Author Archives: Admin

Kebakaran Hebat Bikin Panik Warga Nipah Panjang, Satu Rumah Semi Permanen Hangus

BAHAR POS – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah semi permanen di Lorong Diamond, Kecamatan Nipah Panjang, Tanjung Jabung Timur, Sabtu (13/9/2025) pagi. Satu unit rumah dilaporkan ludes terbakar dalam insiden yang terjadi di kawasan padat penduduk tersebut.

Video yang memperlihatkan momen kebakaran segera beredar luas di media sosial. Dalam rekaman terlihat kepulan asap tebal dan kobaran api terlihat membesar, perlahan menggerogoti bangunan rumah hingga menimbulkan kepanikan warga sekitar.

Kebakaran terjadi di lingkungan padat penduduk, sehingga menimbulkan kekhawatiran api bakal merembet merembet ke rumah lain. Warga berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya.

Beruntung ada satu bangunan tinggi yang merupakan gedung walet, sehingga rembetan api sempat terhambat. Api dapat dikendalikan karena sisi rumah yang terbakar bersebelahan dengan lahan kosong.

Satu-satunya rumah yang hangus terbakar dipastikan tidak ada penghuni. Dengan demikian dapat dipastikan tak ada korban dalam kejadian ini.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat berwenang mengenai penyebab kebakaran maupun nilai kerugian.

Bupati Dedy Putra Sambut Hangat Kunjungan Perdana Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol ke Bungo

BAHAR POS — Bupati H. Dedy Putra, SH, M.Kn., menyambut kunjungan resmi perdana Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, ke Kabupaten Bungo. Acara berlangsung secara penuh keakraban di Rumah Dinas Bupati, Jumat (11/9/2025) siang WIB.

Turut hadir Wakil Bupati Tri Wahyu Hidayat, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh masyarakat Bungo.

Kunjungan perdana ini menandai langkah penting dalam mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI. Bupati mengharapkan agar sinergi ini terus terjalin.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan TNI merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah. Kami berharap kerja sama yang baik ini terus terjalin demi kemajuan Kabupaten Bungo,” kata Bupati Dedy Putra dalam kata sambutannya.

Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak Pemkab Bungo. Ia menegaskan bahwa TNI akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan elemen masyarakat untuk menciptakan situasi yang aman, damai, dan nyaman.

Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan jamuan makan siang bersama seluruh hadirin.

Disebut Menghalangi Tugas Jurnalis saat Kunker Komisi III DPR RI, Kabid Humas Polda Jambi Minta Maaf

BAHAR POS – Insiden penghalangan tugas jurnalistik terjadi saat kunjungan kerja Komisi III DPR RI di Mapolda Jambi, Jumat (12/9/2025) sore WIB. Sejumlah wartawan mengaku dihalau oleh anggota Bidhumas Polda Jambi ketika berusaha melakukan wawancara cegat (doorstop).

Rombongan Komisi III DPR RI yang hadir di Mapolda Jambi dipimpin Wakil Ketua Komisi III, Ir. Hj. Sari Yuliati, M.T., bersama sejumlah anggota seperti Sudin, S.E., Pulung Agustanto, H. Benny Utama, S.H., M.M., Rizki Faisal, Martin Daniel Tumbelaka, Lola Nelria Oktavia, Dr. Hinca I. P. Pandjaitan XIII, S.H., M.H., ACCS., Rudianto Lallo, S.H., serta H. Hasbiallah Ilyas.

Rombongan Komisi III DPR RI tiba di Gedung Siginjai Polda Jambi sekitar pukul 10.15 WIB. Awalnya, Humas Polda Jambi menjanjikan adanya doorstop. Namun pada pukul 13.10 WIB, rencana tersebut dibatalkan.

Sejumlah wartawan memilih pulang, sementara tiga wartawan dari Kompas.com, Detik.com, dan Jambi TV tetap menunggu. Wartawan Kompas.com bahkan sudah berada di lokasi sejak pukul 10.00 WIB, menunggu sekitar enam jam untuk wawancara mengenai isu reformasi kepolisian.

Sekitar pukul 14.00 WIB, rombongan Komisi III DPR RI keluar dari ruang rapat. Saat wartawan mencoba melakukan wawancara, anggota Bidhumas langsung menghalau dan mendorong mereka menjauh.

Hal serupa terjadi ketika rombongan kedua keluar. Wartawan kembali dihalangi tanpa diberi ruang untuk bertanya.

Terakhir, rombongan Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar bersama Wakil Ketua Komisi III Sari Yuliati keluar. Akan tetapi upaya wawancara kembali gagal setelah anggota Humas dan Provos menghadang serta mendorong wartawan. Bahkan, Kapolda dan rombongan diarahkan ke pintu samping gedung untuk menghindari lobi utama tempat wartawan menunggu.

Insiden ini menuai sorotan karena wartawan yang hadir sejak pagi merasa kehilangan kesempatan untuk menanyakan isu penting terkait reformasi kepolisian kepada anggota Komisi III DPR RI yang mengunjungi Mapolda Jambi.

Apa yang dilakukan anggota Bidhumas Polda Jambi tersebut dinilai sebagai bentuk menghalangi tugas jurnalistik. Sebuah perbuatan melawan hukum, sebab pekerjaan wartawan dalam mengumpulkan berita dilindungi dan diatur oleh UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Pasal 18 ayat (1) UU tersebut menyatakan bahwa setiap orang yang secara sengaja menghalangi tugas jurnalistik dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda maksimal Rp 500 juta. Pasal ini bertujuan melindungi kebebasan pers dan memastikan wartawan dapat menjalankan tugasnya untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi tanpa intervensi.

Menanggapi insiden ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jambi, Kombes Pol. Mulia Prianto, menyampaikan permintaan maaf.

“Saya minta maaf jika kejadian tadi membuat teman-teman wartawan tidak nyaman,” ujar Mulia Prianto, seperti dikutip laman Jambi Ekspres, Jumat (12/9/2025).

Ia menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak berniat menghalangi tugas jurnalistik. Adalah keterbatasan waktu yang menyebabkan rencana doorstop dibatalkan.

“Kita sudah merencanakan itu (wawancara doorstop, Red.) seperti biasa, supaya teman-teman bisa melakukan wawancara. Hanya saja, waktunya ternyata sangat mepet sekali,” jelas Kombes Mulia.

Kabid Humas kembali menegaskan bahwa perubahan agenda murni karena keterbatasan waktu.

“Setelah rapat selesai, dilanjutkan makan siang dan diskusi internal. Rombongan Komisi III DPR RI juga harus ke bandara untuk kembali ke Jakarta,” jelas Kombes Mulia.

“Sekali lagi, sama sekali tidak ada niat menghalangi wartawan untuk melakukan wawancara,” tandasnya.

Viral Video Kecelakaan Bus Brimob vs Dump Truck di Batang Merangin, Kerinci

BAHAR POS – Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Brimob dengan dump truck terjadi di Jalan Lintas yang terletak di Desa Baru Pulau Sangkar, Kecamatan Batang Merangin, Kerinci, pada Jumat (12/9/2025) siang WIB.

Video terkait kejadian ini dengan cepat beredar di media sosial. Dalam rekaman tampak dump truck dengan nomor polisi BM 8850 FZ ringsek usai bertabrakan dengan sebuah bus bertuliskan Brimob di satu tikungan.

Peristiwa itu berlangsung di ruas jalan nasional Sungai Penuh–Bangko, tepatnya di Desa Baru Pulau Sangkar, Kecamatan Batang Merangin, Kerinci. Menurut informasi, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB.

Warga terlihat berkerumun untuk menyaksikan kondisi kedua kendaraan usai terjadi tabrakan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Dump truck berwarna kuning ringsek parah di bagian depan sebelah kanan.

Sementara minibus pengangkut anggota Brimob tampak mengalami kerusakan tak kalah pada bagian samping.

Belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak terkait mengenai kejadian ini.

Disulut Dendam Pribadi, Pria di Tanjung Jabung Barat Tembak Mati Tetangga Sedesa

BAHAR POS – Seorang pria bernama Dendy Sulistio Budi (42) tewas di tempat setelah ditembak tetangganya sendiri saat baru turun dari kendaraan, Jumat (12/9/2025) pagi. Peristiwa tragis ini terjadi di Desa Teluk Pengkang, Kecamatan Tebing Tinggi, Tanjung Jabung Barat.

Penembakan terjadi di sebuah gang tepat di depan pangkalan gas. Kejadian tersebut terekam kamera CCTV dan videonya pun sempat beredar di media sosial.

Korban ditemukan tergeletak di depan pangkalan gas tempatnya bekerja, sesaat setelah tiba di lokasi. Menurut keterangan warga sekitar, insiden berlangsung pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Rekaman CCTV menunjukkan korban dan pelaku datang terpisah ke lokasi dengan sepeda motor. Tak lama kemudian, pelaku meletuskan tembakan ke arah korban.

Satu tembakan itu langsung membuat Dendy Sulistio Budi tersungkur dan tewas di lokasi dengan luka tembak di kepala hingga bersimbah darah.

Mulanya tak diketahui siapa si penembak. Namun tak lama kemudian pihak kepolisian dari Polres Tanjung Jabung Barat berhasil mengamankan seorang terduga pelaku.

“Untuk pelaku sudah kita amankan, sementara untuk motif dan lainnya masih dalam pendalaman,” ujar Kasat Reskrim Polres Tanjabbar, AKP Frans Setiawan Sipayung.

Polisi memastikan korban ditembak menggunakan senjata api. Namun keterangan lain-lain mengenai senjata tersebut masih dalam pendalaman.

Hasil penyelidikan mengungkap identitas pelaku, yakni JMB (56), yang tak lain warga setempat yang tinggal satu kelurahan dengan korban. Keduanya juga saling kenal.

“Tim mendatangi rumah pelaku dan menemukan kendaraan serta pakaian yang sama persis dengan yang terlihat di rekaman CCTV,” kata Kapolres Tanjabbar AKBP Agung Basuki.

Tanpa perlawanan, pelaku langsung dibawa ke Polsek Tebing Tinggi. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senapan angin, sepeda motor, dan sepatu bot.

Insiden penembakan di RT 07, Lorong Masjid Fatimah, Kelurahan Tebing Tinggi, ini mengejutkan warga sekitar, mengingat korban dan pelaku dikenal tinggal tidak jauh satu sama lain. Hingga kini, polisi masih mendalami motif lebih lanjut dari aksi penembakan yang menewaskan korban.

SPS Jambi Gelar Workshop, Ulas Tantangan dan Peluang Media di Era Digital

BAHAR POS — Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Jambi menyelenggarakan workshop bertajuk “Tantangan Media di Era Digital” pada Kamis, (11/9/2025). Deretan tokoh pers lokal hadir dalam acara yang mengupas tantangan media di masa kiwari.

Kegiatan yang berlangsung di Pondok Kito, Jl. Kapten Pattimura, Kota Jambi ini bertujuan menggali hambatan dan peluang bagi media. Bagaimana agar dapat bertahan serta berkembang di tengah transformasi digital dan perubahan perilaku pembaca.

Ketua SPS Provinsi Jambi, Munawir, mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi media saat ini bukan semata mempertahankan eksistensi, tetapi juga memastikan bahwa media tetap mencerdaskan masyarakat.

“Media harus tetap eksis agar kita bisa cerdas dan tetap mencerdaskan. Di tengah perubahan yang cepat, kita dituntut untuk terus belajar dan berinovasi,” ujarnya.

Beberapa tantangan yang dibahas dalam workshop antara lain menyusutnya pendapatan iklan, perubahan pola baca masyarakat dari media cetak ke platform digital, dan kecepatan penyebaran informasi yang semakin tinggi karena kehadiran media sosial.

Namun ada pula peluang yang dapat dimaksimalkan dari kemajuan teknologi. Di antara meliputi kolaborasi antar media, keberagaman konten, serta adaptasi model bisnis yang kompetitif di era digital.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jambi, Amidy, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif SPS.

Dalam kesempatannya berbicara, Amidy menyebut peran pers sangat penting sebagai penghubung antara pemerintah dan publik. Terutama dalam mempublikasikan kebijakan agar dampaknya dapat dirasakan masyarakat.

“Sebanyak apa pun pembangunan yang dilakukan pemerintah, kalau tidak dipublikasikan dengan baik, maka dampaknya tidak akan dirasakan masyarakat,” katanya.

Workshop ini dihadiri oleh sejumlah tokoh media di Jambi. Beberapa di antaranya Pemimpin Redaksi Harian Pagi Metro Jambi, sekaligus Wakil Ketua SPS Jambi, Joni Rizal. Lalu Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jambi Mukhtadi Putranusa, dan Gresi Plasmanto dari Asosiasi Jurnalis Independen (AJI) Jambi.

Semua pihak sepakat bahwa media harus terus berinovasi, menjaga integritas informasi, dan meningkatkan kemampuan agar tetap relevan di era di mana distribusi konten dan kecepatan informasi menjadi kunci.

Kementerian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Pendaftaran Tanah Ulayat di Jambi, Pastikan Perlindungan Hak Adat

BAHAR POS – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan komitmennya menjaga eksistensi hak-hak masyarakat adat melalui pengadministrasian dan pendaftaran tanah ulayat. Komitmen itu ditegaskan Staf Khusus Bidang Reforma Agraria, Rezka Oktoberia, saat membuka Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat Provinsi Jambi di Umoh Gedang Luhah Datuk Singarapi Putih, Kota Sungai Penuh, Kamis (11/9/2025).

Sosialisasi ini turut menghadirkan pemateri dari Kementerian ATR/BPN, Kemendagri, dan Badan Keuangan Daerah Kota Sungai Penuh. Sesi diskusi dengan masyarakat hukum adat dipandu Kepala Kantor Pertanahan Kota Sungai Penuh, Tetet Sutadi.

“Tujuan utamanya melindungi kepentingan masyarakat adat selaku pemilik tanah. Tidak ada sama sekali tujuan untuk menghilangkan hak adat, justru sebaliknya, pengadministrasian dan pendaftaran tanah ulayat adalah bentuk perlindungan negara atas hak masyarakat hukum adat,” tegas Rezka Oktoberia dalam kata sambutannya.

Ia menjelaskan, pendaftaran tanah ulayat merupakan wujud sinergi antara hukum adat dan hukum pertanahan nasional.

“Sinergi antara adat dan negara mengintegrasikan pengaturan pertanahan menurut hukum adat ke dalam sistem hukum nasional, yang selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Di hadapan empat kelompok masyarakat hukum adat yang hadir, Rezka menekankan, keputusan untuk mendaftarkan tanah ulayat sepenuhnya berada di tangan masyarakat hukum adat.

“Ini bukan instruksi sepihak dari negara, keputusan sepenuhnya berada di tangan masyarakat hukum adat. Negara hadir untuk memberikan perlindungan,” katanya.

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, yang juga turut hadir, mengapresiasi langkah tersebut.

“Tanah ulayat adalah salah satu bentuk kekayaan adat dan budaya yang memiliki nilai historis dan sosial yang tinggi. Tanah ulayat bukan sekadar aset fisik, tetapi juga simbol identitas keberlanjutan hidup serta tatanan nilai masyarakat hukum adat yang telah terpelihara turun-temurun sejak dahulu. Kita patut bersyukur bahwa proses ini telah mulai berjalan. Ini merupakan capaian penting yang patut kita syukuri bersama,” terang Azhar.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jambi, Humaidi, menegaskan perlunya kolaborasi lintas pihak.

“Kami mengimbau seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, niniak mamak, hingga masyarakat luas, untuk bergotong royong mendorong proses pendaftaran tanah ulayat. Dengan niat yang baik, kita dapat memastikan tanah ulayat tetap lestari dan memiliki manfaat nyata bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Staf Khusus Bidang Reforma Agraria juga menyerahkan 12 sertifikat kepada masyarakat dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Sertifikat yang diberikan meliputi hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), sertifikat wakaf, serta aset milik Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Penyerahan dilakukan bersama oleh Kepala Kantor Pertanahan se-Provinsi Jambi.

Festival Kebudayaan Desa Pulau Aro Resmi Dibuka, Upaya Merawat Warisan Budaya Leluhur dan Identitas Tradisi

BAHAR POS – Festival Kebudayaan Desa Pulau Aro kembali hadir. Kegiatan yang digelar sebagai upaya lokal untuk melestarikan adat istiadat dan memperkuat rasa identitas budaya masyarakat tersebut dibuka secara resmi pada Kamis (11/9/2025) malam WIB.

Peresmian festival kebudayaan di Desa Pulau Aro, Kecamatan Tabir Ulu, Merangin tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Pengembangan Ekonomi dan Pembangunan Irsadi, mewakili Bupati Merangin H. M. Syukur.

Dalam kata sambutannya, Irsadi mengatakan bahwa festival ini bermaksud agar generasi muda bisa lebih mengenal dan mencintai warisan budaya leluhur. Potensi seni, budaya dan produk lokal dapat dipromosikan lebih luas, bahkan ke tingkat yang lebih tinggi.

‘”Pemerintahan Desa Pulau Aro juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian nilai-nilai budaya, tradisi dan kearifan lokal. Ini sangat penting, karena budaya adalah jati diri dan akar dari pembangunan karakter masyarakat,” tambah Irsadi.

Ia melanjutkan, Festival Kebudayaan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Pemerintahan Desa Pulau Aro tersebut merupakan bukti nyata bahwa Desa Pulau Aro tidak hanya bergerak dalam pembangunan fisik.

Selain itu, Irsadi mengatakan festival tersebut dapat menjadi media memupuk rasa kebersamaan di antara warga. Ia menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam penyelenggaraan.

“Saya mengapresiasi partisipasi aktif seluruh warga dalam menyukseskan acara ini,” puji Irsadi.

Menghidupkan Tradisi Leluhur

Desa Pulau Aro sejak lama dikenal dengan sejarah tradisi budaya, terutama lumbung padi sebagai warisan cagar budaya, serta berbagai kesenian seperti Bekuau dan tradisi Turun Ba Umo, yang beberapa tahun sempat terabaikan.

Berdasarkan hasil penelitian Universitas Jambi (2025), tradisi Turun Ba Umo sempat tidak dilaksanakan sejak 2018 hingga 2022 karena kepala desa pada masa itu menganggap kegiatan tersebut sebagai tindakan “musyrik” yang bertentangan dengan keyakinan Islam.

Setelah kepemimpinan berganti, Pemerintah Desa Pulau Aro dan lembaga adat kemudian bergandeng tangan untuk menghidupkan kembali tradisi Turun Ba Umo sebagai bagian dari identitas lokal.

Selain menghidupkan kembali tradisi Turun Ba Umo, festival kebudayaan tahun ini hadir di tengah kebutuhan masyarakat Desa Pulau Aro untuk melestarikan cagar budaya lumbung padi.

Tersemat juga harapan besar agar event seperti ini dapat melestarikan budaya Bekuau—seni musik tradisional setempat—yang nyaris punah. Pasalnya, menurut dokumentasi kesenian lokal, pelaku kesenian Bekuau hanya tinggal satu orang dan hingga kini belum ada calon penerus.

Di luar itu, warga juga memamerkan berbagai produk lokal sebagai daya tarik wisata budaya. Adanya festival ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi kreatif desa dan menarik perhatian warga luar desa Pulau Aro.

Pengalaman Berkesan Pemuda Talang Datar Jadi Bagian Serunya Pestapora 2025 di Jakarta

BAHAR POS – Setelah memendam rasa penasaran selama bertahun-tahun, Fajar (30), seorang pemuda asal Desa Talang Datar, Kecamatan Bahar Utara, Muaro Jambi, nekat pergi ke Jakarta demi menjadi bagian dari serunya Pestapora 2025. Sebuah pengalaman spesial yang menghadirkan perasaan campur aduk dalam memorinya.

Bagi sebagian besar orang di Bahar, jauh-jauh pergi ke Jakarta hanya demi menonton konser musik itu hal sia-sia. Cuma menghabiskan uang, juga membuang-buang waktu. Belum lagi harus mengarungi jalanan rusak dan macet selama berjam-jam.

Namun tidak demikian bagi Fajar. Di matanya, menyaksikan Pestapora 2025 bukan sekadar perkara mencontreng satu impian dalam whislist. Ini adalah caranya untuk melihat dunia luar, merasakan pengalaman baru, serta mengambil pelajaran yang mungkin bisa diterapkan di kampung halaman.

Hari pertama menginjakkan kaki di Gambir Expo & Hall D2, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat–lokasi Pestapora 2025, Fajar langsung diberi pengalaman istimewa: salat Jumat diimami Rhoma Irama sang raja dangdut!

Muazinnya tak kalah terkenal, yakni Muhammad Fauzan Lubis alias Ojan, vokalis grup band Sisitipsi. Sebuah momen yang entah kapan bisa terulang lagi dalam hidup Fajar.

“Artis-artis terkenal banyak jugo yang nonton. Orang-orang yang biaso dilihat di tivi atau YouTube, berbaur dengan penonton. Hal yang sulit diliat di Jambi,” tutur Fajar saat dihubungai Bahar Pos, Senin (8/9/2025), alias hanya sehari setelah hajatan tahunan ini usai.

Sayo papasan dengan Arie Kriting ado kali sepuluh kali, wkwk,” lanjutnya, seraya menambahkan jika (mantan) Menteri Olahraga Dito Ariotedjo juga terlihat, tetapi sulit didekati karena selalu dikawal.

Bingung Memilih

Hal spesial lainnya, Pestapora 2025 tak cuma menghadirkan deretan penyanyi dan band papan atas seperti biasa. Khusus tahun ini, penyelenggara membuat terobosan: para penampil diminta saling bertukar lagu!

“Kangen Band bawain lagu Sheila on 7. Itu sih, serunyo Pestapora tahun ini, pado tukeran lagu,” cerita Fajar yang masa kecilnya ditemani lagu-lagu kedua band tersebut.

“Yang paling spesial nonton Ebiet samo Iwan Fals. Pas momen Ebiet bawain lagu Ibunyo Iwan Fals, rasonyo langsung menusuk dada. Tanpa sadar menitikkan air mata, teringat Ibu,” lanjut Fajar.

Fajar memang belum lama ditinggal ibunya. Ia menjelaskan, sang ibu meninggal dunia pada 5 Mei 2024. Momen Ebiet menyanyikan lagu Ibu milik Iwan Fals itu ia abadikan dalam bentuk video.

Meski demikian, Fajar tentu saja tak mau larut dalam duka. Ia datang untuk bergembira, meski sempat dibuat bingung oleh banyaknya panggung dan beberapa band atau penyanyi favorit yang tampil bersamaan.

“Ini festival musik terbesar yang pernah sayo tonton. Sebelumnyo, kalau di Jambi paling banyak duo panggung, ini kemarin di Pestapora ado lima belas stage lebih.

“Jadi bingung mau nonton yang mano. Harus ado yang direlakan. Kayak kemarin contohnyo, nonton Dato’ Siti Nurhaliza harus merelakan Gigi dan atau Souljah karena mereka tampil bareng,” tambahnya.

Alhasil, Fajar yang datang bersama dua temannya sesama alumnus SMA Titian Teras Jambi, Gery dan Esa, seringkali berpencar karena punya pilihan berbeda-beda. Ia lebih memilih menyaksikan penampilan Dato’ Siti Nurhaliza.

Dato' Siti Nurhaliza di Pestapora 2025

Mereka bertiga berkumpul lagi di booth makanan seusai menyaksikan idola masing-masing. Ini titik lain dalam arena Pestapora 2025 yang membuat Fajar kagum luar biasa.

Booth kuliner ber-AC, bahkan antri makanan diatur. Dalam hati sayo ngomong, ini kalo tempat F&B Pestapora dipisah, biso jadi event dewek saking banyaknyo booth makanan,” kenang Fajar.

Penonton juga tak perlu risau antrian di toilet, sebab jumlahnya ada banyak. Bahkan ada area khusus pijat bagi pengunjung yang kakinya pegal usai terlalu lama berdiri, juga tempat penitipan anak.

Bingung mencari lokasi panggung di mana artis idola tampil atau ingin mencicipi jajanan tertentu?

Tinggal tanya saja pada panitia khusus yang membawa banner bertuliskan “ASK ME”. Mereka disiapkan khusus untuk membantu penonton mencari tempat-tempat tertentu dalam arena konser.

Terancam Batal

Fajar pertama kali mengetahui tentang Pestapora sejak edisi perdana yang digelar pada 23-25 September 2022. Ia yang rajin memantau media sosial melihat konser ini viral dan jadi pusat pemberitaan karena menawarkan konsep unik.

Tidak main-main, edisi perdana tersebut menampilkan 174 artis. Faktor yang membuat Pestapora 2022 sukses menarik total sekitar 75.000 penonton sepanjang tiga hari.

“Dulu pas awal-awal setelah Covid, event ini viral di sosmed. Sayo liat, kayaknyo seru nian. Tapi waktu itu baru balek ke Bahar, jadi belum kepikiran nonton,” kenang Fajar yang sempat tinggal lama di Bogor selepas menamatkan pendidikan S1 di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Edisi kedua pun ia lewatkan karena tengah sibuk dengan aktivitas di dunia cryptocurrency. Sebuah kesibukan yang membawanya ke Istanbul, Turki, diundang menghadiri serangkaian konferensi Web3 garapan satu Decentralized Exchange (DEX) asal Singapura.

Baru pada pertengahan tahun ini Fajar kembali teringat Pestapora. Pucuk di cinta ulam tiba, Gery mengontaknya, mengajak berangkat bareng dari Jambi. Sementara Esa bekerja di Tangerang, sehingga kebagian tugas menyambut di Ibu Kota.

“Gery ngajak sekitar bulan April atau Mei. Waktu itu sudah lewat tu, penjualan tiket early bird. Jadi kami nunggu penjualan tiket dibuka lagi, agak lamo,” kata Fajar.

Begitu penjualan tiket reguler dibuka secara resmi pada 16 Juli 2025, Fajar dan Gery langsung membeli di hari pertama. Selanjutnya mereka patungan memesan hotel di sekitaran Kemayoran.

Tiket konser sudah di tangan dan hotel juga sudah dipesan, selanjutnya Fajar dan Gery memesan tiket pesawat. Namun demikian, satu-dua hari menjelang acara justru berembus kabar kurang enak dari Jakarta.

“Hal tak terduganya justru pas dekat Hari-H. Karena demo-demo itu Pestapora kan terancam batal,” jelas Fajar.

Waktu itu memang Jakarta sempat dicekam serangkaian aksi demonstrasi yang diwarnai kericuhan. Suasana bertambah panas usai seorang pengemudi ojek online tewas terlindas kendaraan taktis Brimob.

“Dalam hati kesal nian kalau sampai Pestapora batal. Jadi, kami nunggu keputusan dari panitia. Kalau sampai batal, kami nak buru-buru refund hotel dan pesawat,” imbuh Fajar.

Beruntung suasana di Ibu Kota berangsur-angsur reda. Fajar yang terus memantau perkembangan situasi di media sosial akhirnya bernapas lega karena Pestapora tetap berjalan seusai agenda.

“Cuma yang biasonyo sore ke malam, diganti jadi pagi ke sore karena kondisi Jakarta yang kurang kondusif. Jadi, tantangannyo panas. Tapi pas baru masuk kami dikasih sunscreen, lumayan untuk mengurangi kulit terbakar,” lanjutnya.

Menghemat Pengeluaran

Jer besuki mawa bea, demikian bunyi ujar-ujar Jawa yang menjadi semboyan provinsi Jawa Timur. Artinya kurang-lebih semakna dengan ungkapan “tidak ada makan siang gratis.”

Demikian pula bagi Fajar. Ada harga dan pengorbanan yang harus ia bayar demi memperoleh pengalaman berkesan selama tiga hari menjadi bagian keseruan Pestapora 2025.

Dari segi nonmateril, ia musti meninggalkan keseruan lain di desanya, yakni menjadi panitia lomba agustusan. Padahal turnamen voli sedang seru-serunya karena memasuki fase gugur.

“Sebelum pergi kan, sayo jadi panitia tujuhbelasan. Jadi, badan masih di Bahar, tapi pikiran dan hati sudah melayang ke JIExpo Kemayoran,” tuturnya.

Lalu ada pula tantangan klasik bagi warga Bahar yang hendak ke kota: jalanan rusak nyaris sepanjang rute. Belum lagi jika sampai terjebak macet panjang yang biasa terjadi di jalur Penerokan-Tempino.

Sedangkan dari segi materi, Fajar mau tak mau merelakan secuil aset kriptonya dijual demi membiayai perjalanan ini: beli tiket Pestapora, tiket pesawat, booking hotel, ongkos travel Bahar-Jambi, serta uang saku selama di perjalanan.

Demi menekan pengeluaran, Fajar memutar akal agar mendapat harga termurah di semua titik. Untuk tiket Pestapora, misalnya, ia memilih tipe 3 Day Pass seharga Rp650.000 karena jatuhnya lebih ekonomis ketimbang Daily Pass (Rp300.000) maupun Daily Early Entry (Rp225.000).

“Untuk hotel, kami patungan pesan Red Doorz yang dekat venue acara. Nginap di hotel yang seratus ribuan per malam,” tulis Fajar, diikuti emoticon tertawa lebar.

Sedangkan untuk tiket pesawat, Fajar sengaja menunggu mepet hari keberangkatan dengan harapan harganya turun. Benar saja, kurang dari sepekan dari tanggal yang ia tetapkan, tarif yang tertera di aplikasi pemesanan online sudah berkurang lumayan.

Bagi Fajar, segala pengeluaran dan pengorbanan tersebut sepadan dengan apa yang didapat selama tiga hari di Pestapora. Perjalanannya lebih dari sekadar menonton musik. Itu adalah sebuah misi untuk memuaskan rasa ingin tahu, sekaligus membuktikan bahwa dunia di luar sana, dengan segala keunikan dan hiruk pikuknya, bisa dijangkau.

“Walaupun cuma sekali, harus dicoba nonton Pestapora, sebab dunia bukan cuman Bahar. Jakarta ini sudah dunia yang berbeda dengan Jambi, segala macam bentuk orang ado di Pestapora ini. Banyak kawan di Bahar harus lebih berani. Banyak caronyo, kok,” pesan Fajar pada seama kawula muda Bahar.

Diam-diam Fajar berharap, jika kelak ruas jalan tol Trans Sumatera sudah tersambung semua, akan ada festival semacam Pestapora di Jambi. Ia membayangkan konsernya di tengah hutan, lalu penonton dari Bahar road trip ke lokasi.

Ditanya pelajaran apa yang ia dapat dari Pestapora, Fajar berkata bahwa ia jadi menyadari besar-kecil itu hanyalah perkara jumlah. Yang sekarang besar, berawal dari kecil dulu.

“Ternyata sekecil apapun yang tampil di Pestapora ini, ado bae penggemarnyo yang tau semua lagunyo. Terus, bener kayaknyo orang tuh emang punyo genre musik masing-masing,” simpul Fajar.

Dari sana, ia mendapat pesan untuk jangan pernah minder hanya karena merasa “kecil” dibandingkan orang lain. Teruslah berkarya, sebab konsistensi yang akan membantu kita tumbuh lebih besar dari waktu ke waktu.

Walaupun melelahkan, bagi Fajar menonton Pestapora 2025 adalah pengalaman yang sangat berharga lagi mengesankan. (en)

Lolos Seleknas, Dua Atlet Polo Air Jambi Masuk Pelatnas SEA Games 2025 di Stadion Akuatik GBK

BAHAR POS – Dua atlet polo air putra asal Jambi, penjaga gawang Didi Akbar dan striker Wildan Awwalu Naafi Dienma, mendapat panggilan bergabung ke program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) menuju SEA Games 2025.

Kabar ini dipastikan dalam surat keputusan Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia yang menyebutkan nama Didi Akbar dan Wildan Awwalu. Kedua atlet dinyatakan lolos dalam Seleksi Nasional (Seleknas) yang diadakan beberapa waktu lalu.

Pelatih polo air Jambi, Ahmad Sri Bagas, mengonfirmasi pemanggilan kedua atlet tersebut. Ia menambahkan, Pengurus Provinsi (Pengprov) Akuatik Indonesia Jambi mengirim tiga atlet putra untuk mengikuti Seleknas, tetapi yang lolos hanya Didi dan Wildan.

“Berdasarkan hasil Seleknas yang digelar beberapa waktu lalu, dari tiga atlet Jambi yang ikut Seleknas dan berhasil terpilih masuk Pelatnas hanya dua. Kedua atlet tersebut adalah Didi Akbar di posisi kiper dan Wildan Awwalu Naafi Dienma di posisi pemain,” kata Bagas, Rabu (10/9/2025).

Bagas melanjutkan, kesempatan mengikuti Seleknas diberikan karena tim putra polo air Jambi sebelumnya berhasil meraih medali perak pada ajang Kejuaraan Nasional Akuatik di Jakarta, 29 Mei – 4 Juni 2025.

Meski hanya menduduki peringkat kedua, usai kalah dari DKI Jakarta di partai final, kontingen Jambi memborong dua penghargaan individual dalam Kejurnas tersebut. Keduanya di sektor kunci, yakni penjaga gawang dan penyerang.

Didi Akbar menyabet penghargaan sebagai Best Goal Keeper. Sementara Wildan Awwalu Naafi Dienma tercatat sebagai top skor dengan koleksi total 24 gol.

Kedua atlet diminta segera bergabung dalam Pelatnas yang akan dimulai pada 15 September 2025 di Stadion Akuatik GBK Senayan, Jakarta.

Masuknya kedua pemain asal Jessica Swimming Club ini menjaga tradisi panjang Jambi dalam melahirkan atlet nasional cabang polo air. Di mana talenta Jambi kerap memperkuat tim nasional di berbagai ajang internasional, termasuk SEA Games dan Asian Games.

Di level nasional, Jambi telah mengoleksi banyak medali. Mulai dari medali perak putra pada PON 1996 di Jakarta, perunggu putri di PON 2012 Riau, medali perunggu putra pada PON 2024 Aceh-Sumut, serta yang terbaru medali perak pada Kejurnas 2025 di Jakarta.

SEA Games 2025 sendiri akan dilangsungkan di Thailand pada 9 – 20 Desember mendatang. Sejauh ini Jambi telah mengirim total 3 atlet dari dua cabang olahraga bagi Pelatnas.

Selain Didi Akbar dan Wildan Awwalu Naafi Dienma di cabang polo air putera, sebelumnya sudah ada Juliana Klarissa di cabang angkat besi puteri. Juliana lolos Seleknas yang diadakan PB Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia di Jakarta, 20-21 Agustus lalu.