuan Indonesia. Semoga semangat Merah Putih terus berkibar, tidak hanya di jembatan ini, tetapi juga di hati seluruh masyarakat Jambi,” tutupnya.

Jembatan Gentala Arasy dibangun untuk menghubungkan dua wilayah Kota Jambi yang dipisahkan oleh Sungai Batanghari. Bangunan yang menjadi salah satu ikon daerah ini diresmikan oleh Wakil Presiden (saat itu) Jusuf Kalla pada 28 Maret 2015.

Pembangunan Gentala Arasy sendiri memakan waktu dua tahun, yakni selama 2012-2014, dan menghabiskan anggaran sebesar sekitar Rp 88,7 miliar yang terbagi ke dalam tiga tahun anggaran.

Dengan bentang sepanjang 503 meter dan bendera merah putih dikibarkan di masing-masing sisi jembatan, maka diperkirakan setiap sekitar 1 meter terpasang sebuah bendera.

Pelaku Penusukan di Sungai Penuh Diringkus dalam Mobil Travel di Sarolangun

BAHAR POS – Tak sampai berganti hari, aparat kepolisian berhasil menangkap F (23), pelaku penusukan di Kota Sungai Penuh. Tersangka diringkus pada Jumat (15/8/2025) malam WIB, saat tengah berada di dalam sebuah mobil travel yang melaju di wilayah Sarolangun.

Kasi Humas Polres Kerinci Iptu D. Sitinjak menuturkan, penangkapan dilakukan setelah Tim Satreskrim Polres Kerinci berkoordinasi dengan Polres Sarolangun. Pihaknya mengirimkan identitas dan foto pelaku, yang kemudian terlacak hendak melarikan diri keluar provinsi.

“Pelaku ditangkap saat berada di dalam mobil travel di wilayah Sarolangun,” kata Sitinjak, Sabtu (16/8/2025).

Sitinjak menambahkan, pelaku berniat kabur ke Palembang, Sumatera Selatan, tujuan dari mobil travel tersebut. Namun aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil mencegat sebelum tersangka meninggalkan wilayah hukum Jambi.

F melakukan penusukan terhadap Ramon Kurniawan (22) dalam sebuah cekcok di tempat kos di Kota Sungai Penuh. Korban yang terluka parah sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong.

Kepada polisi, F mengungkapkan bahwa tindakannya tersebut dilatarbelakangi kesalahpahaman dan kecemburuan. Ia marah setelah melihat tangan kekasihnya, Yuli, terluka dan menduga korbanlah penyebab luka tersebut.

Korban sendiri bertemu Yuli di sebuah tempat karaoke, di mana perempuan itu terluka akibat pecahan botol saat mabuk. Korban sempat menolong dan mengantar Yuli ke Puskesmas, lalu mengantar pulang ke tempat kos.

Di sana, ternyata F sudah menunggu. Tanpa banyak bertanya ia langsung melakukan penusukan menggunakan pisau sebanyak dua kali di dada kiri korban. Dua luka lebar menyebabkan korban kehabisan darah dan tewas.

Kini, pelaku telah diamankan di Mapolres Kerinci untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku kini telah ditahan dan akan disangkakan atas penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia,” terang Sitinjak.

Diduga Terafiliasi Jaringan NII, Satu Yayasan di Sungai Bahar Ditutup

BAHAR POS – Sebuah yayasan di Sungai Bahar ditutup Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi karena diduga kuat terafiliasi jaringan Negara Islam Indonesia (NII). Penutupan ini dilakukan secara langsung oleh Bupati Bambang Bayu Suseno (BBS) secara simbolik, Kamis, 14 Agustus 2025, pagi WIB.

Penutupan yayasan di Sungai Bahar ini bersamaan dengan empat yayasan lain yang juga disinyalir punya ikatan dengan kelompok NII. Bupati BBS menandai penghentian operasional kelima yayasan dengan melakukan kunjungan langsung ke Yayasan Amal Bakti Insan Madani, di Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota.

“Kelima yayasan yang ditutup karena terafiliasi dengan NII yang ada di Kabupaten Muaro Jambi itu, di antaranya dua yayasan di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) dan masing-masing satu di Kecamatan Sungai Gelam, Mestong dan Sungai Bahar,” kata BBS, sebagaimana dikutip Antara, Jumat (15/8/2025).

BBS menambahkan, kelima yayasan yang ditutup diketahui akhir mengedarkan kotak amal untuk mencari bantuan dana. Kotak-kotak tersebut dititipkan di toko-toko yang berada di wilayah Kabupaten Muaro Jambi, bahkan hingga ke luar daerah.

Seturut penutupan ini, Bupati mengimbau kepada kelima yayasan yang izinnya telah dicabut untuk segera menarik kotak-kotak amal yang mereka sebarkan. Imbauan ini berlaku baik untuk kotak amal yang disebarkan di wilayah Muaro Jambi maupun daerah-daerah lain.

Pemkab Muaro Jambi memberi tenggang waktu satu bulan bagi kelima yayasan untuk melakukan penarikan kotak amal. Apabila setelah melewati waktu yang ditentukan belum juga ditarik, tim terpadu akan melakukan penertiban dengan menyita kotak-kotak amal itu dan menyerahkannya kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Muaro Jambi.

Bupati juga mengingatkan agar warga Muaro Jambi lebih teliti saat hendak memberikan donasi. Lebih baik menyalurkan dana melalui lembaga-lembaga terpercaya, di antaranya BAZNAS yang dikelola oleh pemerintah.

BBS menambahkan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gerakan-gerakan terorisme dan radikalisme yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan NKRI. Jika mengetahui aktivitas apapun yang dinilai mencurigakan, hendaknya warga segera melapor kepada aparat penegak hukum.

“Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk bijak dalam menggunakan media sosial,” imbuh Bupati, seraya meminta warganya lebih berhati-hati saat hendak turut aktif dalam sebuah organisasi atau yayasan. Jangan sampai ternyata lembaga tersebut mengusung idealisme yang bertentangan dengan ideologi negara.

Perwakilan Jambi Masuk Nominasi Pembawa Baki Paskibraka Nasional 2025

BAHAR POS – Nindya Eltsani Fawwaz, perwakilan Jambi dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2025, masuk nominasi pembawa baki dalam upacara 17 Agustus di Istana Negara, Jakarta. Kabar ini mendapat perhatian khusus dari Gubernur Al Haris.

Kepastian masuknya Nindya Eltsani Fawwaz dalam nominasi pembawa baki dikonfirmasi langsung oleh Pemprov Jambi. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jambi, Amidy, kepada awak media.

“Ya, [Nindya] masuk nominasi,” kata Amidy. “Pengumumannya [nanti] pada 17 Agustus pagi. Kita doakan bersama agar puteri Jambi terpilih sebagaimana harapan kita dari awal.”

Harapan sama disampaikan oleh Gubernur Al Haris. Jika Nindya Eltsani Fawwaz benar terpilih sebagai pembawa baki, maka Jambi akan mendapat sorotan lebih dalam upacara di Istana Negara nanti. Pasalnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dikabarkan bakal mengenakan pakaian adat Jambi.

“Mudah-mudahan bisa terjadi. Jika itu terjadi, anak Jambi bawa baki dan Pak Wapres pakai baju adat Jambi, kita sangat bangga,” tambah Gubernur pula.

Kabar mengenai kemungkinan Nindya Eltsani Fawwaz menjadi pembawa baki tidak berangkat dari harapan kosong. Mengutip Diary Paskibraka Liputan6.com, siswi SMA Negeri 2 Kota Sungai Penuh ini kerap dilatih sebagai pembawa baki.

Misalnya pada latihan 11 Agustus 2025, Nindya Eltsani Fawwaz didapuk sebagai pembawa baki bendera pusaka. Peran ini, masih menurut amatan Diary Paskibraka Liputan6.com, bahkan sudah dilakoni siswi kelahiran Padang tersebut sejak 7 Agustus.

Andai Nindya Eltsani Fawwaz benar terpilih sebagai pembawa baki bendera pusaka pada Upacara 17 Agustus nanti, maka sejarah baru tercatat untuk Jambi. Gadis berusia 16 tahun tersebut bakal menjadi pembawa baki pertama asal Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah dalam setidaknya 10 tahun terakhir.

Terpilihnya Nindya sebagai anggota Paskibraka Nasional 2025 saja bahkan sudah menjadi prestasi tersendiri di daerah asalnya. Dialah utusan pertama dari wilayah Kerinci dan khususnya Kota Sungai.

“Ini sejarah baru bagi daerah,” kata Kepala Bidang Kesbangpol Kota Sungai Penuh, Dedi Iryanto, seperti dikutip Liputan6.com. “Sejak berdirinya Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, baru kali ini ada pelajar putri [dari daerah ini] yang lolos sebagai Paskibraka Nasional dan berkesempatan bertugas di Istana Negara.”

“Pencapaian Nindya menjadi bukti bahwa generasi muda Sungai Penuh dan Kerinci mampu bersaing di tingkat nasional, asalkan diiringi tekad kuat, disiplin, dan kerja keras,” tambah Dedi, seraya mengingatkan bahwa dukungan penuh sangat dibutuhkan agar Nindya Eltsani Fawwaz dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Pembawa baki dalam Upacara 17 Agustus di Istana Negara merupakan peran bergengsi bagi anggota putri Paskibraka. Tak hanya membanggakan bagi si siswi, provinsi asalnya pun akan turut merasa terhormat.

Terlebih bagi Jambi yang perwakilannya sangat jarang menjadi pembawa baki. Dalam 10 tahun terakhir, perwakilan Sumatera yang terpilih sebagai pembawa baki selalu berasal dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.

Nindya Eltsani Fawwaz menjadi perwakilan Jambi dalam Paskibraka Nasional 2025 bersama Frans Sokhi Lase dari SMA Negeri 1 Kota Jambi. Keduanya berangkat ke Jakarta pada 13 Juli lalu, dilepas oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, yang mewakili Gubernur.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, mewakili Bapak Gubernur, kami secara resmi memberangkatkan dua calon Paskibraka perwakilan Provinsi Jambi, yaitu Ananda Frans dan Nindia dari Kota Jambi serta Kota Sungai Penuh,” kata Sudirman saat pelepasan, seperti diberitakan Antara.

Pembina Pramuka Pelaku Pencabulan 9 Siswi di Batang Hari Divonis 18 Tahun Penjara

BAHAR POS – Pengadilan Negeri Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, menjatuhkan vonis 18 tahun penjara kepada Rudy Kurniawan (43), pembina ekstrakurikuler Pramuka, setelah terbukti secara sah dan meyakinkan mencabuli sembilan siswi SMP.

Vonis dibacakan dalam sidang putusan yang dipimpin oleh hakim ketua Evalina Barbara Meilala, bersama anggota majelis hakim Tri Yuanita dan Dara Puspita, Jumat (15/8/2025).

“Menyatakan terdakwa Rudy Kurniawan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan tipu muslihat […],” demikian hakim saat membacakan vonisnya, “menjatuhkan pidana penjara selama 18 tahun.”

Selain hukuman pokok, Rudy juga dikenakan denda sebesar Rp1 miliar. Apabila tidak dibayar, diganti dengan kurungan badan selama enam bulan.

Mahkamah juga memerintahkan pidana tambahan berupa pengumuman identitas terdakwa sebagai pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Pengumuman tersebut akan dipajang selama sebulan di kantor Kejaksaan Negeri Batang Hari, Pemkab Batang Hari, Kwartir Cabang Pramuka, serta situs resmi Kejari.

Rudi melakukan tindakan pencabulan terhadap sembilan siswi SMP pada 29 November 2024. Perbuatannya mencuat setelah keluarga korban melapor ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Batang Hari AKP Husni Abda menjelaskan, pelaku meraba, mencium, memeluk, bahkan menyentuh area intim korban saat latihan Pramuka di sekolah.

“Korban dipanggil masing-masing ke dalam ruangan untuk menyetorkan hapalan Dasa Darma Pramuka,” jelas Husni.

Di sana, pelaku menyuruh korban memejamkan mata saat menyebutkan Dasa Darma Pramuka. Pada saat itulah pelaku melancarkan aksi cabulnya.

Majelis hakim menerapkan tuduhan sesuai Pasal 82 ayat (1) UU Perlindungan Anak dan alternatif dakwaan tentang kekerasan seksual karena dilakukan oleh pendidik dan terhadap lebih dari satu korban secara berlanjut.

Vonis ini menunjukkan tegasnya penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan seksual anak, terlebih yang menyalahgunakan posisi kepercayaan di lingkungan pendidikan. Upaya penyebaran identitas pelaku juga diberlakukan sebagai wujud keadilan restoratif sekaligus fasilitas pencegahan serupa di masa depan.

Pria di Sungai Penuh Tewas Ditusuk Rekan, Diduga Karena Cemburu

BAHAR POS – Warga Desa Pelayang Raya, Kota Sungai Penuh, Jambi, digemparkan peristiwa penusukan yang menewaskan seorang pemuda, Jumat (15/8/2025) dini hari WIB. Korban bernama Ramon Kurniawan (22), penduduk setempat, diduga ditusuk oleh pria berinisial F, warga Sungai Jernih.

Peristiwa berdarah itu terjadi di sebuah rumah kos bernama Kos Uci, Dusun Sungai Akar. Informasi yang dihimpun menyebutkan, cekcok antara korban dan pelaku pecah sekitar waktu Subuh setelah keduanya pulang dari menonton hiburan malam.

Korban ditemukan bersimbah darah dengan dua luka tusuk di perut bagian kiri. Ia sempat dilarikan ke RS DKT Sungai Penuh, tetapi nyawanya tidak tertolong akibat pendarahan hebat.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dugaan sementara motif penusukan dipicu rasa cemburu dan pengaruh minuman beralkohol.

“Infonya karena cemburu, dan ada pengaruh alkohol, pulang dari nonton hiburan,” ungkapnya.

Aparat kepolisian langsung bergerak ke tempat kejadian perkara. Dua perempuan yang berada di lokasi saat perkelahian berlangsung telah diperiksa sebagai saksi.

Kasi Humas Polres Kerinci, Ipda D. Sitinjak, membenarkan peristiwa tersebut. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan petugas masih memburu pelaku F yang melarikan diri usai menusuk korban.

Naik! Harga TBS Sawit Jambi Periode 15-21 Agustus 2025

BAHAR POS – Warga Jambi dapat merayakan 17 Agustus dengan tersenyum lebar. Pasalnya, harga TBS sawit Jambi periode 15-21 Agustus 2025 mengalami kenaikan.

Mengutip informasi dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) telah menyepakati harga baru untuk sawit usia 10-20 tahun. Terdapat kenaikan senilai Rp74,81/kg, sehingga harga TBS menjadi Rp3.613,68/kg.

Dalam penetapan ini, TBS sawit dalam rentang usia 10-20 tahun memiliki harga lebih tinggi dari sawit-sawit dalam rentang usia lainnya.

Berikut daftar lengkap harga TBS sawit Provinsi Jambi periode 15-21 Agustus 2025:

  • Sawit usia 3 tahun Rp2.811,75/kg
  • Sawit usia 4 tahun Rp3.011,78/kg
  • Sawit usia 5 tahun Rp3.149,60/kg
  • Sawit usia 6 tahun Rp3.280,63/kg
  • Sawit usia 7 tahun Rp3.363,29/kg
  • Sawit usia 8 tahun Rp3.435,67/kg
  • Sawit usia 9 tahun Rp3.502,77/kg
  • Sawit usia 10-20 tahun Rp3.613,68/kg
  • Sawit usia 21-24 tahun Rp3.506,98/kg
  • Sawit usia 25 tahun ke atas Rp3,349,80/kg

Bersamaan dengan ini, harga minyak sawit mentah (crude palm oil, CPO) ditetapkan pada angka Rp14.367,81/kg. Sedangkan harga minyak inti sawit (palm kernel oil, PKO) disepakati sebesar Rp12.782,29/kg dengan indeks 94,67%.

Namun musti dicatat jika ini adalah harga penetapan di tingkat Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. Harga yang ditemui petani di lapangan bisa jadi berbeda.

Kibarkan Bendera Bajak Laut One Piece di Bak Pick-up, Warga Desa Tri Jaya Diamankan Polisi

BAHAR POS — Choirul Anam (26), warga Desa Tri Jaya, Kecamatan Bahar Selatan, Muaro Jambi, diamankan polisi karena mengibarkan bendera bajak laut ala One Piece di mobil pick-up miliknya, Rabu (13/8/2025) siang.

Choirul memasang bendera bajak laut One Piece di sisi kanan depan bak mobilnya. Sedangkan di sisi kiri ia mengibarkan bendera merah putih.

Mengetahui hal ini, personel Kepolisian Sektor Bahar Selatan segera mendatangi Choirul. Pemuda yang tinggal di RT 07 Desa Tri Jaya tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek untuk diberikan penjelasan dan pembinaan.

Setelah ditanyai petugas, Choirul mengaku hanya ikut-ikutan apa yang sedang trending di media sosial. Dirinya sama sekali tak tahu apa arti dari pengibaran bendera bajak laut yang dicuplik dari serial manga One Piece tersebut.

Karena itu, polisi tidak menahan Choirul. Ia hanya diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya, sementara bendera diamankan di Mapolsek Bahar Selatan.

“Yang bersangkutan mengaku hanya mengikuti tren di media sosial. Kami sudah memberikan edukasi agar tidak lagi memasang bendera yang tidak sesuai aturan, apalagi jika dapat menimbulkan persepsi negatif,” ujar Kapolsek Bahar Selatan, Ipda Ari Irfani, S.H., M.H., sebagaimana dikutip TribrataNewsMuaroJambi.com.

Polres Muaro Jambi mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam mengikuti tren di media sosial serta mematuhi aturan demi menjaga ketertiban dan keamanan bersama.